yeni herdiyeni

Langkahku Menyusuri Eropa

September 2015.

Malam hari saya menuju bandara Soekarno Hatta untuk penerbangan pukul 00.05 menuju Doha. Lebih kurang delapan jam perjalanan menuju Doha untuk transit menuju bandara Charles De Guille (CDG) Paris. Perjalanan dari Doha menuju CDG memakan waktu selama 8 Jam. Perjalanan yang cukup lama. Walaupun cukup melelahkan, tetapi saya menikmati perjalanan itu.

Setibanya di bandara CDG, saya dijemput oleh Angga, seorang mahasiswa yang sedang studi di Paris. Kali ini saya menggunakan kereta menuju Paris. Harga tiket kereta hanya 10 euro, sedangkan harga taksi hampir 75 euro (hiks!). Thank you Angga yang sudah menjemput saya di Bandara😉.

Ini adalah kali kedua saya mengunjungi kota Paris. Masih sama seperti tahun sebelumnya, tidak banyak yang berubah. Hotel saya pun masih di tempat yang sama yaitu di De Choisy, kawasan chinese town, yang juga tidak jauh dari apartemen Prof. Stephane.

Kampus Paris Diderot terletak di pusat kota Paris. Akses menuju lokasi wisata pun sangat mudah. Beberapa lokasi wisata yang sempat saya kunjungi lagi yaitu menara Eiffel, Notre Dame, dan Louvre. Tidak bosan rasanya mengunjungi area wisata ini🙂.

Notre Dame

Louvre

Gare du Nord Station

Setelah selesai melakukan kunjungan dan diskusi penelitian selama satu minggu, saya juga melakukan perjalanan ke Amsterdam dan Belgia. Beberapa kota yang saya kunjungi antara lain Zeist, Amsterdam, Antwerp, Brussel, Brugge dan Ghent. Perjalanan saya menuju 5 kota tersebut hanya ditemani oleh aplikasi Citymapper..🙂 Thanks Citymapper for accompanying me😉

Perjalanan saya ke Amsterdam menggunakan kereta api. Karena perjalanan kereta saya pagi hari, maka saya memutuskan untuk menginap di hotel dekat statiun Nord. Hotel saya tepat di depan statiun🙂.

Pagi hari pukul 05.00 saya menuju statiun. Kereta tiba pukul 05.30.  Kereta saya akan berhenti di Brussel dan ganti kereta menuju Amsterdam.

20150911_140054 copy

Setibanya di Amsterdam Central saya dijemput oleh Guntur, teman saya yang sedang studi di Belanda. Thank ya Guntur😉.

12020065_10153607520439841_1478344167256516559_n

De Zaanse Schans

Setibanya di Amsterdam Central, saya menitipkan koper saya di stasiun, karena Guntur mengajak saya ke De Zaanse Schans. Setelah makan siang dan membeli tiket, saya dan Guntur menuju De Zaanse Schans menggunakan bus.

Beruntung saya bisa menyaksikan demo pembuatan sepatu kayu di De Zaanse Schans. Selain sepatu kayunya, tentu yang lebih utama adalah kincir angin Belanda. Saya hanya sempat mengunjungi beberapa kincir angin saja, karena sudah terlalu sore, mengingat waktu untuk kembali ke Amsterdam hampir 45 menit. Tetapi cukup puas mengunjungi Zaanse Schans, walaupun sebentar🙂

Setibanya kembali ke Amsterdam, saya diantara oleh Guntur menuju Zeist, kota dimana saya akan menginap di hotel. Zeist ternyata tidak dekat dengan Amsterdam, diperlukan waktu 45 menit untuk mencapai Zeist.

Saya dan Guntur pun menaiki kereta menuju Zeist. Setibanya di statiun Zeist, ternyata untuk menuju hotel saya harus menaiki bus lagi. Malam itu sudah pukul 21.30. Kota itu sudahs sepi dan gelap. Setelah bertanya dan melihat aplikasi Citymapper, saya pun menuju stasiun bus menuju hotel. Setelah menunggu bus kami pun tiba. Kami pun naik bus tersebut. Namun apa yang terjadi?? Bus yang kami tumpangi ternyata salah, setelah saya cek Citymapper ternyata berlawanan arah dengan yang kami tuju!!. Oh my God!, akhirnya kami pun turun di statiun berikutnya, yaitu stasiun Hoge Steeg. Stasiun bus itu gelaaap dan sepiiii sekali.. berada di tengah hutan!!. Untunglah saya bersama dengan Guntur… rasanya kalau sendiri, bisa nangis juga🙂.

Akhirnya kami pun menyebrang dan menunggu lagi bus yang akan melewati hotel kami. Setelah lebih kurang 10 menit, akhirnya bus yang ditunggu pun tiba. Alhamdullilah, bus ini melaju searah dengan tujuan kami🙂.

20150912_210102 copy

Setibanya di hotel, kami melihat hotel kami terkunci dan tidak ada resepsionis seperti biasanya. Saya pun ragu apakah benar ini hotelnya. Sempat terlintas, saya ditipu booking hotel lewat internet. Akhirnya saya menemuka nomor telepon di depan pintu, dan saya telp nomor tersebut. Ahlamdullilah teleponnya dianggkat dan terdengar suara pria di ujung telepon. Saya katakan saya tamu yang akan menginap di hotel ini dan sudah melakukan booking di internet. Untunglah beberapa menit kemudian pria itu datang dengan mengayuh sepeda. Kemudia dia membukakan pintu hotel tersebut dan setelah dia cek, untungnya ada nama saya tercantum sebagai tamu. Alhamdullilah… Akan tetapi saya sejujurnya takut sekali menginap di hotel tersebut, karena hotel itu begitu sepi sekali…😦 Namun saya tidak punya pilihan lain, saya harus menginap di hotel tersebut. Dalam hati saya berdoa semoga aman hotelnya.

Setelah membayar, saya diberi dua buah kunci. Satu kunci kamar dan satu lagi kunci pintu depan. Jadi memang hotel ini tidak memiliki receptionist, sehingga kalau tamu mau keluar, maka tamu harus membuka kunci pintu sendiri..🙂 Setelah dipastikan aman, Guntur pun pamit kepada saya dan dia kembali lagi ke Groningen. Thank you so much Guntur!!🙂

Untunglah saya bisa tidur nyenyak di hotel itu, walaupun rasa takut menyelimuti. Pagi harinya saya keluar hotel untuk melakukan perjalanan ke Amsterdam lagi. Saya terkejut sekali ternyata kota ini begitu indah dan tenang di pagi hari🙂.. Sambil menunggu bus tiba, saya sempat mengabadikan foto disekitar hotel. Ternyata kota itu tidak seseram malam hari. Cantik sekali pemandangan pagi itu!🙂

 

Setelah bus yang ditunggu tiba, saya menuju ke stasiun Ziest untuk melakukan perjalanan ke Amsterdam. Alhamdullilah perjalanan saya lancar.

Setibanya di amsterdam, dengan bermodalkan aplikasi Citymapper, saya menyusuri kota amsterdam sendirian. Tujuan utama saya adalah menaiki Canal Cruise untuk mengelilingi kota Amsterdam. Setelah saya menaiki tram menuju Canal Cruise, saya tiba di darmaga perahu. Alhamdullilah, akhirnya saya bisa merasakan naik perahu ini!🙂

Setelah menyusuri kota Amsterdam menggunakan perahu, saya menuju Heinekens, sebuah pabrik pembuatan Bir yang terkenal di Belanda. Pabrik itu memiliki museum sehingga pengunjung bisa melihat proses pembuatan bir.

Volendam

Setelah mengelilingin amsterdam dengan canal cruise, selanjutnya saya mengunjungi Volendam. Sebuah kota nelayan di Belanda. Di kota ini banyak sekali souvernir khas belanda. Tidak kalah pentingnya juga studio foto untuk bergaya menggunakan baju tradisional Belanda🙂. Konon katanya belum afdol ke Belanda kalau belum menggunakan baju tradisional ini heheh🙂.

Anne Marie

Anne Marie, tokoh novelis yang sangat terkenal di seluruh dunia, menjadi salah satu tujuan perjalanan saya di Amsterdam. Ternyata untuk masuk ke dalam museum Anne Marie, antriannya cukup panjang. Tak apalah demi menjawab penasaran saya🙂

Antwerp

Setelah mengunjungi Belanda selama 3 hari, saya melanjutkan perjalanan ke Antwerp untuk mengunjungi teman saya yang sedang kuliah disana. Mba Tami, dosen statistika IPB saat ini baru saja menyelesaikan studinya. Beruntung saya bisa menemui beliau di Antwerp sebelum beliau kembali ke Indonesia..🙂. Saya menginap di rumahnya selama 2 hari. Thank you so much ya mba Tami🙂.

Antwerp adalah kota pelabuhan terbesar kedua setelah Rotterdam dan kota terbesar kedua di Belgia setelah Brussel.

Alhamdullilah saya sempat mengunjungi kampus Antwerp, dimana mba Tami studi. Setelah mengunjungi kampus, kami pun menyusuri kota antwerp diantaranya Het Steen (sebuah kastil tua di kota Beligia (Het Steen: https://en.wikipedia.org/wiki/Het_Steen), Het Stadius (Antwerp City Hall yang didirikan pada tahun 1561 dn 1565 (https://en.wikipedia.org/wiki/Antwerp_City_Hall), De Grote Market (Market Square : https://en.wikipedia.org/wiki/Grote_Markt_(Antwerp)), Het Minerva standbeeld,

Brussel

Setelah mengunjungi Antwerp bersama dengan mba Tami, keesokan harinya saya mengunjungi Brussel menggunakan kereta. Jarak tempuh menuju Brussel dari Antwerp hanya sekitar 30 menit saja. Kali ini perjalanan saya sendirian🙂. Lagi-lagi dengan berbekal Citymapper saya menyusuri kota Brussel.

Brussel adalah ibukota Belgia. Banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi di kota ini. Salah satunya yang legendaris adalah patung anak kecil sedang pipis atau yang dikenal dengan patung mannekin pis. Menurut legenda, patung ini menceritakan anak kecil bernama Juliaanske yang mengencingi bom yang akan meledak di kota itu. Entahlah cerita ini benar atau tidak🙂. Ukuran patung ini tidaklah besar, namun begitu menjadi daya tarik wisatawan yang baru berkunjung ke sana🙂

Selain itu juga Brussel adalah surganya coklat🙂 Banyak sekali penjual coklat di kota ini. Untuk yang muslim, perhatikan yah kandungannya. Pastikan tidak ada kandungan hewani didalamnya🙂

Brugge

Dari Antwerp saya melanjutkan perjalanan ke Bruge menggunakan kereta. Perjalanan hampir 2 jam menggunakan kereta api menuju Brugges. Setibanya di stasiun, saya berfoto di tiang berwarna yang bertuliskan Brugges sebagai tanda bahwa saya menginjakkan kaki di Brugges hehe.. (itu petuah mba Tami😉.

Setibanya di Brugge, saya menuju pusat sejarah Brugge. Di wilayah tersebut banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi. Diantaranya De Markt (https://en.wikipedia.org/wiki/Markt_(Bruges)), Het Provinciaal Hof (The Provincial Palace), Bell tower, Groenerei, Gereja “Our Lady”, Minnewater, dan masih banyak lagi🙂

Brugge_78

Ghent

Kota terakhir di Belgia yang saya kunjungi adalah Ghent. Saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke kota ini karena kebetulan ada Musthafa, rekan dosen ilkom yang sedang studi disana🙂. Dari Bruges saya menuju ke St Pieters station untuk bertemu dengan Mush. Akhirnya kami bertemu di Cafe Starbuck St Pieters.

Kami menuju stasiun bus untuk menuju ke rumah tempat tinggal Mush beserta keluarga. Tidak terlalu lama kami tiba di rumah Mush. Senangnya bisa bertemu dengan keluarganya. Thank you Mush dan Fita yang sudah mengijinkan saya menginap di rumah🙂

Keesokan paginya kami pergi mengunjungi beberapa tempat wisata di Ghent. Salah satu tempat wisata yang saya kunjungi di Ghent adalah Gravensteen Castle (kastil bangsawan). Dalam bahasa Belanda, kastil ini disebut juga “castle of the counts”. Kastil ini didirikan oleh Pangeran Philip dari Alsace. (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Gravensteen)

Kunjungan saya di Ghent sangat singkat sekali, karena harus kembali lagi ke Paris. Ada kejadian menyebalkan ketika akan kembali ke Paris. Karena waktunya yang sangat mepet, akhirnya saya dan Mush harus berlari-lari mengejar kereta menuju ke Brussel Midi atau Brussel Zuid. Pas dihadapan kami, kereta itu langsung pergi meninggalkan kami yang baru saja tiba… huftfttt…😦 Untung saja tidak terlalu lama kemudian, ada kereta lain yang menuju ke Brussel Midi. Untung saja saya tidak ketinggalan kereta menuju Nord, Paris🙂

Pukul 14.30 saya tiba di Nord Paris. Alhamdullilah perjalanan saya lancar dan menyenangkan. Setibanya di Paris saya menginap satu hari sebelum kembali ke tanah air..🙂

I love this journey!!

September, 2015.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s