Kesehatan · yeni herdiyeni

Kista Bukan Kanker!!

Semuanya begitu tiba-tiba. Ketika malam itu saya merasakan adanya benjolan pada payudara sebelah kiri. Sebelumnya saya tidak pernah merasakan adanya benjolan tersebut. Bahkan pagi harinya saya masih berolahraga. Sontak saja saya berpikir hal hal yang menakutkan terkait dengan adanya benjolan tersebut. Kanker!! Itu yang langsung terpikirkan oleh saya. Saya pahami penyakit tersebut salahsatunya dipengaruhi oleh genetika, namun ada pula yang disebabkan oleh pola makan yang tidak baik. Akan tetapi  saya pun menyangkal kedua penyebab itu karena dalam keluarga saya tidak ada yang menderita kanker dan saya menjalankan pola makan yang baik serta berolahraga secara teratur. Lalu apa yang menyebabkan benjolan itu!??. Malam itupun saya tidak bisa tidur. Semalaman saya mencari informasi di internet apa yang menyebabkan benjolan itu muncul. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah pengaruh hormonal. Dalam sebuah tulisan disebutkan bahwa benjolan yang disebabkan oleh hormon biasanya muncul menjelang menstruasi dan akan hilang dengan sendirinya. Namun saat itu saya baru saja seminggu melewati siklus menstruasi saya. Jadi lagi-lagi informasi ini juga belum bisa membuat saya tenang. Malam itu saya hanya bisa menangis dan bergegas sholat malam untuk menenangkan pikiran saya dan berserah diri kepada Allah. Sampai terdengar suara adzan subuh, saya pun melanjutkan sholat subuh. Alhamdullilah pikiran saya sedikit tenang dan terkendali. Saya pun pasrah dan melakukan meditasi semampu saya sampai akhirnya saya tertidur sampai jam 7 pagi.

Pagi harinya saya mencoba menghubungi teman saya yang dokter dan bertanya seputar benjolan tersebut. Teman saya menduga hanya pengaruh hormonal saja dan menyarankan untuk ke dokter setelah hari ke 5 menstruasi. Saya pun mengurungkan niat saya untuk ke dokter pagi itu.

Pukul 9 pagi benjolan pada payudara saya membengkak dan semakin membuat saya takut. Pada akhirnya saya mencari informasi dokter spesialis bedah di Bogor. Alhamdullilah saya memiliki dua asuransi kesehatan. Satu asuransi Takaful dari IPB dan satu lagi asuransi Prudential. Setelah saya hubungi kedua asuransi tersebut, maka saya pun memutuskan untuk ke RS Hermina Bogor, karena rumah sakit tersebut memiliki kerjasama dengan kedua asuransi yang saya miliki.

Sesuai dengan jadwal praktek dokter, hari itu Senin, 17 Maret 2015 saya pun bergegas menuju ke RS Hermina yang berlokasi di Jalan Raya Yasmin. Pukul 17.00 saya menemui dr. Eko Ristiyanto SpB. Setelah diperiksa, dr. Eko menduga benjolan tersebut adalah tumor FAM (Fibro Adenoma Mammae) atau kista. FAM dan kista merupakan tumor yang bisa digerakkan atau berpindah tempat (mobility). FAM dan Kista juga bersifat jinak dan TIDAK berpotensi kanker. Seketika itu juga saya berucap Alhamdullilah ya Allah… tentunya informasi ini cukup membuat saya tenang….

Dokter pun menyarankan saya untuk segera melakukan USG mammo untuk memastikan dugaan dokter. Saya pun segera menuju ruang USG dan bertemu dengan dokter spesialis radiologi. Hasil USG mammo menunjukkan bahwa adanya benjolan yang cukup besar yaitu hampir 7cm.. !! Namun benjolan tersebut tidak menyebar dan hanya satu. Subhannallah! Dokter pun menyarankan saya untuk segera dioperasi.

Malam itupun saya bergegas mengurus asuransi rawat inap di RS Hermina. Alhamdullilah ada kamar rawat inap yang bisa saya gunakan. Saya pun memutuskan untuk dirawat. Semuanya begitu tiba-tiba!.

Hari pertama saya dirawat, saya menjalani serangkaian tes lab dan diperiksa oleh beberapa dokter diantaranya dokter bedah, anastesi dan penyakit dalam. Tes lab yang dilakukan yaitu tes darah, EKG dan sinar X. Alhamdullilah semuanya menunjukkan hasil yang baik yang artinya saya dapat dioperasi keesokkan harinya.

Kamis, 20 Maret 2015 saya disuruh puasa mulai pukul 6 pagi untuk keperluan operasi. Pukul 11.30 saya dipindahkan dari ruang kamar rawat ke ruang perawatan operasi. Sebelum memasuki kamar perawatan operasi saya sudah menyiapkan mental saya agar saya tidak panik. Sebelum masuk ke ruang operasi saya ditempatkan terlebih dahulu di ruang persiapan. Ada beberapa pasien yang ada didalam ruang persiapan itu. Pasien pasien tersebut sudah mengenakan pakaian operasi yang berwarna hijau dan terdengar pula suara tabung oksigen… tentunya suasana ini sangat mencekam dan membuat saya takut. Terasa jantung bedegup sangat kencang…😦 sayapun mencoba menenangkan diri dengan berdoa dan menyerahkan diri saya pada Allah semata. Saya pun mencoba melakukan meditasi yoga dan alhamdullilah bisa membuat saya tertidur.

Tak lama setelah saya tertidur saya dibangunkan oleh seorang perawat yang akan memindahkan saya ke ruang operasi. Alhamdullilah saya sudah lebih tenang untuk menjalani operasi. Ketika keluar dari ruang persiapan operasi saya disapa oleh dr. Rindu Anggara Parulian, SpAn. “Hai.. teh Yeni …!! Beliau adalah dokter spesialis anastesi. “Sudah siap kan? Berdoa yah .. begitu beliau menyapa saya sambil tersenyum. “Insha Allah!!” jawab saya.

Saya pun didorong ke ruang operasi. Ini adalah pertama kali saya memasuki ruang operasi. Ruangannya sangat dingin sekali, luas dan banyak peralatan medis. Salah satunya lampu besar diatas kepala saya. Saya terus berdoa dan tawakal kepada Allah.

Tidak lama dokter Rindu memasuki ruangan dan meminta ijin saya untuk memulai operasi. “Kita mulai yah..” itulah kalimat terakhir yang saya dengar. Dokter pun sudah memasukkan obat bius total melalui selang infus dan seketika juga saya tidak sadarkan diri. Menurut informasi dari dokter, operasi berlangsung selama 2 jam.

Pukul 15.00 saya mulai sadarkan diri. Dokter pun memanggil saya dan mencoba untuk berinteraksi dengan saya. Ketika saya sudah bisa merespon, dokter menunjukkan cairan kista hasil operasi kepada saya. Dan mengatakan cairan ini harus di cek di lab patologi untuk mengetahui lebih jelas jenis cairannya. Saya hanya bisa menganggukkan kepala menyatakan saya setuju.

Tiga puluh menit kemudian saya dipindahkan lagi ke kamar rawat. Hanya terasa pusing sedikit saja dan tidak merasakan nyeri ditempat operasi. Ini disebabkan masih ada pengaruh obat bius.

Pukul 17.00 saya berangsur sadar dan bisa berkomunikasi. Hanya saja kalau mau jalan seperti Zombie …😉.

Seusai dioperasi perawat terus menerus memberikan saya cairan antibiotik melalui infus. Alhamdulllilah tidak terlalu terasa nyerinya. Hanya senut2 sedikit saja. Wajarlah namanya juga dioperasi🙂.

Jumat 21 Maret 2015, kondisi saya semakin membaik. Alhamdullilah. Saat kunjungan dokter Eko menyampaikan saya bisa pulang hari sabtu dan melakukan perawatan jalan. Senang sekali mendengarnya. Terima kasih dr.Eko, dr. Rindu dan para perawat yang dengan baik mengobati dan merawat saya.

Hari itu juga banyak sekali teman dan mahasiswa mengunjungi saya di rumah sakit. Thank you!! Terima kasih juga kepada keluarga saya yang setia mendoakan dan menemani saya di rumah sakit.

Hari Sabtu, dokter Eko mengunjungi saya lagi dan mengijinkan saya kembali ke rumah. Beliau sangat membantu saya sekali dalam pengurusan asuransi saya. Alhamdullilah saya hanya membayar 2.6 jt saja dari total biaya operasi sebesar 26 jt. Semua biaya perawatan ditanggung oleh Prudential. Thanks Prudential dan my beloved friend Epin yang juga banyak bantu urus asuransi saya. Sisa pembayaran rumah sakit yang saya bayar dapat direimburse ke asuransi Takaful. Alhamdullilah. Terima kasih IPB yang sudah memberikan asuransi kesehatan kepada stafnya. Pelajaran penting dari pengalaman saya, siapkanlah asuransi untuk kesehatan!!. Alhamdullilah cukup meringankan beban saya.

Setelah 10 hari operasi hasil uji lab patologi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Benjolan tersebut hanya kista saja dan tidak berpotensi kanker!..Alhamdullilah….🙂.

Kista atau fibrokistik adalah kelainan akibat dari peningkatan dan distorsi perubahan siklik payudara yang terjadi secara hormonal selama daur haid. Penyakit ini umum terjadi pada wanita yang berusia diantara 20-50 tahun (>50%) (sumber: http://www.us.elsevierhealth.com/media/us/samplechapters/9780323029513/Chapter%2015.pdf)

Perubahan fibrokistik dibagi menjadi perubahan nonproliferatif dan perubahan proliferatif. Perubahan nonproliferatif mencakup kista dan fibrosis tanpa hiperlasia sel epitel (perubahan fibrokistik sederhana). Perubahan proliferatif mencakup serangkaian hiperlasia sel epitel duktulus atau duktus banal atau atipikal serta adenosis sklerotikans.

Ada tiga siklus kehidupan yang dapat menggambarkan perbedaan fase reproduksi pada kehidupan wanita yang berkaitan dengan perubaham payudara, yaitu:
1. Pada Fase reproduksi awal (15-25 tahun) terdapat pembentukan duktus dan stroma payudara. Pada periode ini umumnua dapat terjadi benjolan FAM dan juvenil hipertrovi (perkembangan payudara berlebihan)
2. Periode reproduksi matang (25 – 40 tahun). Perubaham siklus hormonal. Perubahan siklus hormonal mempengaruhi kelenjar dan stroma payudara.
3. Fase ketiga adalah involusi dari lobulus dan duktus yang terjadi sejak usia 35-55 tahun

Informasi tentang kista payudara (breast cyst) juga dapat dipelajari di sini. Dibawah ini gambaran kista payudara:

image

(Sumber: http://en.m.wikipedia.org/wiki/Breast_cyst)

Banyak sekali pelajaran yang bisa saya dapatkan dari kejadian yang menimpa saya. Salah satu pelajaran terpenting adalah walaupun saya sudah berikhtiar menjaga pola makan saya dan berolah raga, Allah mengingatkan saya agar saya lebih menyerahkan diri saya kepada Allah. Maha Suci Allah….. Thank you Allah, for everything lesson You have given to me!!

Kahuripan, 29 Maret 2015.

9 thoughts on “Kista Bukan Kanker!!

  1. Assalaamu’alaikum,
    Ibu yeni apa kabar, saya yudho, dulu kita pernah ketemu di lab egov Pak Dana Sensuse, alhamdulillah ibu sudah sehat walafiat, sesunguhnya dibalik sakit itu adalah kifarat dosa, semoga kita termasuk hamba Nya yang bersyukur. Amin🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s