yeni herdiyeni

Saya peneliti pa, bukan tukang kuitansi!!

Tahun ini adalah kali pertama saya mendapatkan hibah kerjasama luar negeri dan publikasi internasional dari Dikti. Bahaginya luar biasa karena setelah berjuang tiga kali memasukkan proposal akhirnya proposal penelitian itu dapat diterima. Demikian juga bahagianya partner saya di Paris karena bisa membantu saya mewujudkan impian kerjasama ini.

Dalam perjalanannya pelaksanaan kegiatan penelitian tidak seindah yang dibayangkan. Rencananya saya mengunjungi partner saya pada bulan Mei untuk mempelajari dan mendiskusikan penelitian dengan partner. Saya ingin melakukannya lebih awal agar saya punya waktu untuk mempelajari apa yang diajarkan oleh partner saya. Namun ternyata niat itu tidak bisa dilaksanakan karena kontrak penelitian belum bisa ditandatangani. Entah apa alasannya kontrak penelitian itu baru bisa ditanda tangani akhir 28 mei 2014. Jika saya memaksakan diri untuk melaksanakan kegiatan sebelum kontrak di tandatangani, maka resikonya saya harus menanggung biaya sendiri. Niat itu pun diurungkan. Akhirnya saya dan tim memutuskan untuk melakukan penelitian di Indonesia terlebih dahulu.

Untungnya bidang penelitian saya adalah ilmu komputer sehingga walaupun sampai dengan Juli dana belum turun, saya masih bisa bekerja dengan menggunakan komputer sendiri (bukan komputer kantor loh yah, tapi komputer sendiri. Catet!!)

The show must go on. Sampai pada saat monev internal laporan kemajuan pun pada bulan Agustus dana masih belum juga turun! Dan ketika selesai presentasi baru dikabari bahwa dana 30% talangan sudah dicairkan. Tentunya saya masih harus berucap syukur Alhamdullilah.

Setelah dana 30% cair, akhirnya saya dan tim segera turun ke lapang untuk melakukan pengambilan data. Pengambilan data terpaksa baru bisa dilaksanakan pada bulan Agustus. Selama dua bulan kami berupaya keras bekerja menyelesaikan target proposal. Dan baru pada bulan Oktober akhirnya saya bisa mengunjungi partner, karena pada bulan Agustus di Paris sedang libur musim panas. Dengan dana yg sangat terbatas tersebut saya berupaya keras bisa bekerja dengam baik di Paris. Saya pun terpaksa jujur menyampaikan kepada partner bahwa dana penelitian yg sudah cair baru 30% dan itu sangat terbatas karena hrs digunakan untuk beberapa kegiatan. Akhirnya partner saya pun mengusulkan untuk bekerja sambil liburan di rumah orang tuanya karena artinya saya bisa menghemat biaya hotel dan makan saya selama 5 hari (atau sekitar 6 juta!). Once again, thank you so much Pa Stephane and Annemiek!!

Pertengahan oktober ketika saya melakukan kegiatan di Paris, saya mendapat kabar bahwa laporan keuangan harus dilaporkan. Saya dibantu oleh rekan saya berusaha semaksimal mungkin menyiapkan pertanggungjawaban dana 30% dengan sebaik baiknya. Dan dengan keterbatasan saya karena sedang berada di LN akhirnya laporan baru bisa dikumpulkan pada akhir Oktober. Dan ternyata saya sudah tidak bisa lagi  mengusulkan sisa dana 70% yang belum dicairkan!!! Saya pikir laporan akhir keuangan harus dilaporkan setelah masa penelitian selesai yaitu awal Desember, jd yg ada dibenak saya sy hanya melaporkan dana penelitian yg 30% saja. Akhirnya solusi yang diberikan adalah saya harus membuat laporan keuangan yang 70% seolah olah saya melakukan reimburse dan artinya saya harus membuat kuitansi-kuitansi baru lagi untuk pertanggungjawaban dana yang sesungguhnya belum kami gunakan!! Sungguh saya tidak bisa memahami hal ini!… saya bukan peneliti yang memiliki dana talangan besar untuk menalangi dana 70% dari hibah. Bukan jumlah yang sedikit buat saya!! Apalagi kalau harus pinjam ke Bank untuk dana talangan… oh…no way.. Itu sebabnya saya hanya menggunakan dana 30% saja untuk kegiatan penelitian ini. Bahkan saya belum membayar honor peneliti sedikit pun!!

Seusai evaluasi kelayakan siang tadi, sepanjang jalan saya terus merenung, apa yang sebaiknya saya lakukan??!! Sungguh ini berlawanan dengan hati nurani saya…😦 Walaupun saya mendapat penilaian kinerja baik dari reviewer dan diusulkan untuk dilanjutkan tahun ke 2 tapi hati nurani saya sungguh galau, apakah kejadian serupa akan terjadi lagi tahun depan. Sungguh sy tidak berharap saya mendapatkan hibah ini lagi jika masih seperti ini kondisinya😦. Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Saya tidak paham dimana akar permasalahannya. Namun saya harus bisa memutuskan apakah bekerja dengan cara seperti ini akan diridhai Allah SWT… Hanya satu yang bisa saya lakukan sekarang, yaitu memohon petunjuk, apa yang terbaik untuk saya………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s