yeni herdiyeni

Menjadi Profesor atau Pengusaha Hidroponik ?

Kahuripan, 25 Juni 2014

Menjadi Professor atau pengusaha hidroponik? hehehe pertanyaan lucu ini begitu saja keluar dari seorang teman dekat saya yang mengetahui kalau saya baru saja mendapatkan kenaikan jabatan dosen lektor kepala tertanggal 1 Juni 2014. Alhamdullilah..🙂

Perlu waktu tiga tahun untuk menunggu proses kenaikan pangkat ini… berawal dari semangat 45 mengajukan kenaikan pangkat ini sampai akhirnya pasrah ajah dah hehehehe… Tapi akhirnya Alhamdullilah, Allah masih mengijinkan. Lektor kepala adalah jabatan fungsional dosen ketiga setelah Asisten Ahli dan Lektor dan satu tahapan lagi untuk menjadi Profesor. Bukanlah hal yang mudah untuk menjadi seorang profesor. Selain angka kredit yang dipersyaratkan minimal 850,  seorang dosen dengan jabatan Lektor Kepala baru bisa mengajukan menjadi Profesor setelah tiga tahun memiliki ijazah Doktor dan empat tahun menjadi Lektor Kepala serta memiliki tulisan di Jurnal Internasional bereputasi, hmmmm…. tidak mudah dan prosesnya butuh kesabaran hehehe… Itulah sebabnya mengapa teman saya bertanya kepada saya mau jadi profesor atau pengusaha hidroponik? hahaha….Menurut perhitungan rekan saya yang saat ini menekuni usaha hidroponik, waktu Empat tahun merintis usaha hidroponik sudah bisa menghasilkan omset 20 jt/per bulan whaaaa…menggiurkan memang hahahah….

Bagi saya pribadi, menjadi akademisi dan berkebun dua-duanya merupakan pekerjaan yang menyenangkan.. saya hobi melakukan pekerjaan itu. Namun memang berkebun tidak banyak menghabiskan energi emosi dan pikiran…walaupun sayuran yang ditanam menjadi kuning dan terkena penyakit saya tidak merasa kecewa apalagi emosi.. biasa saja….🙂 gagal, lalu tanam lagi hehehe…  berbeda dengan menjadi dosen🙂. Bukan pekerjaan mengajar dan menelitinya yang seringkali menguras emosi dan pikiran namun lingkungannya hehehe… (#eh kok jd curcol ..😉

Saya bahagia dan senang menjadi seorang dosen..🙂 Seperti yang pernah saya sampaikan pada tulisan saya yang berjudul  “Apakah saya menyesal menjadi dosen?” Walaupun tidak mudah untuk menempuh jenjang karir menjadi seorang dosen, dan begitu jauh jika dibandingkan secara materi dengan pekerjaan lainnya, namun merupakan kepuasan tersendiri bisa mengajar, membimbing dan menjadikan mahasiswa menjadi seorang sarjana …🙂

Ah, biarlah saat ini dua pekerjaan tersebut saya coba tekuni… karena saya hanya ingin mengejar kebahagiaan bukan materi …🙂. Steve Jobs juga pernah berkata :

Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma – which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of other’s opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.

Bersyukurlah dan bekerjalah untuk dunia dan akhirat …..🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s