resensi buku · yeni herdiyeni

JANGAN HANYA Minta Perbaikan Nilai Tapi Perbaiki Cara Belajarnya!

Bogor, 7 Maret 2014

Pada setiap akhir semester, selalu saja ada beberapa mahasiswa yang meminta perbaikan nilai. Dengan berbagai alasan mereka ungkapkan agar diberikan perbaikan nilai. Bahkan, permintaan perbaikan nilai ini bukan hanya dari mahasiswa, terkadang juga dari Departemen. Dengan dalih hak mahasiswa untuk mendapatkan perbaikan nilai yang tertulis pada buku panduan akademik, seringkali “memaksakan” dosennya untuk memberikan perbaikan nilai.

Saya setuju dengan hak mahasiswa untuk perbaikan nilai, tetapi ada baiknya kita perbaiki cara belajarnya. Bagaimana mahasiswa tersebut mengikuti kuliah di kelas. Sering kali saya menemukan mahasiswa di kelas hanya “duduk manis” tanpa ada sehelai kertas pun di meja, seolah  sedang menonton stand up comedy dan biasanya setelah “duduk manis” mahasiswa tersebut selanjutnya akan “tewas” tertidur…. zzzzzzzz

im01

Beberapa kali saya menegur mahasiswa yang seperti itu di kelas, dan ketika saya tanya apa isi tas yang dia bawa, ternyata hanya berisi laptop, bahkan ada juga yang tidak membawa satu pun buku tulis! Padahal coba kita ingat kembali ketika kita di sekolah. Pada umumnya siswa membawa buku teks dan pasti membawa buku tulis.

Kondisi ini tentunya tidak sejalan dengan banyaknya buku atau bahan bacaan yang harus dipelajari di bangku kuliah!

Screen Shot 2014-03-07 at 12.59.53 AM DSC00752

Forgetting Curve

ebbinghaus
Sumber: http://www.york.ac.uk/depts/maths/histstat/people/ebbinghaus.gif

Herman Ebbinghaus (1885) adalah seorang psikolog yang pertama kali mendefinisikan kurva pelupaan (Forgetting Curve). Ia menemukan bahwa semakin sering manusia mengulang informasi, maka dia akan lebih lama mengingat informasi tersebut. Ia juga mencoba menghafal tiga huruf yang tidak artinya dan dijedakan antara 20 menit hingga 31 hari. Hasil penelitiannya ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca di  “Memory: A contribution to Experimental Psychology“.

Ebinghaus Curve
http://www.psych.purdue.edu/~ben/285su2001/notes/figures/5-forgettingcurve.htm

Salah satu penemuannya adalah forgetting curve, atau kurva pelupaan, yang menunjukkan relasi antara keterlupaan dan waktu. Nampak bahwa memori jangka panjang ternyata sangat stabil. Untuk mengingat sesuatu dalam waktu yang lama tak diperlukan pengulangan yang ditumpuk dalam satu waktu, tapi lebih kepada pengulangan setelah jeda yang optimum, pada waktu yang tepat. Memori yang diulang tersebut kemudian akan bertahan lebih lama dari sebelumnya, dan dengan demikian informasi tersebut tak perlu diulang lagi untuk waktu yang lebih lama dari sebelumnya. Sistem memorisasi ini kemudian disebut sebagai “spaced repetition system”, atau sistem pengulangan berjeda (SUJ).

Screen Shot 2014-03-11 at 8.47.14 PM
Ebbinghaus Forgetting Curve (http://users.ipfw.edu/abbott/120/Ebbinghaus.html)

Ini artinya jika belajar hanya dilakukan pada saat ujian, maka bisa dipastikan hanya bisa mengingat sedikit sekali informasi yang diberikan pada saat kuliah dan sesungguhnya informasi tersebut tidak disimpan dalam memori jangka panjang!. Coba perhatikan kurva dibawah ini. Berdasarkan kurva tersebut, kita hanya mampu mengingat 75% sesaat setelah kuliah selesai. Setelah itu akan terus berkurang!

Screen Shot 2014-03-11 at 9.01.11 PM

Jadi apa yang harus dilakukan agar bisa mengingat dalam waktu yang lama? Perhatikan kurva dibawah ini:

Screen Shot 2014-03-11 at 9.13.53 PM

Menurut kurva tersebut yang harus dilakukan agar bisa mengingat dalam waktu yang lama adalah:

  • 10 menit setelah kuliah selesai lakukan review dengan cara membaca catatan kuliah (notes) yang dibuat pada saat kuliah, merapikan dan menulis kembali catatn kuliah
  • 24 jam setelah kuliah baca kembali notes tersebut, temuakan “benang merah” dari materi kuliah, baca buku teks untuk melengkapi catatan kuliah dan buat pertanyaan untuk melihat sejauh apa pemahaman yang dikuasai.
  • Setelah satu minggu sebelum kuliah berikutnya dimulai, baca kembali notes dan lakukan self-test!
  • Jadi, sebelum UTS atau UAS, anda sudah mereview materi kuliah MIN 3 kali.

Bagaimana membuat catatan kuliah (notes)?

Berikut ini beberapa contoh style catatan kuliah (notes) yang dapat membantu untuk mengingat dan memahami materi kuliah.

Summary

im03 - summary

Outline

im04 - Outline

Concept Map

im05 - concept map

Mind Map

im06 - mind map

Notes

im07 - summary

Untuk lebih jelasnya silahkan baca “A Guide to University Learning”:

http://www.learningcommons.uoguelph.ca/guides/university_learning/accessibility/studying.html

Mudah-mudahan tulisan saya ini tidak hanya dibaca oleh SEMUA yang merasa mahasiswa. Tulisan ini utamanya saya tujukan untuk mahasiswa saya yang sering hanya “bengong” di kelas.

Sumber:

  1. Ebbinghaus, Herman (tr. Ruger, Henry; Busenius, Clara). 1885. “Memory: A Contribution to Experimental Psychology”.
  2. Matthews, Mark.  Effective Study Skills. Student Learning Development. Trinity College Dublin. http://student-learning.tcd.ie
  3. Lynn Husen. Developing Smart Study Skills. classroom.jcschools.net/guidance/powerpoints/study.ppt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s