yeni herdiyeni

Hidup Sehat Bersama Hidroponik

Kahuripan, 13 Februari 2014.

Sejak Enam bulan yang lalu saya membiasakan untuk sarapan dan makan malam dengan santapan salada sayuran dan buah segar. Biasanya saya memasukkan wortel, daun salada, paprika, kentang, kacang merah jagung, semangka atau melon. Untuk wortel biasanya saya potong dengan menggunakan food processor. Kacang merah dan kentang dikukus dan selainnya hanya diiris dengan pisau. Biasanya saya mengkonsumsi makanan ini setelah melakukan olahraga lari dan Yoga selama 1 jam.. jadi lumayan lapar deh kalau habis olahraga..:)

Setelah beberapa bulan menjalani gaya hidup seperti itu, mulai terasa juga mahalnya sayuran organik , hehehe…karena rutinitas mengkonsumsi setiap hari, maka mengharuskan saya membeli sayuran dan buah tersebut dua kali dalam seminggu… Darisanalah awal mula saya ingin belajar hidroponik. Saya pun mulai mencari beberapa literatur mengenai hidroponik dari internet, berlangganan majalah Trubus dan mulai mengikuti group Facebook “Hidroponiku”. Alhamdullilah banyak informasi dan pengetahuan yang bisa saya peroleh dengan membaca buku dan diskusi grup.

Dari majalah Trubus, saya mendapatkan informasi mengenai Parung Farm. Parung Farm adalah sebuah usaha hidropinik yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggal saya di Telaga Kahuripan..:). Akhirnya saya pun mengunjungi Parung Farm dan melihat perkebunan hidropinik serta bertanya dengan pekerja kebun disana… Saya pun sangat exciting sekali melihat cara becocok tanam dengan hidroponik .

Seminggu setelah saya berkunjung ke Parung Farm, saya pun mulai menelusuri Google dan Youtube untuk mempelajari cara membuat media hidroponik. Akhirnya saya menemukan video media hidroponik yang paling saya sukai di Youtube.. Ini linknya: https://www.youtube.com/watch?v=EJjAWF2DfWY&feature=youtube_gdata_player

Setelah mempelajari video tersebut, saya bergegas di toko bangunan untuk membeli semua peralatan yang diperlukan. Dengan bantuan dari pa Zaim dan pa Mulyadi dari Pusat Studi Biofarmaka, maka jadilah media hidroponik seperti ini… tadaaaa….

1554416_10152171008479841_1337861908_n  1621666_10152180164329841_1320913953_n

Ternyata sangat menyenangkan sekali merakit alat hidroponik ini.. Mulai dari mengatur aliran air, menyiapkan nutrisi sampai mempersiapkan memasang pompa, salah membeli rockwol (yang dibeli malah cocopeat) ..belanja pupuk di Ace Hardware (gaya bener…hehehhee).. maklumlah :p. Oya .. untuk pembaca yang ingin membuat media hidroponik, biaya yang saya keluarkan untuk membuat tempat hidroponik ini lebih kurang 1.5 jt (belum termasuk ongkos pasang yah heheh). Kalau bisa membuat sendiri bisa lebih hemat kok🙂

Sambil menunggu tempat hidroponik jadi, saya sudah belajar memyemai bibit loh😉.. Ini foto pengalaman pertama menyemai kangkung, pak choy dan salada… Kata temen2 di facebook sih katanya kutilang (kurus tinggi langsing) atau etiolasi.. karena kurang cahaya matahari.. maklum saya terlambat membuka tutup semai karena dari buku katanya 2-3 hari.. yah sudah saya diamkan.. :p ternyata kualitas benih berbeda, nah mungkin yang saya beli termasuk yang bagus, karena tidak terlalu lama menunggu nongolnya … dan kalau sudah sprout (bertunas – mulaikeluar dari biji) sebaiknya dikenakan matahari heheh..🙂..

1551720_10152174889609841_2130432203_n 1480668_10152182293294841_760869267_n

Setelah seminggu lebih saya mulai memasukkan bibit ini ke dalam media hidroponik.. FYI, ternyata seminggu kecepetan..hehehe,,, yang benar adalah 21 hari setelah keluar daun sejati (daun ke 3 atau ke 4 yang tumbuh ) — saking ga sabarnya ingin menggunakan media hidropinik heuheu…

Singkat cerita inilah perkembangan pertumbuhan sayuranku saat ini🙂

IMAG0287 IMAG0288 IMAG0287

IMAG0279 IMAG0290 IMAG0292 IMAG0293 IMAG0294 IMAG0289 IMAG0279 IMAG0278

IMAG0291 IMAG0295

Setelah alat hidroponik ini berdiri cantik di garasi rumah, beberapa tetangga mengunjungi garasi rumah saya hihihi…bahkan ada meledek saya dengan menyanyikan lagu “taman yang paling indah, hanya taman Yeni… :p … ada-ada saja … ada pula yang berkomentar.. wah begini nih kalau orang IPB mah berkebun….. padahal saya di IPB orang ilmu komputer … :p yang hanya mendapat 2 sks mata kuliah Pengantar Ilmu Pertanian🙂

Sudah dulu yah..sharing hidroponiknya.. mau rapat dulu nih jam 13 :)…

Semoga bermanfaat

23 thoughts on “Hidup Sehat Bersama Hidroponik

  1. Hai mbak Yeni, salam kenal. Pertama mau bilang, keren deh blognya, simpel tapi informatif. Sy ketemu blog mbak ini ketika lihat share artikel di (kalo nggak salah) grup komunitas belajar hidroponik di fb. Anyway, sy newbie di hidroponik dan berencana bikin mini farm seperti punya mbak ini di rumah sy. Saya jg dah lilhat tautan video dari youtube yg ada di artikel ini, tapi masih ada bbrp hal yg ingin sy tanyakan.
    1. Kalau lihat di videonya, sepertinya nggak pakai green house ya mbak? beratapkan langit begitu saja? apa yg mbak Yeni jg sama? Trus kalo hujan gimana?
    2. di dalam tandon air nya pake penghasil buble oksigen gitu mbak?
    3. pompa untuk naikin air ke paralon itu pakai merek apa? konsumsi watt nya berapa?
    4. penempatan paralon apakah diberi kemiringan tertentu (supaya aliran air lbih mudah)?
    5. apakah dilakukan pengecekan pH dan EC/ppm secara berkala?

    Segitu dulu mbak pertanyaan yg kepikiran, semoga berkenan menjawab, dan nggak bosen klo saya ingin nanya lagi.

    1. Salam kenal juga mba.
      1. Untuk menghidari hujan, saya menggunakan atap penutup pipa mba
      2. Saya belum menggunakan buble oksigen. Hanya menggunakan pompa aquarium. Sebaiknya menggunakan buble air supaya kaya oksigen.
      3. Lupa saya mba merknya, saya beli di Ace Hardware. Wattnya 45 Watt kalo ga salah
      4. Benar mba dimiringkan, hanya jangan terlalu miring supaya tidak terlalu tipis airnya, dan sbaiknya diatur menggunakan pipa drat supaya ada genangan saat mati listrik. tapi tipis saja.
      5. Saya belum punya alatnya mba🙂 .. so far sih masih ok🙂

      Baik, mba silahkan saja kalau ada yang ingin ditanyakan lagi🙂

  2. Keren banget. Menarik banget. jadi pingin bisa nih mbak. Mau tanya mbak, untuk alat hidroponiknya berapa total biaya yang dikeluarkan : misalnya beli paralon, besi siku lobang, pompa aquarium, bayar tukang, dll

  3. salam kenal mba yeni,…..saya mau tanya : apa yang menyebabkan daun hidroponik sawi saya tidak berkembang ? sudah sebulan masih tetep kecil2, kemudian untuk cairan nutrisi kebetulan ditempat saya sangat susah untuk mendapatkannya,bisa ga diganti dengan pupuk yang lain, makasih di tunggu jawabanya

  4. mhantab banged mba yeni… Semoga lancar.
    Yang sy mau tanyakan: kalo seumpama sudah panen, kita bisa jual kemana yah…
    Itu ajah mba.
    Tks

  5. Mbak Yeni, mohon bantuannya. Menurut mbak, bolehkah saya tau alat-alat apa saja yang diperlukan untuk membuat media hidroponik? Kemudian cara memasang pvcnya bagaimana?

      1. Kalo pipa yang untuk netpot nya ukuran berapa ya Mbak Yeni? soalnya saya juga tertarik bikin model yang seperti ini.

  6. Salam kenal mbak yeni. Inspiring bgt deh. Insya allah pingin juga ikutan hidroponik. Tapi belum ekarang, anak masih bayi nih…hehe..

  7. Salam,,pak mau tanya,,kalau pakai system NFT meng ON kan aliran airnya sehari berapa kali dan kira2 jam berapa idealnya pak? saya masih bingung sama artikel2 yang menggunakan timer untuk menghidupkan pompa. dan jam berapa ngidupin aliran tidak dijelaskan,,mohon bimbingan

  8. Maaf ibu yeni salam kenal dr bali, kami ingin mencoba hidroponik, tapi kemdala dengan nutrisinya, dimana kita bisa dmapatkan nutrisinya dan bagamana caranya, mhn inf,o. Suwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s