Agama · on vacation · yeni herdiyeni

Sekelumit Kisah Perjalanan Umrah

Satu umrah ke umrah berikutnya menjadi pelebur dosa yang terjadi diantara keduanya. Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga”
(HR. al-Bukhari)

Keinginan saya untuk melaksanakan ibadah umroh Alhamdullilah bisa terlaksana pada tahun ini. Ini adalah kali pertama saya melaksanakan ibadah umroh. Tepat tanggal 20 Mei 2012 saya memulai perjalanan ritual umrah. Perjalanan dimulai dari kegiatan manasik di asrama haji Pondok Gede. Setelah mengikuti kegiatan manasik, keesokkan harinya saya beserta rombongan menuju ke Bandara Soekarno Hatta. Rute perjalanan kami adalah Jakarta – Abu Dhabi – Jeddah – Madinah – Mekkah. Dengan menggunakan pesawat Etihad Airways, perjalanan dari Jakarta menuju Abu-Dhabi membutuhkan waktu selama lebih kurang delapan jam. Sedangkan perjalanan dari Abu-Dhabi ke Jedah selama lebih kurang dua jam. Perjalanan yang cukup melelahkan.

Perjalanan umrah kali ini saya terpaksa pergi sendiri. Pada awalnya sempat ada kekhawatiran mengenai hal ini. Setelah bertanya kepada beberapa orang yang paham agama, akhirnya tekad saya untuk umrahnya terlaksana. Terima kasih untuk Ibu dan Bapak Kus yang sudah berkenan menjadi orang tua “angkat”.🙂

   

Kota Jeddah

Setelah melalui perjalanan selama sepuluh jam melalui Abu-Dhabi, saya beserta rombongan tiba di kota Jeddah. Kota Jeddah merupakan kota yang paling menonjol di wilayah Mekah al-Mukarramah. Jeddah disebut pula dengan Pengantin Laut Merah karena terletak di pertengahan pesisir Laut Merah bagian Timur. Jeddah dianggap sebagai pusat perekonomian dan wisata bagi kerajaan Arab Saudi. Populasi penduduknya berjumlah sekitar 3.2 juta jiwa dan dianggap sebagai kota terbesar kedua setelah Riyadh di Kerajaan Arab Saudi.

Kota Madinah

Dari kota Jeddah kami menuju kota Madinah. Perjalanan dari Jeddah menuju Madinah membutuhkan waktu lebih kurang lima jam menggunakan bus. Madinah atau nama penuhnya Madinah al-Munawwarah (Arabالمدينة المنورة) adalah salah sebuah kota yang terdapat di wilayah HijazArab Saudi. Madinah pada asalnya bernama Yathrib tetapi selepas peristiwa hijrah, namanya diubah kepada Madinat Al-Nabi (Kota Nabi) ataupun Al Madinah Al Munawwarah (Kota yang bercahaya) sementara perkataan Madinah bermaksud “bandar/kota”.

Madinah adalah kota paling suci yang kedua bagi umat Islam. Hal ini adalah kerana di Madinah terletaknya Masjid an-Nabawi yang mana terdapat makam Nabi Muhammad s.a.w.. Kawasan itu terletak di atas tapak rumah Nabi Muhammad s.a.w.

Sumber : http://ms.wikipedia.org/wiki/Madinah_al-Munawwarah

Setibanya di Madinah, kami sampai di hotel Mubaraq. Sebuah hotel yang tidak jauh dari mesjid Nabawi.

      

Mesjid Nabawi

Masjid Nabawi, adalah salah satu mesjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah,Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad saw. dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah saw., setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah saw. tiba di Madinah, yaitu di tempat unta tunggangan Nabi saw. menghentikan perjalanannya. Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah saw. untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman beliau

(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Nabawi)

    

Selepas sholat subuh, diluar halaman mesjid Nabawi saya melihat banyak sekali pendagang yang menjual baju, kerudung, minyak wangi dan lain-lain. Ramai sekali. Sepanjang jalan dari mesjid Nabawi dan hotel ramai dengan penjual.

Mesjid Quba

Ibnu Ishaq menyebutkan, Rasullullah membangung mesjid Quba untuk bani Amr bin Auf. Ibnu Abu Khaitsamah menuturkan, ketika Rasullulah mendirikanmesjid Quba, beliaulah yang pertama kali meletakkan batu tepat di kiblatnya. Abu Bakar lalu datang membawa batu dan meletakkannya. Dilanjutkan Umar yang meletakkan batu di samping batu Abu Bakar. Setelah itu, kaum muslimin beramai-ramai membangunnya.

As-Suhaili menuturkan, Mesjid Nabawi adalah mesjid pertama yang dibangun dalam Islam. Mengenai penghuni mesjid Quba Allah SWT berfirman “Di dalammnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri (QS. at-Taubah [9]:108)

       

Niat Ihram (Miqat) di Bir Ali

Saya bersama rombongan memulai ihram dari Madinah. Ihram adalah niat untuk melaksanakan manasik haji, umrah atau keduanya sekaligus. Miqat adalah tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh Rasullulah untuk melaksanakan niat ihram. Pada dasarnya, penentuan miqat berpijak pada al-Quran.

Dzul Hulaifah adalah miqat penduduk Madinah. Saat ini tempat tersebut dikenal dengan Abyar Ali atau Bir Ali. Jaraknya dengan Mekah sekitar 420 KM. Bir Ali adalah sumber air bagi bani Jusham dan miqat bagi penduduk asli madinah, Syam, penduduk antara Hadzat dan Dzatu ‘Irqin”.

     

   

 

Masjidil Haram

Masjidil Haram meliputi Ka’bah, halaman ka’bah, mesjid yang mengelili ka’bah beserta halamannya. Sementara mesjid al-Mukarramah dan mesjid di wilayah Mekah tidak termasuk Masjidil Haram. Ketika saya mengunjungi masjidil haram, disekitar masjid tengah dilakungan pembongkaran gedung. Mungkin sedang dilakukan penataan kota lagi. Oleh karena itu saya selalu berusaha menggunakan masker untuk menghindari mengisap debu. Namun Alhamdullilah sampai selesai menunaikan ibadah, saya masih diberi kesehatan oleh Allah Subhannahuwatalla. Alhamdulliilah.

        

      

Selama melaksanakan ibadah umroh saya didampingi oleh seorang ustad muda yang bernama mas Fadholi. Seorang ustad yang lebih senang dipanggil Mas daripada Ustad. Hehehe… sip! Makasih yah mas sudah mengajarkan ibadah umroh. Moga suatu saat bisa mengajarkan ibadah lainnya yah.. oiya.. moga studinya lancar dan segera kembali ke Indonesia.. Good Luck!

Kota Mekah

Setelah melaksanakan umrah, saya bersama rombongan mengikuti city tour di kota Mekkah.

          

    

Jabal Tsur

Jabal Tsur adalah pelindung Rasullulah dari kafir Quraisy. Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur.Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraiys

Sumber : http://www.jurnalhaji.com/2009/11/23/jabal-tsur-pelindung-rasulullah-dari-kafir-quraisy/

     

Jabal Uhud

Uhud adalah nama gunung tempat terjadi perang Uhud. Ia adalah gunung berwarna merah dan tidak memiliki puncak. Uhud terletak di sebelah utara Madinah, jaraknya dari Madinah sekitar 1 mil. Di gunung ini pula terjadi peristiwa yang memilukan, yaitu terbunuhnya paman Rasullullah yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib, beserta 70 pasukan muslim. Tidak hanya itu otot besar dibagian depan paha nabi sobek dan wajahnya terluka dan bibirnya pecah. Perang uhud adalah hari penuh ujian dan musibah. Peristiwa itu terjadi pada 2 tahun, 9 bulan dan 7 hari sejak Rasullullah berhijrah atau pada tahun ke-3 H.

             

Jabal Rahmah

Jabal Rahmah atau bukit rahmat letaknya di Arafah sebelah timur kota Mekah, Arab Saudi.  Konon ada sebuah riwayat yang menceritakan bahwa Jabal Rahmah adalah tempat bertemunya kembali Adam dan Hawa setelah mereka diturunkan dari Surga dan berpisah selama ratusan tahun lamanya. Padang Arafah adalah tempat melakukan wukuf. Abdullah bin Kinanah bin Abbas bin Mardas as Sulami meriwayatkan dari ayahnya, bahwa Rasullulah berdoa meminta ampunan untuk umatnya pada senja hari Arafah.

                   

     

  

Arafah

Padang Arafah merupakan daerah terbuka dan luas yang terletak di sebelah timur luar kota suci Makkah, disinilah umat Islam menunaikan rukun wukuf. Wukuf di padang Arafah merupakan salah satu rukun haji, bagi mengingati kembali peristiwa di mana Nabi Adam a.s. dan Hawa telah diturunkan ke bumi dari syurga atas sebab mengingkari perintah Allah dan terpedaya oleh tipu daya Iblis. Mereka telah dipisahkan di dunia ini dan mengambil masa 40 tahun untuk bertemu kembali. Tempat pertemuan mereka adalah di Padang Arafah iaitu di Jabar Rahmah. Di sinilah bertahun-tahun mereka memohon ampun daripada Allah. Akhirnya permohonan mereka diterima Allah.Wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijjah bererti berhenti seketika di padang itu.Berada di padang Arafah dalam suasana hangat dan panas terik memberi peringatan awal kepada umat Islam mengenai keadaan di padang Mahsyar di mana semua manusia tanpa mengira bangsa,pangkat atau kedudukan akan dihimpunkan untuk menerima pengadilan berdasarkan amalan makruf dan mungkar mereka semasa di dunia (sumber : http://ms.wikipedia.org/wiki/Padang_Arafah)

      

Kebun Kurma

Setelah mengunjungi beberapa tempat bersejarah, saya bersama rombongan mengunjungi kebun kurma. Di area kebun kurma ini terdapat sebuah toko kurma dengan berbagai macam makanan yang terbuat dari kurma.

  

Percetakan Al-Quran

Saya bersama rombongan juga mengunjungi tempat percetakan al-Quran terbesar di kota Mekah. Di tempat percetakan al-Quran ini, laki-laki bisa memasuki area percetakan dan bisa mendapatkan al-Quran secara gratis. Sedangkan untuk perempuan tidak diijinkan masuk. Bagi anda yang ingin membeli al-Quran, terdapat toko disamping percetakan yang menjual al-Quran.

  

 

Mesjid al-Qiblatain

Mesjid al-Qiblatain terletak di daerah bani Salamah diatas bukit kecil Herrat Wabrah di barat laut Madinah. Secara pasti mesjid Qiblatain berada di jalan Khalid bin al-Walid berpapasan dengan Jalan Raya Sulthanah (pusat perdagangan di Madinah). Mesjid ini dekat sekali dengan jalan Raja Abdullah dari arah Barat. Luas mesjid mencapai 3.920 meter persegi. Pada bagian atasnya terdapat dua kubah, yang pertama ber diameter 8 meter, dan yang kedua ber diameter 7 meter. Tingginya masing-masing mencapai 17 meter.

Nama masjid al-Qiblatain sesuai dengan riwayat dalam shahih al-Bukhari dari al-Barra bin Azib bahwa ketika Rasullullah datang ke Madinah, beliau shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan. Beliau ingin sekali menghadap ke Ka’bah. Untuk itu Allah menurunkan firman-Nya, “Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi” (QS. al-Baqarah [2]:144). Beliaupun diperintahkan menghadap ka’bah. Seorang lelaki sholat Asar bersama beliau. Kemudian lelaki itu keluar dan melihat kaum Anshar sedang sholat. Lelaki itupun berkata bahwa dia sholat bersama Nabi Muhammad menghadap Ka’bah. Mendengar itu, mereka yang sedang sholat Asar segera berputar menghadap arah Ka’bah saat ruku.

Beberapa ahli tafsir menyebutkan bahwa ayat perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah diturunkan kepada Rasullullah. Beliaupun sjolat Zhuhur di mesjid bani Salamah dan mesjid itu dinamana Mesjid al-Qiblatain (Tafsir Ibu Katsir, Surat Al-Baqarah ayat 144).

    

Niat Ihram di Mekkah (Miqat di Ji-ronnah)

Mesjid Ji-ronnah atau mesjid Hudaibiyah merupakan tempat miqat yang paling afdol bagi penduduk Mekah, bahkan nabi pun pernah berihram disini. Mesjid ini dibangun untuk mengenang jejak Rasullulah. Nabi pernah menginap disini selama 13 hari.

Nama Hudaibiyah sudah tidak asing lagi di kalangan kaum Muslimin. Di tempat inilah Rasulullah pernah membuat perjanjian Hudaibiyah dengan kaum musyrikin.

Hudaibiyah merupakan kota yang berada di sekitar 26 kilometer dari Masjidil Haram. Kawasan tersebut juga dikenal sebagai daerah perbatasan Tanah Haram, sehingga sering dijadikan tempat miqat umat Islam yang melaksanakan ibadah haji atau umrah.

Nama Hudaibiyah sebenarnya diambil dari nama telaga, yang juga dikenal dengan sebutan telaga Asy-Syumaisi.

Sejarah Hudaibiyah bermula pada tahun 628 Masehi yang bertepatan pada bulan Dzulqaidah tahun 6 Hijriah. Kala itu Rasulullah bersama 1400 muslim berangkat dari Madinah menuju Makkah dalam rangka menunaikan ibadah umrah. Namun kaum Quraisy menyiagakan pasukan untuk menahan rombongan Rasulullah agar tidak masuk ke Makkah.

Rasulullah mengambil jalan diplomasi dengan kaum Quraisy yang kemudian dikenal dengan Perjanjian Hudaibiyah. Untuk mengenang kejadian fenomenal itu dibangun sebuah situs, namun sayang kini menjadi puin-puing dan banyak coretan di mana-mana.

Informasi perjanjian Hudaibiyah dapat dibaca di http://kabarhaji.com/wisata/898/hudaibiyah-dan-diplomasi-tingkat-tinggi-muhammad

  

  

Mesjid Terapung di Laut Merah Jeddah

LAUT MERAH adalah sebuah teluk yang ada di bagian barat Jazirah Arab, yang memisahkan benua Asia dengan Afrika. Jalur ke laut di selatan melewati Babul Mandib dan Teluk Aden sedangkan di utara terdapat Semenanjung Sinai dan Terusan Suez. Laut ini di tempat yang terlebar berjarak 300 km dan panjangnya 1.900 km dengan titik terdalam 2.500 m. laut merah juga menjadi habitat bagi berbagai mahluk air dan koral.

Yang menarik adalah jika Anda melakukan perjalanan UMROH, di laut merah kota jeddah terdapat sebuah masjid terapung yang dibagun dari harta seorang janda kaya, janda tersebut membangun masjid terapung karena terinspirasi oleh hadist Rasulullah SAW. dimana setiap hamba yang membangun masjid maka dia akan di bangunkan sebuah istana yang megah di syurga Nya kelak. 

Semoga kisah perjalanan umroh ini bermanfaat bagi Anda. Amin.

Jakarta, Madinah, Mekah (20-29 Mei 2012)

27 thoughts on “Sekelumit Kisah Perjalanan Umrah

  1. ceritanya lengkap banget, berapa hari di sana? kira2 saya bisa juga ga ya, jalan2 city tournya, Insya Allah ada rencana brkt umroh sekalian nemenin ortu tgl.14 Maret 13 yad, semoga diberikan kemudahan dan kesehatan untuk bisa sampai ke sana

  2. Ibu Anita yang baik, terima kasih telah mengunjungi web saya. Perjalanan saya tahun lalu selama 9 hari bu, termasuk perjalanan PP. Semoga bermanfaat buat ibu. 🙂 Selamat menunaikan umroh…

  3. assalamualikum..wr..wb mbk yeni salam kenal dr saya ira di jambi_ jadi terharu n merinding baca web nya mbk yen.. moga allah beri kemudahan juga buat saya nti sampai disana ya mbk,,,aminnnn ya rabbalaminn

  4. Sangat membantu infonya…in shaa Allah saya juga akan ke sana,semoga Allah SWT mengijinan kita semua dapat mencium baitullah,amin

  5. bagus mba infonya , tapi boleh dong mba di muat tata cara dan bacaan doa saat ibadah umroh dr awal sampai akhir,hehe
    semoga sy juga cepet2 bisa ibadah kesana amin barakallahulakum😀

      1. Assalamualaikum wrwb.
        Mba Yeni. Maaf tanya kalau pergi Umroh dari Jakarta Langsung ke Madinah naik pesawat Saudi Airlines Apakah Bisa …. ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s