yeni herdiyeni

Budaya Kampus ala “Fast Food”

Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar istilah fast food ? Mungkin ada yang membayangkan makanan cepat saji, enak dimakan, mudah didapatkan dll. Namun saya yakin anda pun tahu apa bahaya mengkonsumsi “fast food” atau yang sering kita sebut juga dengan junk food. Sebagian besar bahaya atau dampak negatifnya akan muncul dalam waktu yang cukup lama, atau yang lebih menakutkan lagi jika bahaya itu baru bisa dideteksi setelah kondisinya parah.

Kalau saya mengamati ada beberapa ciri fast food yang umumnya dapat membahayakan manusia diantaranya:

1. Pada umumnya makanan fast food TIDAK MEMPERHATIKAN KANDUNGAN nutrisinya (mengandung sedikit serat, kurang sayuran dll). Ini yang disebut dengan istilah “junk food”.

2. Pada umumnya makanan fast food INGIN CEPAT SAJI sehingga kebanyakan makanan menggunakan pengawet agar tahan lama.

Saat ini sejauh yang saya lihat, ternyata budaya ala fast food tanpa disadari juga mulai masuk lingkungan kampus. Mulai dari penilaian untuk Peringkat Webomatric, akreditasi, bahkan saat ini ramai gonjang ganjing aturan Dikti mengenai publikasi Jurnal.

Mari coba kita amati satu persatu fenomena itu.

1. Webometrics adalah salah satu ukuran peringkat Universitas di dunia maya. Indikator yang digunakan untuk penilaian webometrics yaitu:

  • Visibilitas yaitu dimana sebuah web universitas mendapatkan banyaknya backlink yang mengarah kepada web utama universitas tersebut. Presentase yang diperoleh ±50%.
  • Rich File yang mempunyai arti seberapa banyaknya sebuah web universitas memiliki file2 ( doc, pdf, dll ) dalam situsnya. Semakin banyak yang menggunakan file2 tersebut tentu semakin banyak pula skor penilaian yang didapat. Presentase yang diperoleh ±20 %.
  • Size / Jumlah yaitu apakah sebuah web universitas memiliki sub-domain. Semakin banyak sub-domain tentu semakin banyak juga penilaian yang didapat. Presentase yang diperoleh ±15%.
  • Scholar  yang dimaksud adalah jumlah artikel yang didapat dari situs tersebut. Presentase yang diperoleh ±15%.

Dari penilaian tersebut, penilaian tertinggi adalah visibilitas (banyaknya backlink). Jadi dapat dikatakan universitas yang memiliki ranking webometrics yang bagus tentu akan bagus juga dalam penerapan Teknologi Komputer. Seyogyanya nilai visibilitas itu dicapai dengan meningkatkan informasi/CONTENT yang baik dan berkualitas sehingga pada akhirnya orang banyak mengakses dan secara otomatis skor visibilitynya meningkat. Memang tidak mudah untuk mencapai hal ini dalam waktu singkat. Dibutuhkan waktu atau proses yang lama untuk mencapai skor secara ALAMIAH. Pada akhirnya muncullah trick-trick SEO (Search Engine Optimization) yang meng”akali”nya dengan trick-trick Black Hat atau White Hat.. saya pikir analogi ini tidak berbeda dengan “junk food”.

2. Akreditasi. Akreditasi adalah salah satu standar penilaian evaluasi diri sebuah program studi. Seyogyanya ini pun sangat baik sekali karena dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Seyogyanya nilai yang baik adalah “reward” dari sebuah proses yang baik. Namun seringkali dalam pelaksanaannya lebih mementingkan hal-hal administrative/dokumen daripada proses itu sendiri.

3. Gonjang-ganjing aturan DIKTI mengenai Jurnal. Banyak komentar yang bermunculan. Salah satunya tulisan rekan baik saya Pa Anto Nugroho sudah banyak mengulas masalah ini. Saya sepaham dengan beliau.  (http://asnugroho.wordpress.com/2012/02/02/tulislah-journal-jika-anda-ingin-meraih-sarjana-di-indonesia/). Fenomena yang sudah terjadi ada pada point 6.

6. Saya khawatir, peraturan tersebut akan membuat tiap fakultas berlomba-lomba membuat jurnal sendiri, dengan proses review yang tidak seketat jurnal terakreditasi. Tujuannya agar kelulusan sarjana tidak terganjal oleh aturan keharusan publikasi tersebut. Kalau ini yang terjadi, saya khawatir hasilnya akan kontra produktif. Jurnal-jurnal itu tidak akan pernah dibaca/dijadikan referensi oleh peneliti yang lain karena kualitasnya tidak diakui

Hmmmm……..  “No Pain No Gain…..”  Proses lebih penting daripada hasil..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s