yeni herdiyeni

Filosofi Jalanan

Pernahkah Anda mengalami ban mobil atau motor Anda kena paku dijalan? Merasa sedih atau kesal karena ban menjadi kempes, itu hal yang wajar.. namun apakah kemudian anda bisa menyalahkan jalan atau orang lain sebagai penyebabnya? tentunya tidak bisa bukan.. paling-paling kita menggerutu… yah itu masih hal yang wajar.. Kita tidak mungkin menyalahkan jalan atau orang lain sebagai penyebab, karena ternyata kendaraan lain yang melalui jalan itu tidak mengenai paku itu dan aman-aman saja.. Mengapa? yah.. mungkin karena orang lain hati-hati dalam mengendarai kendaraan dan waspada sehingga bisa menghindari paku tersebut.. dan kita bisa terkena paku mungkin karena kita kurang waspada dan hati-hati… hmm.. mungkin anda juga bisa bilang… “Ah saya sudah hati2 kok…tapi tetap ajah kena..” dengan kenyataan itu, maka kita kita hanya bisa pasrah kepada Tuhan karena mungkin sedang diuji oleh Tuhan.. Daripada marah2 kan mending kita ganti ban yang kempes itu supaya bisa kembali berjalan…🙂 Sederhana bukan..? Namun bagi saya, maknanya tidak sesederhana itu.. inilah yang saya sebut dengan filosofi jalanan….

Pengalaman saya menempuh studi S2 dan S3 sama halnya seperti saya mengendarai mobil di jalan. Terkadang jalannya lancar, terkadang tersendat karena macet, dan pernah juga terkena paku di jalan.. dan kempes..pes.. Kejadiannya tengah malam pula dan sendirian… hmffhm.. Studi saya tidak selamanya lancar.. mengalami hambatan.. apalagi ketika mengerjakan penelitian s3 saya.. Tidak sedikit hambatan yang harus saya lalui…….

Anda juga mungkin pernah/sedang mengalami hal yang sama. Entah itu hambatan dengan tugas kuliah ataupun hambatan dengan dosen.. Apalagi ketika kita sedang melakukan penelitian, kita akan seringkali berinteraksi dengan dosen… dan mungkin bisa saja muncul masalah.  Ketika masalah itu muncul, apapun masalahnya.. saran saya hanya satu.. coba terapkan filosofi jalanan tadi.. Kalau kita mendapatkan masalah, maka coba intropeksi diri apakah kita sudah berhati-hati. Kalau anda sudah merasa berhati-hati, maka yakinkan diri bahwa masalah ini adalah ujian Tuhan. Mencobalah untuk tidak menyalahkan orang lain, sama seperti ketika ban mobil kita terkena paku, kita tidak bisa menyalahkan orang lain.. karena kendaraan yang lain aman2 saja melalui jalan itu. Yang justru harus kita lakukan adalah bangkit perbaiki ban itu kemudian berhati-hati dan selalu memohon petunjuk dan perlindungan Tuhan…

Semoga bermanfaat!

One thought on “Filosofi Jalanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s