yeni herdiyeni

Selamat Jalan Guruku….

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un …………..

Karangan bunga untuk guruku.......

Jumat, 29 Oktober 2010. Pagi itu terasa dingin dan sepi. Langit mendung dan hujan rintik membuat pagi itu terasa sangat mencekam. Usai sholat subuh, aku tiba-tiba mendengar suara sms. Setelah aku buka, tersentak aku membacanya.

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Jam 3 pagi ini pak Rambe telah berpulang ke Rahmatullah. Mohon doa buat almarhum. Semoga almarhum mendapat ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah. SWT. Amin. Smoga keluarga yg ditinggalkan almarhum diberi kesabaran dan kekuatan batin menghadapi musibah ini. Amin.”

Masih teringat dibenakku wajah beliau ketika terakhir kali aku menjenguk beliau di RS Persahabatan Jakarta, setelah lebaran yang lalu. Wajah beliau begitu lemah dan mencoba tegar menahan rasa sakit kanker itu. “Sakit Yen badan saya….” begitu ujar beliau sambil terus memijat bagian atas tangannya… Tak kuasa rasanya melihat sakit yang beliau rasa…😦. Terlebih setelah aku membaca tulisan beliau di facebook yang menceritakan betapa sakitnya beliau. Tak terasa menetes air mataku …

Inilah yang beliau sampaikan dalam tulisan itu selama menjalani terapi ……

Selasa, 3 Agustus 2010, dicoba untuk tidak mengkonsumsi pain killer yang sdh hampir 10 bulan dikonsumsi utk menghilangkan sakit di paha dan perut bagian bawah. Inilah ceritanya……

Mula-mula (4-5 bulan pertama) masih bisa mengandalkan jenis pain killer spt Celebrex atau Zaldiar untuk mengatasi efek syaraf yg terganggu oleh tumor di tulang Lumbal 3. Tetapi sejak 5 bulan lalu harus ditambah dengan MST Continuous (morfin), mula2 10 mg kemudian dinaikkan menjadi 15 mg. Sekarang pakai celebrex siang hari dan MST Cont malam hari.

Pada saat ini memang proses kemo belum selesai. Yang sudah selesai adalah radioterapi tulang Lumbal 3. Radioterapi menggunakan Linac 8 kali dan Cobalt 2 kali. Sedang untuk kemoterapi untuk mengejar kanker di paru kiri baru selesai siklus 3 (A dan B). Masih ada 1 siklus lagi, 10 Agust untuk sikulus 4A dan 19 Agust untuk siklus 4B. Seri A menggunakan Cytogen dan Carboplatin, seri B mengunakan Cytogen saja. Semuanya masuk melalui infus.

Kembali ke tgl 3 Agust kemarin. Di tengah-tengah rasa sakit di paha sempat tertidur kira-kira 1 1/2 jam tengah malam. Setelah itu tidak bisa bisa tidur lagi karena kesakitan terus. Akhirnya menyerah….. Pukul 4 pagi terpaksa ambil morfin 15 mg. Barulah bisa tidur sampai pukul 5, minum obat mag ranitidin dan inpepsa (baru sadar bahwa ini salah: seharusnya ranitidin dimakan dua jam sebelum inpepsa, bukan pada waktu yang bersamaan) . Sambung lagi tidur hingga pukul 8 pagi….. terus sarapan… Telur ayam rebus 3 butir dan semangkok bubur kacang hijau (Tukang buburnya sudah pulang kampung, mau agustusan dan puasa, jadi harus masak sendiri. Bubur kacang hijau bikinan rumah lebih padat dibanding yang dijual keliling, tetapi rasanya tidak lebih enak).

Mungkin akan diteruskan saja konsumsi pain killer sampai kemoterapi selesai. Setelah itu barulah dicoba lagi pengurangan dan kemudian penghentian pain killer ini…… Mudah2an bisa.

Ya Allah… kini Engkau telah bebaskan guruku dari sakit itu…

Lebih kurang setahun lamanya beliau sakit setelah selesai menunaikan tugas mulianya sebagai dosen di IPB. Beliau adalah sosok dosen yang sangat tegas namun masih tetap humoris.. Walaupun beberapa waktu terakhir tidak banyak waktu kebersamaan dengan kami, namun beliau masih menyempatkan hadir di kantor pada hari sabtu bahkan minggu.

Beliaulah yang pertama kali diberi amanah untuk memimpin Jurusan Ilmu Komputer IPB pada tahun1992. Pada awalnya Ilmu Komputer adalah program studi dari Jurusan Statistika. Adalah almarhum Bapak Prof. Andi Hakim Nasution yang pertama kali menginisialisasi Jurusan Ilmu Komputer di IPB.

Pa Rambe, beliaulah salah satu guru yang membimbing aku untuk menjadi guru seperti beliau.. Terima kasih pa atas ilmu dan bimbingan yang telah bapak berikan kepada kami.. Kami akan teruskan tugas muliamu untuk memberikan ilmu kepada murid-murid kami.. Dahulu bapak membina dan membimbing kami supaya bisa tumbuh menjadi “bunga” yang harum… kini kami telah berbunga pa, kami siap melanjutkan tugas mulia bapak.. semoga kami bisa menambah harum taman ilmu yang telah bapak rawat sejak dulu…

“Selamat jalan guruku, orang tuaku, sahabatku …. Semoga Allah melapangkan kubur, mengampuni segala khilaf dan menerima semua amal ibadah bapak… Amin…”

 

 

 

Saya mohon kepada seluruh sahabat, rekan alumni, mahasiswa Ilmu Komputer IPB untuk mendoakan beliau agar diterima di tempat yang baik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Amin

Kahuripan, 29 Oktober 2010.

5 thoughts on “Selamat Jalan Guruku….

  1. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.. saya juga mendapat sms dari temen tentang berita ini. Di hari yang sama, mendapat dua berita duka😦 sedih sekali bu. Meski tidak begitu mengenal beliau, tapi sedikit banyak tau tentang beliau.

    InsyaAllah saya mendoakan..

  2. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un..

    walaupun saya tak mengenal Bapak secara langsung, tapi sedikit banyak saya tau.
    selamat jalan Pak Rambe..
    semoga Tuhan senantiasa memberi tempat yang lapang di sisi-NYA, dan diampuni dosa2. amien.

  3. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un..

    Turut berduka Cita, dari Saya alumni ILKOM.. Kami pernah diajarkan sebentar oleh beliau dalam matakuliah “Pattern Recognition”. Cukup berkesan dan memberikan banyak motivasi..

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s