resensi buku · yeni herdiyeni

Bagian 1 : Belajar dari Steve Job – pendiri Apple

Sumber : Inside Steve’s Brain. Menyingkap rahasia pemikiran Pendiri Apple.

Pada tahun 1994 Apple mendominasi hampir 10 persen pasar dunia yang nilainya multimiliar dolar untuk komputer pribadi. Apple adalah perusahaan terbesar kedua setelah IBM. Pada triwulan pertama 1996, Apple melaporkan kerugian sebesar $69 juta dan merumahkan 1.300 karyawan. Apple merugi $1.6 miliar, pangsa pasarnya anjlok dari 10 persen ke 3 persen dan saham jatuh.

Pada tahun 1997, Steve Job kembali lagi ke Apple setelah sebelumnya pada tahun 1985 keluar dari Apple setelah berseteru dengan Joh Sculley, yang saat itu menjabat sebagai CEO.

Sekembalinya Steve Job ke Apple, telah banyak membawa perubahan besar. Pada triwulan ketiga 2007, Apple melaporkan catatan keuntungan  $818 juta, sementara Dell yang menjual perangkat lima kali lebih banyak, memperoleh hanya $2.8 juta. Steve Job berhasil menarik Apple dari ambang kebangkrutan. Masih banyak lagi prestasi Steve Job sekembalinya ke Apple.

Apa yang telah dilakukan Steve untuk mencapai prestasinya itu..??

  • Steve telah mengambil keputusan yang sulit dengan kepala tegak. Steve Job membuat beberapa keputusan sulit dan menyakitkan, tetapi dihadapi dengan tegar. Yang dia lakukan diantaranya melakukan pemecatan karyawan yang tidak produktif dan melakukan reorganisasi.
  • Bersikap tegas. Memang tidak mudah untuk bersikap tegas. Namun Steve Job bersikap tegas dan adil ketika memulai restrukturisasinya yang drastis.
  • Berpengetahuan luas; jangan menebak. Steve Job melakukan evaluasi perusahaan dengan detail dan membuat keputusan berdasarkan data, bukan perkiraan.
  • Cari bantuan. Jangan menanggung masalah sendirian. Sejak kemunculan pertamanya pada tahun 1984, Mac OS versi lama telah berubah menjadi campuran kode yang penuh sesak dan tidak stabil. Sungguh merupakan mimpi buruk untuk mempertahankan dan mengupgradenya. Apple memiliki tenaga programmer yang sangat handal, namun Steve Job memutuskan untuk membeli sistem operasi dari perusahaan lain daripada mengembangkannya sendiri karena memerlukan waktu lama. Akhirnya Steve membeli NeXTstep.
  • Fokus. Steve Job memfokuskan sumber daya Apple yang terbatas pada sejumlah kecil project yang dapat dilaksanakan dengan baik.
  • Tetap fokus. Steve Job fokus pada apa yang dia kuasai. Job tidak menyutradai film-film animasi, walaupun di Pixar Steve Job meraih sukses besar menghasilkan film-film animasi. Steve Job fokus pada apa yang dia kuasai dengan baik.
  • Jangan mudah emosi. Evaluasi masalah perusahaan dengan kepala dingin dan tenang.

Apa yang sudah dilakukan Steve Job, sangat menginspirasi saya…

Nantikan lagi yah, pelajaran bermanfaat lainnya dari Steve Job pada bagian 2..🙂

Marilah kita ambil pelajaran dari setiap kejadian yang baik, tanpa harus melihat “atribut” pelakunya….🙂

Semoga bermanfaat.

4 thoughts on “Bagian 1 : Belajar dari Steve Job – pendiri Apple

  1. Steve Jobs, salah satu favorit saya ni bu, setelah Scrooge McDuck (di Indonesia dikenal dengan nama Paman Gober)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s