yeni herdiyeni

Tumaninah dalam kuliah dan rapat

Dalam menjalankan ibadah seperti sholat, kita dianjurkan untuk melakukannya dengan tumaninah. Mengapa sholat harus tumaninah? tujuannya adalah agar menjadi khusuk dan fokus pada Allah. Caranya adalah dengan melakukan gerakan sholat yang sempurna dan membaca serta memahami bacaan sholat

Apa sih manfaatnya khusuk? manfaatnya agar pikiran menjadi tenang dan damai sehingga pikiran akan lebih konsentrasi, tindakan kita akan diringi dengan kesadaran tinggi, dan kita bisa mengendalikan pikiran kita. Dengan demikian pikiran kita akan terpusat pada pikiran yang kita pilih dan akan menghasilkan energi yang luar biasa. Itulah sebagian manfaat dari sholat yang rutin kita kerjakan..

Mengapa Allah memerintahkan hambanya sholat? tentunya karena Allah menginginkan kebaikan bagi hambanya. Sholat seyogianya memberikan manfaat besar kepada seluruh kehidupan manusia.

Lalu, apakah ajaran tumaninah pada sholat berkaitan dengan aktifitas kita sehari-hari..??

Ketika pulang tadi sore sambil mengendarai mobil, saya berpikir mengapa terkadang saat kuliah kita sulit memahami materi atau tidak bisa menjawab soal pada saat ujian?  saya juga berpikir mengapa harus melakukan rapat berjam-jam dan berkali-kali dan tidak menghasilkan kesepakatan yang paling baik??? mungkin karena aktivitas ini tidak kita lakukan dengan tumaninah..

Contoh saja, ada mahasiswa yang pada saat kuliah terbiasa membuka laptop, walaupun dosen sedang menerangkan didepan kelas, atau ada kebiasaan pegawai atau staf yang membuka laptop pada saat rapat dan melakukan aktifitas yang lain pada laptopnya.

Saya mencoba mengkaitkan ajaran sholat dengan aktifitas tersebut. Saya membayangkan betapa Allah maha pengasih dan penyayang karena sudah mengajarkan umatnya untuk melakukan sholat min 5 kali dalam sehari, apa tujuannya..?? sebagiannya adalah agar terbiasa untuk bisa tumaninah dan khusuk dalam sholat.

Pada saat kuliah kita jelas melihat dosen secara fisik, dan pada saat rapat kita juga melihat pimpinan atau rekan rapat secara nyata.. tapi pada saat sholat kita dilatih untuk “melihat” dan merasakan hal yang tidak terlihat secara fisik yaitu Allah… Jika saja dengan sholat kita bisa khusuk dan tumaninah dengan baik, insha allah untuk kuliah dan rapat bisa lebih mudah karena fokus utamanya jelas terlihat…

Sebuah artikel senada juga pernah saya baca. Artikel ini saya kutip dari Detik.com

Jakarta – Tahukah Anda mengapa meeting selalu berlarut-larut, menjemukan dan hasilnya cenderung tak optimal? Ternyata salah satu penyebabnya adalah karena peserta meeting membawa laptop (ataupun blackberry dan smartphone)! Kok bisa?

Berikut ini 5 (lima) alasannya, berdasarkan pengalaman penulis + sejumlah contoh kasus yang tersedia di Internet:

  1. Meeting dengan seluruh atau sebagian besar peserta membawa laptop, akan berdampak pada semakin minimnya komunikasi non-verbal antar peserta rapat. Bahasa non-verbal, adalah komponen tak terpisahkan dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan sesama manusia, bahkan antar mahluk hidup. Anggukan kepala, picingan mata, gerak bibir, posisi duduk, letak tangan, adalah hal yang paling penting untuk mengukur tingkat perhatian (ketertarikan) peserta meeting, pemahaman dan lainnya. Meeting pun menjadi berlarut-larut
  2. Saat pihak lain sedang melakukan presentasi gagasan atau laporannya, maka kecenderungan peserta meeting lainnya yang membawa laptop akan lebih sibuk mengutak-atik materi presentasi masing-masing. Ini adalah akibat dari ketidaksiapan untuk menghadiri meeting, atau minimnya waktu yang tersedia untuk melakukan persiapan tersebut. Menyiapkan ataupun merapihkan materi presentasi saat meeting tengah berlangsung,adalah salah satu bentuk kerja yang kontra-produktif.
  3. Peserta meeting dengan membawa laptop cenderung akan lebih berinteraksi dengan laptopnya, ketimbang dengan lingkungan sekitarnya. Misalnya untuk mengusir kebosanan saat meeting, maka mereka akan bermain game, hingga chatting, browsing ataupun blogging apabila ada akses Internet. Walhasil, pihak yang sedang presentasi tidak akan mendapatkan respon yang interaktif. Feedback dari peserta meeting pun menjadi minim, yang akhirnya berdampak pada tidak matangnya output yang dihasilkan.
  4. Juga dengan adanya akses Internet, maka peserta meeting yang membawa laptop akan cenderung membentuk kelompok kecil eksklusif secara online, yang anggotanya adalah sebagian dari peserta meeting tersebut. Kelompok kecil ini akan membuat diskusi terpisah, melalui fitur messenger, dengan konten diskusi yang bisa jadi tidak konstruktif. Bentuknya pun beragam, bisa sekedar saling melempar joke, sampai membicarakan (dalam konteks negatif) pihak yang sedang melakukan presentasi, materinya ataupun peserta meeting yang lain.
  5. Meeting seharusnya adalah sebuah bentuk koordinasi ataupun integrasi antar unit/divisi, atau bisa juga sebagai akselerasi ataupun sinkronisasi. Tetapi yang terjadi, ketika peserta meeting membawa laptop, maka dia bisa tergoda untuk melakukan pekerjaan pararel, semisal diselingi dengan menggarap kerjaan lainnya yang tertunda karena harus menghadiri meeting. Aktifitas pararel, bukan berarti dapat berpikir ataupun menganalisis sesuatu secara parerel. Karena otak sejatinya akan berpikir dengan berlompat-lompat, “pause” di satu hal, dan “play” di hal lain. Sehingga buah pikir yang dihasilkan cenderung menjadi tidak optimal lantaran tidak fokus.

One thought on “Tumaninah dalam kuliah dan rapat

  1. Individulalisme kita sudah nampak di situ
    orang yang asyik dengan dunianya
    tanpa melihat sekelilingnya….
    Kalau kuliah seandainya saya dosennya pasti saya larang
    kecuali bahan kuliah itu mengharuskan menggunakan laptop secara bersama sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s