yeni herdiyeni

Semua kupersembahkan untukmu…..

Aku anak bungsu dari tujuh bersaudara. Bapakku seorang guru dan ibuku seorang ibu rumah tangga. Aku dibesarkan dalam lingkungan sekolah. Sejak bapak ditugaskan sebagai kepala sekolah di smp 1 cimanggis (dulu bernama smp filial cibinong), kami tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana. Rumah itu adalah rumah dinas dengan 3 buah kamar kecil padahal keluarga kami adalah keluarga besar dengan 7 bersaudara. Rumah itu terletak persis di depan sekolah. Oleh karena itu, aku dibesarkan di lingkungan sekolah. Aku kenal dengan beberapa guru smp sejak aku kecil. Bahkan hampir semua guru SMP mengetahui masa kecilku.

Saat kecil aku tidak mengenyam TK sepertihalnya teman-temanku dulu. Aku beruntung punya banyak kakak yang mau mengajari aku membaca sejak kecil. Saat itu majalah kesenanganku adalah BOBO. Waktu aku belum bisa membaca, kakakku dengan sabar membacakan semua cerita yang ada di majalah tersebut. Karena kebaikan kakakku itu, akhirnya aku sudah bisa membaca ketika masuk SD.

Sejak SD hingga SMP, aku tinggal di rumah dinas itu. Selama aku tinggal di rumah dinas itu, aku selalu merasakan kebersamaan. Walaupun keluargaku keluarga besar, ibu tidak pernah memiliki pembantu. Sebagai seorang PNS dengan keluarga besar, bagi bapak bukanlah hal yang mudah untuk mempersiapkan biaya pendidikan. Oleh karena itu ditengah kesibukan ibu sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, ibu berjualan buku tulis dan makanan kecil di rumah, didepan sekolah.  Pagi-pagi setelah sholat subuh, ibu pergi ke pasar untuk membeli makanan kecil untuk dijual. Diakhir pekan, ibu dan kakakku pun harus pergi ke pasar mester Jatinegara untuk membeli barang-barang keperluan sekolah untuk dijual. Bahkan terkadang ibu harus pergi sendiri ke pasar Mester Jatinegara. Pada malam harinya, aku dan kakakku juga mendapat tugas untuk membungkus es untuk kami jual pada pagi harinya. Biasanya aku dan kakakku membungkus es setelah mengaji dan sholat magrib dengan bapak. Bapak juga mengajar ngaji. Tidak hanya aku dan kakakku saja yang mengaji, juga beberapa teman tetanggaku. Setelah selesai membungkus es, baru aku belajar dan mengerjakan PR. Aku sangat beruntung sekali punya bapak seorang guru, karena aku selalu bisa mengerjakan PR dengan benar. Apalagi jika PRnya matematika, bapak selalu sabar untuk mengajariku. Saat mengerjakan PR, aku selalu harus mengerjakan soal yang bapak berikan sebelum mengerjakan PR yang diberikan oleh guruku. Kata Bapak, bapak pengen tahu apa aku mengerti atau tidak apa yang sudah diajarkan.

Semua keluarga kami diberi tugas rumah oleh Bapak dan Ibu. Kakakku ada yang bertugas mencuci, mengepel, menyetrika dan memasak membantu ibu. Sementara aku si bungsu diberi tugas untuk menyapu halaman dan membuka warung. Jadi sebelum pergi sekolah, setelah sholat subuh, aku membuka warung dan  menyapu sekeliling rumahku. Pernah suatu ketika aku bilang kepada bapak.. “Pak pohonnya ditebang saja supaya aku tidak perlu menyapu setiap hari…?” Bapak dengan penuh kasih sayang menjawab, “Nanti kalau pohon jambu ini ditebang, kamu tidak bisa lagi ambil buah jambunya…. Jadi biar kamu bisa memetik buahnya lagi, kamu harus mau sapu daun-daun yang jatuh… kan kalau kamu lapar, kamu juga makan lagi….?” Begitu ujarnya…

Kami pun diberi giliran untuk menunggu warung. Kalau sekolahku siang dan kakakku pagi, berarti aku tunggu warung pagi dan kakaku tunggu warung siang. Begitulah kehidupan kami selama kami tinggal di rumah dinas didepan sekolah itu.

Saat aku lulus SD, guruku menawarkan aku masuk kesekolah favorit di Jakarta yaitu SMPN 49 jakarta. Aku sampaikan saran guruku kepada bapak yang ketika itu masih menjadi kepala sekolah SMP 1 Cimanggis. Bapak menyarankan aku sekolah di SMP 1 Cimanggis saja dengan segala pertimbangan. Diantaranya biaya sekolahnya bisa lebih murah karena tidak perlu ongkos naik mobil. Akhirnya akupun masuk SMP 1 Cimanggis.

Ketika aku kelas 2 SMP, bapak harus pindah tugas ke SMPN 1 Cibinong. Seluruh keluargapun harus pindah dari rumah dinas sekolah itu. Aku sempat bimbang, apakah ikut bapak atau tidak. Tapi akhirnya aku memilih menuntaskan sekolahku di SMP 1 Cimanggis. Keluargaku pun pindah ke Citeureup, kota kelahiran orang tuaku. Dengan demikian aku harus naik bus JayaMini selama 1 jam untuk sampai ke sekolah.

Akhirnya setelah lulus SMP, aku memilih untuk masuk ke SMAN 1 Bogor, dengan pertimbangan lebih dekat dengan rumah orang tua. Setelah menamatkan SMA, aku melanjutkan kuliah di IPB karena aku mendapat PMDK (jalur tanpa test) dan setelah lulus alhamdullilah aku bisa menjadi salah satu pengajar di IPB. Dan kini aku tengah berjuang keras untuk menyelesaikan studi S3 ku di UI.

Entah mengapa malam ini.. aku ingat semua kejadian itu…

Bapak, Umi…
Beliaulah yang telah mendidik aku menjadi seperti ini…
Beliaulah yang telah mengajariku bekerja keras dalam hidup…
Beliaulah yang mengajari aku untuk beribadah kepada Allah..
Terima kasih Pa, Umi…

Terima kasih ya Allah atas semua yang telah engkau berikan kepadaku..
orangtua yang sangat menyayangi, mengajari  dan selalu mendoakan aku..
kakak-kakaku yang selalu membantuku dalam segala kesulitan dan masalah yang aku hadapi.

Bapak, Umi, Aa dan semua kakakku…. Maafkan aku yang belum bisa memenuhi semua impianmu..

Aku ingin persembahkan kelulusanku untuk Bapak, ummi dan semua yang mencintai aku….

Ujian Sidang Promosi Doktor

“Praise and gratitude be to ALLAH, almighty,
without whose gracious help it would have been impossible to accomplish this work.”

2 thoughts on “Semua kupersembahkan untukmu…..

  1. Teh yeni..
    masa kecilnya mirip banget..
    aku jg dl gt, dari kecil dah kerja bakti dirumah..
    meski dl kadang protes, tp sekarang berasa ya hikmahnya..
    banyak hal gak diajarkan di sekolah, tp dengan amat sukses diajarkan oleh ortu kita dirumah🙂

  2. Ga beda jauh nih ama masa kecilku nun jauh di desa aceh.. ;)) apa karena kita se zaman ya bu ;)) tapi Alhamdulillah, karena pengalaman seperti itu lah justru membuat kita jadi lebih mandiri dan terutama aq bisa menuntut ilmu sampe jauh ke sebrang di bogor walaupun nge-kos sendiri… SubhanalLah..semoga kita tidak pernah lupa tuk selalu mendoakan Ibu dan Bapak kita semua..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s