yeni herdiyeni

Binatang saja melakukan konsensus..

Di sekolah, di kuliah, di tempat kerja, di organisasi atau dimana saja kita tidak bisa lepas dari interaksi dengan orang lain, itulah sebabnya mengapa kita disebut makhluk sosial, karena memang kita tidak bisa hidup tanpa orang lain.… Itu artinya, bahwa kita hidup dalam sebuah kelompok/group. Namun dilain pihak tidak jarang pula kita menemui seorang yang membuat keputusan sendiri tanpa memperdulikan orang lain…?? Puaskah anda ketika harus menerima keputusan tersebut..???

Marilah kita belajar bagaimana alam mengajari manusia membuat keputusan…

Sudah banyak dibuktikan oleh beberapa penelitian bahwa alam sesungguhnya memberi kita pelajaran. Semut memberikan pelajaran bagaimana menentukan jalur terpendek melalui algoritme semut (ant algorithm) atau swarm algorithm. Ikan hiu menginspirasi bagaimana membuat kapal laut. Proses genetika menginspirasi bagaimana memiliki populasi terbaik melalui algoritme genetikanya. Mekanisme kerja sel darah putih melawan bakteripun menginspirasi munculnya immune algorithm…Dan masih banyak algoritme lainnya.. Segala puji bagi Allah…

Mari kita coba mempelajari hal lainnya..

Cobalah kita perhatikan mengapa burung pada saat terbang bersamaan/berkelompok menuju kesatu arah…?? perhatikan mengapa semut melalui jalur yang sama untuk menuju sumber makanannya…? Bagaimana lebah menentukan sarang  untuk tempat hidup barunya..?? atau perhatikan mengapa ikan didalam air laut berbondong-bondong berenang menuju arah yang sama….?? Apakah ada salah satu dari anggota hewan tersebut yang memerintahkan untuk menuju ke salah satu arah…??? atau apakah ratu lebah yang menentukan dimana harus dibuat sarang yang baru…?? Jawabannya adalah tidak! Ini didasarkan pada beberapa hasil penelitian [1,2]

Berikut penjelasan singkat dari perilaku hewan tersebut:

Lebah/Semut

Lebah/semut harus membuat keputusan untuk menentukan dimana sarang terbaik harus dibuat untuk tempat hidupnya. Pada kasus ini, lebah atau semut akan mengutus beberapa lebah dengan jumlah tidak lebih dari 5% dari jumlah koloni (scouts) untuk melakukan eksplorasi tempat. Setiap lebah/semut yang diutus tersebut akan mengeksplore satu atau dua tempat dan kemudian saling berkomunikasi satu sama lain. Setelah itu lebah2/semut tersebut akan mengepak2kan sayapnya atau “menari” untuk meyakinkan lebah lainnya untuk mengunjungi tempat yang dieksplorasinya. Ketika sejumlah lebah itu (scouts) menyetujui salah satu tempat, maka baru koloni akan berpindah ke tempat yang baru tersebut.

Dalam pemilihan lokasi sarang baru diatas, tidak ada sama sekali melibatkan kepentingan salah satu individu. komunikasi hanya dilakukan oleh beberapa individu saja. Oleh para peneliti kemudia dikelompokkan kedalam keputusan “No conflict of interest, local communication”

Burung

Mengapa segerombolan burung terbang menuju arah yang sama..? Sebuah hasil penelitian menuliskan bahwa setiap burung sebenarnya setiap burung diberi kebebasan untuk terbang kearah mana saja, dan setiap burung diberi preference untuk berdekatan dengan burung lainnya. Preference itu memiliki bobot. Berdasarkan bobot itulah kemudian burung terbang menuju arah yang sama…

Analogi yang sama terjadi ketika segerombolan anak kecil jalan2 ke mall. Jika salah satu dari mereka ingin mengunjungi tempat yang berbeda, namun ternyata teman lainnya tidak mau, maka anak itupun pada akhirnya tetap akan bersama temannya… J

Dalam kasus ini telah terjadi adanya kepentingan yang berbeda, walaupun kecil. Komunikasi dilakukan secara global atau lokal tergantung ukuran dari koloni. Oleh para peneliti keduain dikelompokkan kedalam keputusan “Little conflict of interest, global or local communication”

Bagaimana jika keputusan tersebut melibatkan kepentingan setiap individu (larger conflict of interest..) ??  kita mengenal mekanisme voting. Apakah alam pun mengajari voting..???  Kita lanjutin lagi yah di tulisan selanjutnya… J

Pelajaran penting yang kita bisa ambil adalah, dalam kondisi apapun, alam telah mengajari kepada kita bagaimana melibatkan orang lain dalam mengambil keputusan…🙂 tapi jangan lupa juga untuk melibatkan Tuhan dalam menentukan keputusan, krn hanya karena Tuhan pulalah binatang2 tersebut ada dalam keteraturan…🙂

Moga bermanfaat

Sumber:

  1. Conradt, L & Roper T.J. Concencus decision making in animals. Trends in Ecology and Evolution. Vol 20 No 8 Agustus 2005
  2. Britton, N.F et al. Deciding on a new home: how do honeybees agree?. The Royal Society. Januari 2002.

One thought on “Binatang saja melakukan konsensus..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s