resensi buku

Great Lessons from Muhammad Yunus

Selepas mengajar di Baranangsiang sabtu sore itu saya memutuskan untuk pulang ke rumah. Baru saja masuk jalan Pajajaran rentetan mobil sudah sangat panjang menutupi setiap persimpangan jalan. Tidak ada satupun jalan alternative yang bisa saya pilih. Akhirnya karena kaki saya sakit karena terlalu sering menginjak kopling akibat macet (maklum kaki saya tak beralas saat menyetir mobil..:p), saya memutuskan untuk membelokkan mobil saya ke sebuah toko buku Gramedia Hero Pajajaran. Mungkin ini bukan pilihan cerdas untuk mencari jalan pulang tapi semata-mata hanya karena mencari lalu lintas yang lancar saja… hihi (pilihan yang aneh memang..:)

Bank Kaum MiskinSudah lama sekali saya tidak mengunjungi toko buku ini. Penataan rak2 bukunya banyak berubah. Hal ini menyebabkan saya menuju rak2 buku tanpa arah yang jelas..:). Ketika saya mengamati satu persatu judul buku, saya tertarik dengan sebuah buku berjudul “Bank Kaum Miskin” dengan nama Muhammad Yunus tertera pada bagian bawah judul buku. Saya pernah membaca sedikit kisah bagaimana perjuangan Muhammad Yunus mendirikan Grammen Bank didalam buku Re-Code change DNA. Hmm..sepertinya menarik buku itu. Akhirnya buku itu saya beli.

Gaya bahasa buku itu sangat menarik. Seperti sebuah novel, buku itu menceritakan kisah perjalanan Muhammad Yunus mulai dari anak-anak hingga menjadi seorang professor dan mendapat Hadiah Nobel Perdamaian. Penghargaan itu diberikan kepada Muhammad Yunus karena keberhasilannya mmembantu kaum miskin mendapatkan hidup yang lebih baik melalui kesuksesanya mengembangkan Bank untuk kaum miskin, yang diberi nama dengan Grameen Bank.

Dalam buku itu dijelaskan, salah satu kunci kesesuksesan bank Grameen Bank adalah komitmen pegawai. Meski gaji yang diberikan kepada pegawai jauh dibawah standar gaji yang diberikan oleh bank swasta komersial, namun jarang sekali bank swasta tersebut bisa membajak pegawai bank Grameen Bank. Apa yang membuat pegawai begitu berkomitmen? Apakah pekerjaannya itu sendiri? Persahabatan yang mereka bangun? Rasa tantangan pribadi, harga diri, moralitas yang mereka peroleh dari membantu negaranya? Setiap pegawai memiliki alasan sendiri-sendiri. Yang jelas pegawai Grameen Bank diberi kepercayaan untuk menganalisa realitas objektif dan memunculkan simpulan sendiri. Pegawai tumbuh dengan menganggap diri mereka guru. Tidak ada yang menjadi bos seperti yang terjadi pada perusahaan2 swasta. Karena dengan bos, seseorang harus bersikap formal, tetapi dengan guru hubungan lebih informal bahkan spiritual. Seseorang bisa mengakui kesalahan sendiri tanpa takut mendapatkan sanksi resmi. Pegawai bank umumnya memerlukan kantor, kertas, meja dan telepon sebagai pendukung. Mereka merasa kehilangan tanpa alat2 itu. Tetapi kejadian itu tidak terjadi pada pegawai Grammen Bank. Walaupun tanpa alat2 itu, di lubuk hatinya mereka masih tetap seorang guru.

Di bab terakhir buku itu, Muhammad Yunus menyampaikan ketika ingin membantu kaum miskin, kita biasanya menyodori mereka bantuan amal. Seringkali kita memakai bantuan amal karena enggan mengakui pokok permasalahannya dan enggan menemukan solusi. Bantuan amal menjadi cara untuk lepas tanggung jawab. Tetapi bantuan amal bukan solusi kemiskinan. Bantuan amal hanya mengekalkan kemiskinan dengan merebut inisiatif dari kaum miskin. Bantuan amal memungkinkan kita melanjutkan hidup tanpa mencemaskan kehidupan kaum miskin. Bantuan amal menyenangkan hati kecil kita belaka, tidak memberikan solusi masalah.

Selanjutnya Muhammad Yunus menjelaskan bahwa untuk mengurangi dan menghapuskan kemiskinan kita harus kembali ke meja perencanaan. Konsep, lembaga dan kerangka2 analitis. Jika kita secara cerdas menggarap ulang kondisi-kondisi kerangkanya, maka kemiskinan akan hilang dan takkan pernah kembali lagi.

Akhirnya setelah membaca buku itu saya jadi malu sendiri karena merasa sudah melakukan kebaikan dengan memberi amal tapi sesungguhnya lepas dari tanggung jawab…. Hmmmmm…. Really .. its inspiring story…. wajib dibaca oleh setiap akademisi…

Semoga bermanfaat

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Great Lessons from Muhammad Yunus

  1. hi.. mas ary.. terima kasih sudah baca tulisan saya..:)
    iya, buku2 yang d tulis oleh Muhammad Yunus memang bagus dan kaya akan pelajaran. Hari ini saya baru saja membeli bukunya lagi yang baru..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s