resensi buku

Desain Alam…. Masa depan Rekayasa!!

Biomimetik – Penerapan desain alam untuk memecahkan masalah dibidang teknik, ilmu material, kedokteran serta bidang bidang lainnya. Biomimetik memadukan wawasan biologi dan pragmatism rekayasa. Adalah salah satu artikel yang ditulis majalah National Geographic Indonesia Bulan ini, April 2008.

Setiap makluk ciptaan Allah SWT merupakan koleksi harta dari desain yang brilian. Setiap spesies bahkan yang telah punah sekalipun merupakan kisah keberhasilan yang disempurnakan oleh jutaan tahun seleksi alam. Struktur alami memberikan petunjuk mengenai apa yang bermanfaat dalam sebuah mekanisme. Subhanallah!!

 

Rayap

Para arsitek di Zimbabwe tengah mempelajari cara rayap mengontrol suhu, kelembaban, dan aliran udara didalam gundukan sarang agar bisa mendirikan bangunan lebih nyaman.

Nyamuk

Para peneliti kedokteran Jepang berusaha mengurangi rasa sakit suntikan menggunakan jarum hipodermik dengan ujung bergerigi tajam, seperti pada proboscis nyamuk untuk meminimalkan rangsangan syaraf.

Kupu-kupu dan Kumbang

Permainan warna pada kupu-kupu dan kumbang serta lapisan anti pantulan cahaya pada mata ngengat telah mengilhami penelitian yang menghasilkan layar telepon selular yang lebih terang dan teknik anti pemalsuan yang sangat rahasia.

Lekukan-lekukan mikroskopis pada mata lalat berusia 45 juta tahun yang lalu yang terperangkap dalam ambar yang dilihatnya dalam museum di Warsawa Polandia, juga telah mengilhami pembuatan panel surya.

Kemilau metalik dan warna cemerlang burung tropis dan kumbang tak berasal dari pigmen, tetapi dari sifat optic; jajaran rapi mikrostruktur yang memantulkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Warna structural seperti itu yang tak akan memudar dan lebih berkilau daripada pigmen, sangat menarik kalangan produsen cat, kosmetik, dan hologram kecil kartu kredit.

Kumbang Melanofia yang bertelur di kayu yang baru terbakar telah mengembangkan struktur yang bisa mendeteksi radiasi infra merah yang dihasilkan kebakaran hutan secara tepat, membuatnya bisa merasakan kobaran api yang berjarak ratusan kilometer jaunya. Kemampuan ini sekarang diteliti oleh Angkatan Udara AS.

Ikan Kotak (Ostracion Cubicus)

Dibalik bentuk ikan kotak yang seperti kubus tersimpan pelajaran tentang desain yang elegan. Gaya hambat yang rendah membantu ikan tersebut merenangi jarak sejauh enam kali panjang tubuhnya dalam satu detik dengan distabilkan oleh tepi karapaksnya yang mirip lunas.

Bentuk ikan kotak yang sangat aerodinamis mengilhami mobil Mercedes-Benz yang berkonsep bionic. Aliran asap saat pengujian diterowongan angin pada fasilitas di Stuttgart menampilkan bentuk aerodinamika mobil yang meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga kilometer per detik

Kadal Thorny Devil

Dengan menghirup air melalui kaki, kadal Thorny Devil dari padang pasir Australia yang gersang memperlihatkan kemampuannya menyerap air ke mulut melalui saluran-saluran diantara sisiknya. Para ilmuwan berharap mampu meniru mekanisme tersebut untuk mengembangkan teknologi pengumpulan air bagi daerah-daerah kering.

Buah Anjang (Xanthium sp)

Saat memeriksa duri di celana dan bulu anjingnya pada tahun 1948, George de Mestral mendapati ujung kait mungil. Velcro pun diciptakan. Velcro digunakan pada bedah jantung artificial pertama dan perjalanan ke ruang angkasa.

Dengan bentuk berkait dan bercincin yang langsung mencengkram, tetapi lepas jika disentakkan seperti ritssluiting, Velcro (mikrograf electron) sekarang ada dimana-mana. NASA termasuk yang awal menggunakannya, mengirim Velcro ke bulan pada sepatu bot dan pakaian antariksa. Termasuk sarung tangan astronaut Apollo John Young tahun 1972 untuk merekatkan benda-benda yang mengapung dalam gravitasi nol dan didalam helm sebagai penggerak hidung.

Daun Teratai

Pada tahun 1982, ahli botani Wilhelm Bartlott dari University of Bonn, Jerman menemukan permukaan daun teratai secara alami membersihkan diri dan menolak air. Berkat sudut pertemuan air dengan mikrostruktur dan nanostruktur berlilin, air membulat dan bergulir sambil mengumpulkan kotoran.

Barthlott mematenkannya, menyebutnya efek teratai. Temuan ini diterapkan dalam produk seperti cat biomimetik merk Lotusan. Dituangi bintil-bintil mikro, cat ini menolak air dan tahan pada noda berpuluh tahun

Sirip Paus

Diilhami sirip paus bungkuk, ahli biomekanika Frank Fisk membantu merancang bilah turbin dengan tuberkel (bintil). Lekukan tepi sirip membantu menghasilkan gaya belokan tajam. Bilah diuji di Wind Energy Institute of Canada untuk mengetahui apakah bisa menghasilkan tenaga yang lebih besar pada kecepatan lebih rendah dengan suara lebih halus daripada bilah konvensional.

Kulit Ikan Hiu

MIkro electron mengungkap rahasisa kecepatan ikan hiu: sisik mirip gigi, dentikula dermal. Air yang “melaju melalui galur mikro tanpa terhalang” mengurangi friksi, kata peneliti hiu George Burgess. Perbedaanya bagai arus sungai deras dan turbulensi kali dangkal. Sisik juga mencehag teritip dan ganggang menempel- inspirasi lapisan sintesis, mungkin diterapkan di lambung kapal Angkatan Laut, mengurangi penempelan makhluk hidup

Sayap Lalat

Kepak serangga terbang mikromekanis belum menyamai gerak U kompleks dari sayap lalat kerbau yang menjadi sumber ilham. Namun robot ini segera terbang tanpa hambatan. Digerakkan actuator listrik mungil dikedua sisinya, sayap rapuhnya mengepak 275 kali per detik, lebih cepat daripada lalat kerbau. “Sayap lalat luar biasa, berputar disetiap kepak” kata Ron Fearing dan UC Berkeley.

Kaki Tokek

Jari kaki tokek memiliki rambut berujung spatula (sekitar 6.5 juta rambut per jari) yang melekat pada permukaan pada tingkat molekuler, memberi si kadal pijakan yang lincah, bahkan pada tembok dan langit-langit. Stickybot, robot pemanjat yang diilhami tokek di Stanford University menjelajah di medan yang serupa. Kaki berbulu itu menggenggam dan melepas dan kaki robot meniru anatomi tokek itu sendiri. Namun sejauh ini robot itu relative bergerak dengan kecepatan siput. Para perancang berharap robot tersebut bisa digunakan dalam penerapak operasi SAR.

Artikel itu menambah keyakinan saya bahwa Allah memerintahkan kita membaca agar mendapat pengetahuan.

“Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah/Yang mengajar manusia dengan perantaraan Qalam ” (QS Al-‘Alaq 96:3-4).

Kata Baca (Iqra) digunakan dalam arti membaca, menelaah, menyampaikan dan sebagainya dan mencakup segala yang dapat terjangkau. Baik ia merupakan bacaan suci yang bersumber dari Tuhan maupun bukan, baik ia menyangkut ayat-ayat yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Dengan demikian perintah ‘Iqra’ mencakup telaahn alam raya, masyarakat dan diri sendiri, serta bacaan tertulis baik suci maupun tidak (Tafsir Al-Mishbah, Vol 15).

 

Seorang insinyur Mark Cutkosky mengatakan “harga yang kita bayar untuk kerumitan pada skala kecil jauh lebih besar daripada harga yang dibayar alam”. Bukti yang sangat jelas untuk kita semua sebagai manusia untuk menyembah Allah swt, sang Pencipta Yang Maha Kuasa, sebagai bukti tanda syukur kepadaNya…

One thought on “Desain Alam…. Masa depan Rekayasa!!

  1. Assalamualaikum..
    wah,,kok tiba2 sampai di blog Ibu ^_^
    subhanallah, artikel yang menarik…

    kalau di indonesia, para ilmuwan komputer sedang sibuk apa ya Bu?
    bagaimana agar saya bisa mengambil bagian di dalamnya?

    terima kasih atas pencerahannya, Bu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s