Kista Bukan Kanker!!

Semuanya begitu tiba-tiba. Ketika malam itu saya merasakan adanya benjolan pada payudara sebelah kiri. Sebelumnya saya tidak pernah merasakan adanya benjolan tersebut. Bahkan pagi harinya saya masih berolahraga. Sontak saja saya berpikir hal hal yang menakutkan terkait dengan adanya benjolan tersebut. Kanker!! Itu yang langsung terpikirkan oleh saya. Saya pahami penyakit tersebut salahsatunya dipengaruhi oleh genetika, namun ada pula yang disebabkan oleh pola makan yang tidak baik. Akan tetapi  saya pun menyangkal kedua penyebab itu karena dalam keluarga saya tidak ada yang menderita kanker dan saya menjalankan pola makan yang baik serta berolahraga secara teratur. Lalu apa yang menyebabkan benjolan itu!??. Malam itupun saya tidak bisa tidur. Semalaman saya mencari informasi di internet apa yang menyebabkan benjolan itu muncul. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah pengaruh hormonal. Dalam sebuah tulisan disebutkan bahwa benjolan yang disebabkan oleh hormon biasanya muncul menjelang menstruasi dan akan hilang dengan sendirinya. Namun saat itu saya baru saja seminggu melewati siklus menstruasi saya. Jadi lagi-lagi informasi ini juga belum bisa membuat saya tenang. Malam itu saya hanya bisa menangis dan bergegas sholat malam untuk menenangkan pikiran saya dan berserah diri kepada Allah. Sampai terdengar suara adzan subuh, saya pun melanjutkan sholat subuh. Alhamdullilah pikiran saya sedikit tenang dan terkendali. Saya pun pasrah dan melakukan meditasi semampu saya sampai akhirnya saya tertidur sampai jam 7 pagi.

Pagi harinya saya mencoba menghubungi teman saya yang dokter dan bertanya seputar benjolan tersebut. Teman saya menduga hanya pengaruh hormonal saja dan menyarankan untuk ke dokter setelah hari ke 5 menstruasi. Saya pun mengurungkan niat saya untuk ke dokter pagi itu.

Pukul 9 pagi benjolan pada payudara saya membengkak dan semakin membuat saya takut. Pada akhirnya saya mencari informasi dokter spesialis bedah di Bogor. Alhamdullilah saya memiliki dua asuransi kesehatan. Satu asuransi Takaful dari IPB dan satu lagi asuransi Prudential. Setelah saya hubungi kedua asuransi tersebut, maka saya pun memutuskan untuk ke RS Hermina Bogor, karena rumah sakit tersebut memiliki kerjasama dengan kedua asuransi yang saya miliki.

Sesuai dengan jadwal praktek dokter, hari itu Senin, 17 Maret 2015 saya pun bergegas menuju ke RS Hermina yang berlokasi di Jalan Raya Yasmin. Pukul 17.00 saya menemui dr. Eko Ristiyanto SpB. Setelah diperiksa, dr. Eko menduga benjolan tersebut adalah tumor FAM (Fibro Adenoma Mammae) atau kista. FAM dan kista merupakan tumor yang bisa digerakkan atau berpindah tempat (mobility). FAM dan Kista juga bersifat jinak dan TIDAK berpotensi kanker. Seketika itu juga saya berucap Alhamdullilah ya Allah… tentunya informasi ini cukup membuat saya tenang….

Dokter pun menyarankan saya untuk segera melakukan USG mammo untuk memastikan dugaan dokter. Saya pun segera menuju ruang USG dan bertemu dengan dokter spesialis radiologi. Hasil USG mammo menunjukkan bahwa adanya benjolan yang cukup besar yaitu hampir 7cm.. !! Namun benjolan tersebut tidak menyebar dan hanya satu. Subhannallah! Dokter pun menyarankan saya untuk segera dioperasi.

Malam itupun saya bergegas mengurus asuransi rawat inap di RS Hermina. Alhamdullilah ada kamar rawat inap yang bisa saya gunakan. Saya pun memutuskan untuk dirawat. Semuanya begitu tiba-tiba!.

Hari pertama saya dirawat, saya menjalani serangkaian tes lab dan diperiksa oleh beberapa dokter diantaranya dokter bedah, anastesi dan penyakit dalam. Tes lab yang dilakukan yaitu tes darah, EKG dan sinar X. Alhamdullilah semuanya menunjukkan hasil yang baik yang artinya saya dapat dioperasi keesokkan harinya.

Kamis, 20 Maret 2015 saya disuruh puasa mulai pukul 6 pagi untuk keperluan operasi. Pukul 11.30 saya dipindahkan dari ruang kamar rawat ke ruang perawatan operasi. Sebelum memasuki kamar perawatan operasi saya sudah menyiapkan mental saya agar saya tidak panik. Sebelum masuk ke ruang operasi saya ditempatkan terlebih dahulu di ruang persiapan. Ada beberapa pasien yang ada didalam ruang persiapan itu. Pasien pasien tersebut sudah mengenakan pakaian operasi yang berwarna hijau dan terdengar pula suara tabung oksigen… tentunya suasana ini sangat mencekam dan membuat saya takut. Terasa jantung bedegup sangat kencang… :( sayapun mencoba menenangkan diri dengan berdoa dan menyerahkan diri saya pada Allah semata. Saya pun mencoba melakukan meditasi yoga dan alhamdullilah bisa membuat saya tertidur.

Tak lama setelah saya tertidur saya dibangunkan oleh seorang perawat yang akan memindahkan saya ke ruang operasi. Alhamdullilah saya sudah lebih tenang untuk menjalani operasi. Ketika keluar dari ruang persiapan operasi saya disapa oleh dr. Rindu Anggara Parulian, SpAn. “Hai.. teh Yeni …!! Beliau adalah dokter spesialis anastesi. “Sudah siap kan? Berdoa yah .. begitu beliau menyapa saya sambil tersenyum. “Insha Allah!!” jawab saya.

Saya pun didorong ke ruang operasi. Ini adalah pertama kali saya memasuki ruang operasi. Ruangannya sangat dingin sekali, luas dan banyak peralatan medis. Salah satunya lampu besar diatas kepala saya. Saya terus berdoa dan tawakal kepada Allah.

Tidak lama dokter Rindu memasuki ruangan dan meminta ijin saya untuk memulai operasi. “Kita mulai yah..” itulah kalimat terakhir yang saya dengar. Dokter pun sudah memasukkan obat bius total melalui selang infus dan seketika juga saya tidak sadarkan diri. Menurut informasi dari dokter, operasi berlangsung selama 2 jam.

Pukul 15.00 saya mulai sadarkan diri. Dokter pun memanggil saya dan mencoba untuk berinteraksi dengan saya. Ketika saya sudah bisa merespon, dokter menunjukkan cairan kista hasil operasi kepada saya. Dan mengatakan cairan ini harus di cek di lab patologi untuk mengetahui lebih jelas jenis cairannya. Saya hanya bisa menganggukkan kepala menyatakan saya setuju.

Tiga puluh menit kemudian saya dipindahkan lagi ke kamar rawat. Hanya terasa pusing sedikit saja dan tidak merasakan nyeri ditempat operasi. Ini disebabkan masih ada pengaruh obat bius.

Pukul 17.00 saya berangsur sadar dan bisa berkomunikasi. Hanya saja kalau mau jalan seperti Zombie … ;).

Seusai dioperasi perawat terus menerus memberikan saya cairan antibiotik melalui infus. Alhamdulllilah tidak terlalu terasa nyerinya. Hanya senut2 sedikit saja. Wajarlah namanya juga dioperasi :).

Jumat 21 Maret 2015, kondisi saya semakin membaik. Alhamdullilah. Saat kunjungan dokter Eko menyampaikan saya bisa pulang hari sabtu dan melakukan perawatan jalan. Senang sekali mendengarnya. Terima kasih dr.Eko, dr. Rindu dan para perawat yang dengan baik mengobati dan merawat saya.

Hari itu juga banyak sekali teman dan mahasiswa mengunjungi saya di rumah sakit. Thank you!! Terima kasih juga kepada keluarga saya yang setia mendoakan dan menemani saya di rumah sakit.

Hari Sabtu, dokter Eko mengunjungi saya lagi dan mengijinkan saya kembali ke rumah. Beliau sangat membantu saya sekali dalam pengurusan asuransi saya. Alhamdullilah saya hanya membayar 2.6 jt saja dari total biaya operasi sebesar 26 jt. Semua biaya perawatan ditanggung oleh Prudential. Thanks Prudential dan my beloved friend Epin yang juga banyak bantu urus asuransi saya. Sisa pembayaran rumah sakit yang saya bayar dapat direimburse ke asuransi Takaful. Alhamdullilah. Terima kasih IPB yang sudah memberikan asuransi kesehatan kepada stafnya. Pelajaran penting dari pengalaman saya, siapkanlah asuransi untuk kesehatan!!. Alhamdullilah cukup meringankan beban saya.

Setelah 10 hari operasi hasil uji lab patologi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Benjolan tersebut hanya kista saja dan tidak berpotensi kanker!..Alhamdullilah…. :).

Kista atau fibrokistik adalah kelainan akibat dari peningkatan dan distorsi perubahan siklik payudara yang terjadi secara hormonal selama daur haid. Penyakit ini umum terjadi pada wanita yang berusia diantara 20-50 tahun (>50%) (sumber: http://www.us.elsevierhealth.com/media/us/samplechapters/9780323029513/Chapter%2015.pdf)

Perubahan fibrokistik dibagi menjadi perubahan nonproliferatif dan perubahan proliferatif. Perubahan nonproliferatif mencakup kista dan fibrosis tanpa hiperlasia sel epitel (perubahan fibrokistik sederhana). Perubahan proliferatif mencakup serangkaian hiperlasia sel epitel duktulus atau duktus banal atau atipikal serta adenosis sklerotikans.

Ada tiga siklus kehidupan yang dapat menggambarkan perbedaan fase reproduksi pada kehidupan wanita yang berkaitan dengan perubaham payudara, yaitu:
1. Pada Fase reproduksi awal (15-25 tahun) terdapat pembentukan duktus dan stroma payudara. Pada periode ini umumnua dapat terjadi benjolan FAM dan juvenil hipertrovi (perkembangan payudara berlebihan)
2. Periode reproduksi matang (25 – 40 tahun). Perubaham siklus hormonal. Perubahan siklus hormonal mempengaruhi kelenjar dan stroma payudara.
3. Fase ketiga adalah involusi dari lobulus dan duktus yang terjadi sejak usia 35-55 tahun

Informasi tentang kista payudara (breast cyst) juga dapat dipelajari di sini. Dibawah ini gambaran kista payudara:

image

(Sumber: http://en.m.wikipedia.org/wiki/Breast_cyst)

Banyak sekali pelajaran yang bisa saya dapatkan dari kejadian yang menimpa saya. Salah satu pelajaran terpenting adalah walaupun saya sudah berikhtiar menjaga pola makan saya dan berolah raga, Allah mengingatkan saya agar saya lebih menyerahkan diri saya kepada Allah. Maha Suci Allah….. Thank you Allah, for everything lesson You have given to me!!

Kahuripan, 29 Maret 2015.

La Couvertoirade

La Couvertoirade, 20 October 2014

IMG_7846La Couvertoirade adalah sebuah miniatur kota diabad pertengahan. Kota ini  terletak di dataran tinggi Larzac, Aveyron, bagian selatan Perancis. Perjalanan menuju kota ini membutuhkan waktu cukup lama dari Paris dengan menggunakan mobil. Lebih kurang 4-5 jam saya tempuh bersama dengan Prof. Stéphane, rekan saya dari Universitas Paris Diderot beserta dengan keluarganya. Menyenangkan sekali bisa berlibur bersama mereka.

La Couvertoirade merupakan sebuah benteng yang dibangun pada tahun 1249 oleh Knight Templar. Pada tahun 1312 kota ini diambil alih oleh Knight of St John dari Jerussalem.

Didalam La Courvertoirade saya menemukan beberapa bangunan diantaranya rumah pembuatan Pizza, gereja, benteng dan makam.  Beberapa bangunan dilengkapi dengan audio dalam berbagai bahasa untuk menjelaskan sejarah bangunan tersebut.

Saat ini beberapa rumah di dalamnya dijadikan sebagai toko yang menjual baju, tas dan kerajinan tangan lainnya.

Penjelasan sejarah singkat kota ini adalah sebagai berikut (sumber: http://www.aveyron.com/english/tourism/couvertoirade-village2.html)

At the end of the 12th century, the Templar Commander of Saint Eulalie-de-Cernon ordered the construction of a castle. Later, in the 14th century, the Knights of Saint John built the church. In the following century, they erected the fortified enclosure, whose towers and walls are still intact today.

La Couvertoirade was one crucial point in the Templar system and Larzac, with its grain plantations on the south of the plateau, constituted one of the great properties, to the extent that it was baptised “la plaine du temple” (the temple plain). The castle was built in 1249 by the Templars and for seven centuries Couvertoirade would shelter them and their “heirs”, the Hospitaliers , who took possession of Templar property after 1312.  That year signalled the abolition of the Templar Order, following the giant plot hatched against it by King Philippe-le-Bel.

An intact surrounding wall of round and square towers connected by a rampart walk. These allow you to to imagine the mediaeval city. Hordes of tourists invade this historic spot, but idling in the crowded streets and shops permits an authentic understanding of the excitement of the Middle Ages marketplace.  Most houses are equipped with an exterior staircase, leading to a balcony and access to the upstairs living quarters. On the ground floor, a vaulted roof sheltered the sheep’s pen and today, this space is frequently occupied by artisans’ shops.

Beberapa foto yang saya abadikan disana :)

IMG_7879 IMG_7876 IMG_7852

IMG_7847 IMG_7833

IMG_7853 IMG_7854 IMG_7861 IMG_7874 IMG_7849  IMG_7830 IMG_7826

IMG_7823

Tutorial Inferensi Bayes untuk Para Facebookers

Kahuripan, 19 Desember 2014

Membaca begitu maraknya berita-berita di social media yang menggiring opini publik kedalam perdebatan kusir membuat saya ingin menulis tutorial inferensi Bayes ini khususnya untuk para Facebookers, karena saya lebih banyak menggunakan social media ini ;).

Saya mengamati banyak sekali rekan-rekan kita di social media yang membagikan berita kepada orang lain tanpa memahami isi berita itu dengan baik. Setelah itu muncullah opini publik yang tidak jarang akhirnya saling “menyerang” satu sama lain dan merasa kesimpulannya benar sendiri…dan akhirnya hanya berujung pada like or dislike. Untung saja Facebook tidak menyediakan tombol dislike ☺, tapi yah tidak jarang pula pada akhirnya di unfriend heuheuheu… :p

Baiklah saya akan menjelaskan mengapa saya ingin berbagi mengenai teori inferensi Bayes kepada para Facebookers. Karena tidak jarang banyak sekali diantara kita yang menyimpulkan sesuatu tanpa memperhatikan base rate (asumsi awal) atau dalam statistika disebut dengan prior knowledge atau prior probablity.

Perhatikan contoh berikut:

Kita asumsikan bahwa peluang laki-laki berusia 30 tahun menderita kanker adalah 0.005. Peluang ini disebut dengan prior probability. → P(cancer) = 0.005

Sebuah informasi menyebutkan bahwa peluang seseorang akan batuk setelah menderita kanker sebesar 0.8 → P(cough|cancer) = 0.8

Peluang sesorang batuk sebesar 0.2 → P(cough) = 0.2

Maka peluang seseorang akan terkena kanker setelah diketahui batuk sebesar:
P(cancer|cough) = P(cancer) x P(cough|cancer)/P(cough)
= 0.005 x 0.8/0.2 = 0.02
Ini artinya bahwa peluang batuk menjadi penyebab kanker sangat kecil sekali.

Coba perhatikan asumsi lain:

Informasi lain menyebutkan bahwa untuk menduga sesorang terkena kanker dapat dilakukan berdasarkan uji lab darah.

Jika diketahui bahwa peluang ujilab darah akan positif setelah diketahui menderita kanker sebesar 0.995 → P(positive test|cancer) = 0.995

Jika diketahui bahwa peluang ujilab darah akan positif padahal tidak menderita kanker sebesar 0.01 → P(positif|~cancer) = 0.01

Maka peluang seseorang terkena kanker setelah dilakukan ujilab darah positif adalah:
P(cancer|positive test) =□((P(cancer) x P(positif test|cancer))/(P(cancer) x P(positif test|cancer) + P(~cancer)P(positif test|~cancer)))
P(cancer|positive test) = 0.005 x 0.995/(0.005 x 0.995 + (1-0.005) x 0.01) = 0.33

Coba anda perhatikan walaupun akurasi ujilab darah positif itu besar ketika seseorang diketahui menderita kanker (0.995) dan ketika tidak terkena kanker (0.99), tetapi nilai peluang akhir (posterior probability) terkena kanker setelah ujilab itu hanya 0.33. Hal ini menunjukkan bahwa posterior probability itu sangat sensitive terhadap prior probability dan likelihood. Dalam contoh ini likelihood berubah ketika ada hasil estimasi yang bahwa menduga bahwa kanker berdasarkan ujilab lebih baik daripada gejala batuk.

Untuk meyakinkan bahwa prior probability itu sangat berpengaruh, mari kita asumsikan bahwa peluang laki-laki berusia 90 tahun dan perokok menderita kanker sebesar 0.333 → p(cancer) = 0.333

Maka peluang terkena kanker setelah ujilab darah menjadi:

P(cancer|positive test) = 0.333 x 0.995/(0.333 x 0.995 + 0.667 x 0.01) = 0.98

Dari sini dapat terlihat bahwa dengan data uji yang sama P(positive test|cancer) atau (likelihood) akan menghasilkan nilai peluang akhir yang berbeda hanya dengan mengubah prior probability.

Dari penjelasan inilah kita harus hati-hati dalam membuat kesimpulan (posterior probability), perhatikan apa asumsi awal (prior probability) yang digunakan. Prior probability ini sering disebut juga dengan base rate.

Tidak heran memang jika kondisi ini dimanfaatkan oleh media untuk menggiring opini sesat kepada public dengan membuat asumsi (base rate) yang di “rekayasa” sehingga pada akhirnya menyesatkan publik!! Disinilah kita harus waspada siapa media yang menggiring opini tersebut … heheheh…

Lucunya, ada facebookers yang mengomentari berita hanya berdasarkan judul, padahal judul sama isi berita ga nyambung… Ealllaaahhhhh… :p

So… be a smart reader!!

Saya peneliti pa, bukan tukang kuitansi!!

Tahun ini adalah kali pertama saya mendapatkan hibah kerjasama luar negeri dan publikasi internasional dari Dikti. Bahaginya luar biasa karena setelah berjuang tiga kali memasukkan proposal akhirnya proposal penelitian itu dapat diterima. Demikian juga bahagianya partner saya di Paris karena bisa membantu saya mewujudkan impian kerjasama ini.

Dalam perjalanannya pelaksanaan kegiatan penelitian tidak seindah yang dibayangkan. Rencananya saya mengunjungi partner saya pada bulan Mei untuk mempelajari dan mendiskusikan penelitian dengan partner. Saya ingin melakukannya lebih awal agar saya punya waktu untuk mempelajari apa yang diajarkan oleh partner saya. Namun ternyata niat itu tidak bisa dilaksanakan karena kontrak penelitian belum bisa ditandatangani. Entah apa alasannya kontrak penelitian itu baru bisa ditanda tangani akhir 28 mei 2014. Jika saya memaksakan diri untuk melaksanakan kegiatan sebelum kontrak di tandatangani, maka resikonya saya harus menanggung biaya sendiri. Niat itu pun diurungkan. Akhirnya saya dan tim memutuskan untuk melakukan penelitian di Indonesia terlebih dahulu.

Untungnya bidang penelitian saya adalah ilmu komputer sehingga walaupun sampai dengan Juli dana belum turun, saya masih bisa bekerja dengan menggunakan komputer sendiri (bukan komputer kantor loh yah, tapi komputer sendiri. Catet!!)

The show must go on. Sampai pada saat monev internal laporan kemajuan pun pada bulan Agustus dana masih belum juga turun! Dan ketika selesai presentasi baru dikabari bahwa dana 30% talangan sudah dicairkan. Tentunya saya masih harus berucap syukur Alhamdullilah.

Setelah dana 30% cair, akhirnya saya dan tim segera turun ke lapang untuk melakukan pengambilan data. Pengambilan data terpaksa baru bisa dilaksanakan pada bulan Agustus. Selama dua bulan kami berupaya keras bekerja menyelesaikan target proposal. Dan baru pada bulan Oktober akhirnya saya bisa mengunjungi partner, karena pada bulan Agustus di Paris sedang libur musim panas. Dengan dana yg sangat terbatas tersebut saya berupaya keras bisa bekerja dengam baik di Paris. Saya pun terpaksa jujur menyampaikan kepada partner bahwa dana penelitian yg sudah cair baru 30% dan itu sangat terbatas karena hrs digunakan untuk beberapa kegiatan. Akhirnya partner saya pun mengusulkan untuk bekerja sambil liburan di rumah orang tuanya karena artinya saya bisa menghemat biaya hotel dan makan saya selama 5 hari (atau sekitar 6 juta!). Once again, thank you so much Pa Stephane and Annemiek!!

Pertengahan oktober ketika saya melakukan kegiatan di Paris, saya mendapat kabar bahwa laporan keuangan harus dilaporkan. Saya dibantu oleh rekan saya berusaha semaksimal mungkin menyiapkan pertanggungjawaban dana 30% dengan sebaik baiknya. Dan dengan keterbatasan saya karena sedang berada di LN akhirnya laporan baru bisa dikumpulkan pada akhir Oktober. Dan ternyata saya sudah tidak bisa lagi  mengusulkan sisa dana 70% yang belum dicairkan!!! Saya pikir laporan akhir keuangan harus dilaporkan setelah masa penelitian selesai yaitu awal Desember, jd yg ada dibenak saya sy hanya melaporkan dana penelitian yg 30% saja. Akhirnya solusi yang diberikan adalah saya harus membuat laporan keuangan yang 70% seolah olah saya melakukan reimburse dan artinya saya harus membuat kuitansi-kuitansi baru lagi untuk pertanggungjawaban dana yang sesungguhnya belum kami gunakan!! Sungguh saya tidak bisa memahami hal ini!… saya bukan peneliti yang memiliki dana talangan besar untuk menalangi dana 70% dari hibah. Bukan jumlah yang sedikit buat saya!! Apalagi kalau harus pinjam ke Bank untuk dana talangan… oh…no way.. Itu sebabnya saya hanya menggunakan dana 30% saja untuk kegiatan penelitian ini. Bahkan saya belum membayar honor peneliti sedikit pun!!

Seusai evaluasi kelayakan siang tadi, sepanjang jalan saya terus merenung, apa yang sebaiknya saya lakukan??!! Sungguh ini berlawanan dengan hati nurani saya… :( Walaupun saya mendapat penilaian kinerja baik dari reviewer dan diusulkan untuk dilanjutkan tahun ke 2 tapi hati nurani saya sungguh galau, apakah kejadian serupa akan terjadi lagi tahun depan. Sungguh sy tidak berharap saya mendapatkan hibah ini lagi jika masih seperti ini kondisinya :(. Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Saya tidak paham dimana akar permasalahannya. Namun saya harus bisa memutuskan apakah bekerja dengan cara seperti ini akan diridhai Allah SWT… Hanya satu yang bisa saya lakukan sekarang, yaitu memohon petunjuk, apa yang terbaik untuk saya………

Les Rives Fenomena Geologi yang Menakjubkan!

Les Rives, 19 October 2014

20141019_114507

Setelah mengunjungi Pégairolles-de-l’Escalette, Prof. Stephane mengajak saya mengunjungi Les Rives. Les Rives adalah kota di departemen Hérault di wilayah  Languedoc-Roussillon masih terletak di bagian selatan Perancis.

Pagi itu kami bersiap-siap untuk pergi ke Les Rives. Pa Stephane membawa mobilnya melewati jalan yang mendaki dan berliku. Terlihat ada beberapa warga yang mengendari sepeda di sepanjang jalan. Pemandangan yang kami lalui sangat indah sekali.

Tibalah kami di sebuah jalan panjang yang sepi. Lalu pa Stephane memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan kami pun masuk ke kawasan bebatuan yang sangat luas. Setelah memarkirkan mobil, kami pun berjalan melewati pagar kawat yang terletak di pinggir jalan. Awalnya saya tidak memahami, apa yang akan kami lihat di kawasan ini. Kami pun terus berjalan melewati kawasan batu kapur.

Oh, ternyata pa Stephane membawa saya mengunjungi dataran tinggi Larzac (Larzac plateau). Dataran tinggi Larzac ini merupakan wilayah yang sangat gersang yang terletak diantara Aveyron dan Hérault. Namun kawasan ini akan menjadi danau ketika turun hujan. Namun kejadian ini hanya akaScreen Shot 2014-11-01 at 6.41.20 PMn terjadi setiap sekali dalam sepuluh tahun!!. Saya mendapatkan foto-foto dimana kawasan ini menjadi danau disebuah situs (www.dartahouna.com). Saat saya mengunjungi kawasan ini sedang musim gugur dan kondisinya sedang kering.

Sungguh ini adalah fenomena geologi yang mengagumkan!! Batu-batu besar ini terbentuk indah secara alami. Batu-batu besar ini membentuk lengkungan akibat proses erosi.

Causse du Larzac adalah kawasan terbesar yang tidak berpenghuni dan paling kering diantara Causse yang ada di Perancis. Causse de Larzac terbentuk dari bebatuan kapur yang sangat keras (harsh limestone). Bentuk batu kapurnya sangat beragam. Senang sekali saya melihatnya. Tentunya saya pun segera mengabadikan batu-batu yang indah ini :).

IMG_7710  IMG_7733

IMG_7712 IMG_7720

IMG_7667 IMG_7665 IMG_7663 IMG_7638

Kami pun terus berjalan lebih jauh lagi dan akhirnya menemukan batu besar dan tinggi sekali. Pada bagian bawah batu tersebut terdapat sebuah pipa. Pa Stephane menjelaskan pipa tersebut digunakan untuk menyimpan air ketika kawasan ini menjadi danau. Kawasan ini merupakan kawasan sulit air, sehingga ketika turun hujan dan menjadi danau, maka air tersebut akan disimpan dan dialirkan melalui pipa tersebut.

IMG_7721  IMG_7724

Diantara bebantuan kapur yang indah itu, ada salah satu batu yang saya sangat sukai. Bentuknya mirip wajah manusia. Ada hidung, mata, rambut dan mulut :).Indah sekali bentuk alam ini!!

IMG_7675 IMG_7673

IMG_7654 IMG_7686

IMG_7632 IMG_7645

 IMG_7730 IMG_7702  IMG_7622 20141019_121034

IMG_7628

Ada hal lain yang menakjubkan dari tempat ini yaitu tidak jauh dari dari lokasi batu kapur yang kering ini ada sebuah kawasan hijau yang sangat subur. Ini merupakan fenomena yang menakjubkan !!

IMG_7750  IMG_7755

Again… pa Stephane, thank you so much for bringing me to this wonderful place!! and Happy Birthday for you. It’s great moments to celebrate your birthday in this place :)

 

Referensi:

 

Pégairolles-de-l’Escalette

Pégairolles-de-l’Escalette, 18 October 2014

SIMG_7420etelah mengunjungi Chaunac, saya dan keluarga Prof. Stephane melanjutkan perjalanan menuju rumah kediaman orang tuanya di Pégairolles-de-l’Escalette. Perjalanan dari Chaunac menuju Pégairolles-de-l’Escalette memerlukan waktu 3-4 jam menggunakan mobil.

Pégairolles-de-l’Escalette merupakan sebuah pemukiman penduduk di departemen Hérault di wilayah Languedoc-Roussillon di Perancis selatan yang terletak di kaki dataran tinggi Causse de Larzac. Larzac adalah dataran tinggi batu kapur. Pemukiman ini dikelilingi oleh bukit kapur. Indah sekali memandang bukit kapur tersebut. Pemukiman Pégairolles-de-l’Escalette dialiri oleh sungai Lergue. Air sungainya sangat bersih sekali dan dapat langsung diminum!! karena sudah disaring oleh bebatuan. Sebagian besar penduduknya adalah petani anggur. Konon pemukiman ini didirikan pada abad ke 12 sebagai benteng pertahanan.

IMG_7376  IMG_7368

IMG_7417  IMG_7375

IMG_7494  IMG_7402

IMG_7595 IMG_7597 IMG_7598 IMG_7601 IMG_7602  IMG_7592

IMG_7407  IMG_7332 IMG_7383  IMG_7418

Didalam pemukiman ini ada sebuah castle yang digunakan untuk beribadah.

IMG_7491  IMG_7414

Dibagian belakang pemukiman terdapat sebuah monumen bersejarah. Pégairolles-de-l’Escalette memang merupakan salah satu lokasi bersejarah yang dilindungi oleh pemerintah

IMG_7454 IMG_7468

IMG_7480   IMG_7487

IMG_7470  IMG_7473

IMG_7435  IMG_7452

Beberapa rumah di pemukiman ini juga disewakan kepada para wisatawan. Beruntung sekali saya tidak perlu menyewa karena saya tiinggal di salah satu rumah orang tua pa Stephane :). Rumah lainnya juga ada yang dijadikan sebagai museum. Saya melihat salah satu rumah yang menyimpan berbagai macam perabot rumah tangga jaman dahulu. Indah sekali melihatnya.

IMG_7446  IMG_7447

IMG_7416 IMG_7438

IMG_7399 IMG_7415   IMG_7405   IMG_7412     IMG_7426  IMG_7439

IMG_7394

Sungguh ini merupakan perjalanan yang sangat berkesan bagi saya. Terima kasih pa Stephane :)

Collonges La Rouge Kampung “Red Sandstone”

Collonges La Rouge, 15 October 2014

IMG_7242

Pada hari kedua saya di Chaunac, Prof. Stephane mengajak saya mengunjungi Collonges La Rouge. Collonges La Rouge adalah sebuah perkampungan yang dibangun dengan menggunakan batu berwarna merah atau yang mereka sebut dengan red sandstone. Collonges La Rouge merupakan salah satu perkampungan terindah di Perancis (Les Plus Beaux Villages de France).

IMG_7297Kampung ini memang unik dan indah sekali. Semua bangunan rumahnya terbuat dari batu pasir berwarna merah. Dengan desain khas eropa, bangunan ini terlihat sangat cantik. Konon bangunan ini dibangun pada abad ke-8 dan merupakan sumbangan dari Limoges of the parish kepada biara Charroux.

Perkampungan ini terletak di wilayah Limousin, Departemen Correze. Sejarah berdirinya perkampungan ini diawali oleh dibangunnya sebuah biara oleh para biarawan dari Charraoux Abbey pada abad ke-8. Setelah revolusi Perancis, bangunan ini sempat hancur dan kemudian pada abad ke-19 masyarakat membangun kembali perkampungan ini. Jumlah penduduknya sempat mengalami penurunan dan desa tersebut berubah menjadi desa penambang batu. Pada abad ke-20 warganya membentuk association Les Amis de Collonges (The Friends of Collonges) dan kemudian pada tahun 1942 desa ini menjadi salah satu monumen bersejarah di Perancis :)

Desa ini memang patut dikunjungi. Ornamen dan desain rumahnya sangat cantik sekali. Warna merah batu dan bunga hias menempel di dinding rumah dan membuat rumah tersebut menjadi sangat asri sekali. Lagi lagi saya sangat bersyukur bisa mengunjungi tempat ini.  Terima kasih ya Allah Engkau beri saya kesempatan ini. Dear Stephane and family, thank you so much :)

IMG_7251  IMG_7252IMG_7261   IMG_7253

IMG_7268 IMG_7289

Di pintu depan saya IMG_7235meilihat peta perkampungan tersebut. Selain rumah penduduk, ada beberapa bangunan yang bersejarah diantaranya gereja dan castle. Gerejanya bernama Saint-Pierre. Gereja ini resmi menjadi salah satu monumen bersejarah sejak 4 April 1905. Menarik sekali membaca sejarah didalam gereja ini.

 

 IMG_7311 IMG_7312 IMG_7319IMG_7316  IMG_7313

IMG_7318