Archive for ‘yeni herdiyeni’

April 19, 2012

Urus paspor, What a bad service!!!

Hari ini adalah hari kedua saya datang ke kantor Imigrasi untuk melakukan pemotretan dan wawancara untuk perpanjangan paspor saya. Saya tiba di kantor imigrasi pukul 7.30 dengan harapan bisa selesai sebelum pukul 12 karena jam 12.30 saya ada rapat. Ternyata antrian sudah panjang dan saya mendapat nomor antrian 42. Sebagai warga negara yang baik, saya pun menunggu antrian. Pukul 9 nomor antrian saya pun dipanggil untuk melakukan pembayaran. Saya pun menuju loket. Tapi kemudian petugas loket bilang, berkas saya belum discan, jadi saya disuruh menunggu lagi, nanti dipanggil katanya. saya berpikir, Kok bisa belum discan padahal saya sudah menungumpulkan berkas sejak tiga hari yang lalu, tepatnya hari senin. Sesuai dengan ketentuan saya kembali lagi hari kamis. Ya sudah saya pun menurut saja untuk menunggu.

Setengah jam kemudian saya dipanggil lagi ke loket, tapi ternyata kemudian petugas bilang, saya diminta kembali ke bagian berkas. Saya pun menuju ke bagian berkas dan petugas berkas bilang bahwa saya tidak dapat memperpanjang panspor, karena ditolak sistem dengan alasan saya pernah memperpanjang paspor. Tentu saja saya kaget, siapa yang memperpanjang paspor, saya hanya punya satu paspor hijau yang sudah berakhir tahun 2010. Saya sampaikan bahwa saya tahun lalu menggunakan paspor biru untuk pergi ke Jepang. Tidak menggunakan paspor hijau, karena memang sudah expire. Karena saya bersikeras tidak pernah memperpanjang paspor, maka saya pun diminta untuk menemui pa Ridwan dibagian kantor Imigrasi. Saya pun masuk ke kantor dan mencoba menemui pa Ridwan. Baru saja saya masuk kedalam ruangan dan menanyakan pa Ridwan yang mana, petugas yang bernama pa Ridwan itu langsung bilang, “Sistem yang tolak bu”!” ujar dia dengan tidak ramah. Padahal saya pun belum menjelaskan apa-apa. Akhirnya saya pun terpancing emosi karena diperlakukan seperti itu dan kembali menegaskan bahwa saya tidak pernah memperpanjang paspor. Petugas itu malah bilang, “Ibu memperpanjang paspor di Bandung”. Karuan saja saya tambah kaget, ngapain juga saya memperpanjang paspor di Bandung.
Untung saja ada seorang petugas lain yang berusaha mengecek kembali data saya di komputer dan kemudian dia bilang bahwa data saya bukan ditolak sistem tapi belum discan oleh petugas… Ya Allah…. kesalahan siapa lagi ini…! Untung saja saya masih bisa membaca istigfar melihat perlakukan petugas imigrasi itu. Mungkin saya akan lebih lagi adem lagi jika pa Ridwan itu minta maaf ke saya. Tapi sudahlah tidak ada gunaanya berharap pada petugas seperti itu.

Akhirnya setelah mereka scan datanya, saya pun bisa melakukan pembayaran paspor. Tapi perjuangan belum selesai….. saya masih harus antri lagi untuk foto dan wawancara.

Pukul 11 nomor antrian saya dipanggil untuk foto dan wawancara. Saya pun kembali menunggu diruang foto. Antri lagi… Saya pun menunggu dengan manisnya petugas memanggil nama saya. Tapi sudah setengah jam lebih, saya masih belum dipanggil juga. Akhirnya saya pun berdiri dan melihat berkas lain di meja foto. Ternyata berkas yang sedang diproses nomor antrinya 66 padahal nomor antri saya 42. Ya Allah masalah apalagi ini…. saya pun kembali menanyakan ke petugas itu, dan ternyata berkas saya tidak ada ditumpukkan berkas. Saya pun kembali menghela nafas panjang… mungkin nafas terpanjang seumur hidup saya…..

Bukannya dilayani dengan baik, salah seorang petugas foto malah bilang, “Sabar bu.. semua orang juga pengin cepat.., ” Saya pun tidak mengindahkan omongan bodoh itu, tapi saya tetap menginginkan dimana berkas saya. Ternyata berkas saya masih dibagian pembayaran, belum dimasukkan ke bagian foto. Astagfirrallhalazim………

Setelah berkas saya masuk, saya baru bisa di foto dan setelah itu menunggu lagi untuk wawancara… ya menunggu lagi..

Sambil menenangkan diri dan menunggu dipanggil untuk wawancara, saya pun duduk dibagian belakang petugas foto. Sambil menunggu, saya melihat salah seorang petugas foto, malah main game di komputernya, padahal waktu belum jam 12. Benar-benar membuat geram melihat kelakukan petugas itu. Saya sempat mengambil foto petugas yang sedang main game itu. .

Walhasll jam menunjukkan jam 12 dan saya pun harus menunggu lagi sampai jam 1 karena petugas istirahat. Ya sudahlah saya manfaatkan untuk segera sholat Dzuhur agar bisa menenangkan saya.

Pukul 13 saya kembali ke ruang wawancara dan menunggu antrian lagi. Aneh sekali nomor antrian dibawah saya malah dipanggil lebih dulu. Saya sampaikan ke petugas kenapa ga dipanggil nomor urutnya saja. Tapi dia menjawab “Dari dulu sudah begini bu… ” hmmmm ya sudahlah…

Akhirnya pukul 13.30 saya baru dipanggil untuk wawancara. Alhaamdullilah akhirnya dipanggil juga.

Perjuangan urus paspor belum selesai…. hari rabu depan baru selesai paspor itu.

hmmmmmm…. mau sampai kapan Indonesia seperti ini… ??? :( (untuk foto dan wawancara saja butuh waktu 7 JAM!!!

February 8, 2012

Budaya Kampus ala “Fast Food”

Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar istilah fast food ? Mungkin ada yang membayangkan makanan cepat saji, enak dimakan, mudah didapatkan dll. Namun saya yakin anda pun tahu apa bahaya mengkonsumsi “fast food” atau yang sering kita sebut juga dengan junk food. Sebagian besar bahaya atau dampak negatifnya akan muncul dalam waktu yang cukup lama, atau yang lebih menakutkan lagi jika bahaya itu baru bisa dideteksi setelah kondisinya parah.

Kalau saya mengamati ada beberapa ciri fast food yang umumnya dapat membahayakan manusia diantaranya:

1. Pada umumnya makanan fast food TIDAK MEMPERHATIKAN KANDUNGAN nutrisinya (mengandung sedikit serat, kurang sayuran dll). Ini yang disebut dengan istilah “junk food”.

2. Pada umumnya makanan fast food INGIN CEPAT SAJI sehingga kebanyakan makanan menggunakan pengawet agar tahan lama.

Saat ini sejauh yang saya lihat, ternyata budaya ala fast food tanpa disadari juga mulai masuk lingkungan kampus. Mulai dari penilaian untuk Peringkat Webomatric, akreditasi, bahkan saat ini ramai gonjang ganjing aturan Dikti mengenai publikasi Jurnal.

Mari coba kita amati satu persatu fenomena itu.

1. Webometrics adalah salah satu ukuran peringkat Universitas di dunia maya. Indikator yang digunakan untuk penilaian webometrics yaitu:

  • Visibilitas yaitu dimana sebuah web universitas mendapatkan banyaknya backlink yang mengarah kepada web utama universitas tersebut. Presentase yang diperoleh ±50%.
  • Rich File yang mempunyai arti seberapa banyaknya sebuah web universitas memiliki file2 ( doc, pdf, dll ) dalam situsnya. Semakin banyak yang menggunakan file2 tersebut tentu semakin banyak pula skor penilaian yang didapat. Presentase yang diperoleh ±20 %.
  • Size / Jumlah yaitu apakah sebuah web universitas memiliki sub-domain. Semakin banyak sub-domain tentu semakin banyak juga penilaian yang didapat. Presentase yang diperoleh ±15%.
  • Scholar  yang dimaksud adalah jumlah artikel yang didapat dari situs tersebut. Presentase yang diperoleh ±15%.

Dari penilaian tersebut, penilaian tertinggi adalah visibilitas (banyaknya backlink). Jadi dapat dikatakan universitas yang memiliki ranking webometrics yang bagus tentu akan bagus juga dalam penerapan Teknologi Komputer. Seyogyanya nilai visibilitas itu dicapai dengan meningkatkan informasi/CONTENT yang baik dan berkualitas sehingga pada akhirnya orang banyak mengakses dan secara otomatis skor visibilitynya meningkat. Memang tidak mudah untuk mencapai hal ini dalam waktu singkat. Dibutuhkan waktu atau proses yang lama untuk mencapai skor secara ALAMIAH. Pada akhirnya muncullah trick-trick SEO (Search Engine Optimization) yang meng”akali”nya dengan trick-trick Black Hat atau White Hat.. saya pikir analogi ini tidak berbeda dengan “junk food”.

2. Akreditasi. Akreditasi adalah salah satu standar penilaian evaluasi diri sebuah program studi. Seyogyanya ini pun sangat baik sekali karena dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Seyogyanya nilai yang baik adalah “reward” dari sebuah proses yang baik. Namun seringkali dalam pelaksanaannya lebih mementingkan hal-hal administrative/dokumen daripada proses itu sendiri.

3. Gonjang-ganjing aturan DIKTI mengenai Jurnal. Banyak komentar yang bermunculan. Salah satunya tulisan rekan baik saya Pa Anto Nugroho sudah banyak mengulas masalah ini. Saya sepaham dengan beliau.  (http://asnugroho.wordpress.com/2012/02/02/tulislah-journal-jika-anda-ingin-meraih-sarjana-di-indonesia/). Fenomena yang sudah terjadi ada pada point 6.

6. Saya khawatir, peraturan tersebut akan membuat tiap fakultas berlomba-lomba membuat jurnal sendiri, dengan proses review yang tidak seketat jurnal terakreditasi. Tujuannya agar kelulusan sarjana tidak terganjal oleh aturan keharusan publikasi tersebut. Kalau ini yang terjadi, saya khawatir hasilnya akan kontra produktif. Jurnal-jurnal itu tidak akan pernah dibaca/dijadikan referensi oleh peneliti yang lain karena kualitasnya tidak diakui

Hmmmm……..  ”No Pain No Gain…..”  Proses lebih penting daripada hasil..

December 20, 2011

Sesaat menjadi dokter

Saga Univ, 20 Desember 2011


Menjadi seorang dokter, itu impian saya dulu sejak lulus SD sampai SMA. Bermula dari PMDK IPB waktu itu yang mengubah haluan saya dan menggiring saya menjadi seperti sekarang ini. Alhamdullilah semuanya saya syukuri.. :) . Perjalanan waktu pulalah yang akhirnya membawa saya ke negeri matahari terbit ini hingga akhir tahun 2011 ini. Disinilah saya kembali teringat impian saya dulu menjadi dokter. Alasannya karena selama di Saga Univ ini saya melakukan riset mengenai deteksi kanker Paru/lung cancer. Sama sekali bukan hal yang mudah untuk mempelajari lung cancer. Selain saya bukan seorang dokter, saya baru pertama kali mendalami riset ini. Terlebih lagi saya harus mempelajarinya dengan buku teks berbahasa Jepang..  saya sempat bilang ke sensei, “Sensei, I read this book like I read a comic. Just see the pictures… :p”.

 

But the show must go on.. Saya tetap harus mengerti kanker ini sebelum bisa membuat program. Berbagai macam jurnal dan paper saya pelajari sehingga akhirnya Alhamdullilah saya pun bisa memahami sedikit mengenai kanker ini. .. :) . Berdasarkan referensi yang saya baca lung cancer itu dibagi 2 yaitu Small Cell Lung Carcinoma (SCLC) dan Non Small Cell Lung Carcinoma (NSCLC). Ada tiga tipe kanker NSCLC yaitu Large Cell Carcinoma, Squamous Cell Carcinoma dan Adenocarcinoma. Kalau melihat gambarnya dari buku, memang sulit sekali membedakan jenis-jenis kanker tersebut.

Setelah mempelajari jenis kanker, selanjutnya saya harus memodelkan kanker tersebut sehingga komputer mampu mengenali kanker. Yang terbesit pertama kali dalam benak saya setelah membaca beberapa referensi, salah satu yang dapat membedakan kanker yaitu tekstur. Saya mencoba mengekstraknya dengan menggunakan Local Binary Pattern. Selanjutnya saya merepresentasikan CT image tersebut kedalam representasi 2D dan mengklasifikasikannya dengan menggunakan PNN (Probabilistic Neual
Network). Upsss…. hasilnya kurang memuaskan…. :( .

Sensei kasih saran “please read this book.. and try to use 3D representation…. “. ..Okelah sensei…siap..

Untung buku ini dalam bahasa Inggris. Yup.. saya pun membaca buku tersebut khususnya visualisasi 3D untuk medical image. Baca, ngoding, baca lagi, ngoding lagi… begitulah keseharian saya. Tapi tidak untuk sabtu dan minggu… itu saatnya menjernihkan pikiran dari buku dan koding… :p.. Saatnya weekend sama si Canon ..hehehe

Setelah lebih kurang 1 bulan memperlajari visualisasi 3D,  akhirnya CT image kanker itu bisa juga direpresentasikan dalam bentuk 3D.  Saya mencoba mengunakan Volume Local Binary Pattern. dimana setiap slice CT image tersebut direpresentasikan dalam 3 bidang XY, XT dan YT.

Setelah merepresentasikan CT image kedalam 3D, selanjutnya adalah melakukan pembelajaran sistem. Tiga hari lamanya saya melakukan proses training data. Selesai dengan dengan training, tibalah saatnya testing… duh..deg2an juga gmana hasilnya.. Well … yes.. akurasinya jauh lebih baik… :)

Masih belum puas rasanya dengan hasil. Akhirnya dengan sedikit modifikasi pada representasi Volume LBP, yaitu dengan membagi citra menjadi beberapa blok, akurasinya meningkat .. Yes!!

Begitulah sepenggal kisah saya Sesaat menjadi dokter.. :) ..

Diakhir kegiatan ini Alhamdulilah bisa menyelesaikan satu buah paper yang saat ini masih menunggu review dari sensei.. :) . Alhamdullilah..

December 16, 2011

Kampus Saga di Penghujung Musim Gugur

Kampus Saga, 12 Desember 2011

Musim gugur nampaknya akan berlalu seiring dengan mulai bergugurannya daun-daun dan dinginnya udara. Pemandangan yang berbeda pun mulai terlihat di kampus Saga, kampus tempat dimana saya melakukan riset selama 4 bulan. Mulai masuk gerbang kampus sudah terlihat pohon-pohon yang mulai berguguran daunnya memenuhi jalan sepanjang kampus.

     

Di sudut kantin kampus saya melihat sebuah pohon besar dan sebuah meja kayu tua dibawah pohon itu. Daun pohon itu sudah berubah warna. Ketika pertama kali saya tiba di bulan September, pohon yang kmrn berwarna hijau, kini sudah menguning namun terasa membuat hangat udara yang sangat dingin. Sepasang burung merpati turut menghiasi gugurnya daun-daun momiji. Tampak harmonis sekali sepasang merpati itu.. Ahhh… sayang saya sendirian dan tidak membawa tripod …:p

 

Sambil mengayuh sepeda untuk pulang, saya melihat sebuah pohon maple kecil berwarna merah sangat cantik sekali. Pohon maple itu tumbuh tepat di belakang kantor rektorat kampus Saga. Tak jauh dari pohon maple kecil yang indah itu, saya sempat membidik pohon maple dengan tiga warna yang berbeda. Cantik sekali.

 

  

Alhamdullilah ya Allah, Engkau berikan saya kesempatan belajar dan menikmati alam-Mu yang maha indah ini. Di penghujung musim gugur ini, Alhamdullilah saya bisa menyelesaikan penelitian saya dan tinggal menunggu review paper dari Sensei. Terima kasih ya Allah.

December 15, 2011

Pesona Sakurajima

8 November 2011

Sakurajima adalah gunung berapi yang masih aktif di kota Kagoshima, sebuah prefektur yang terletak di pulau Kyusu, Jepang. Dalam bahasa Jepang Kagu artinya gunung berapi. Maka memang tak heran jika Kahoshima disebut dengan pulau gunung berapi.

Selama lebih kurang 4 jam menggunakan bus perjalanan dari Saga menuju Kagoshima . Bus berhenti di terminal bus Kagoshima Chuo Station yang tak jauh dari sebuah mall besar Amu Plaza.

 

Salah satu rest area yang berdekatan dengan tempat saya menginap adalah Dolphin Port. Sebuah rest area yang memiliki spot pemandangan gunung Sakurajima  yang sangat indah dan dilengkapi juga dengan restoran dan toko-toko.

  

Tak jauh dari Dolphin Port, terdapat Kagoshima City Aquarium yang memiliki koleksi binatang laut di perairan sekitar Kagoshima sampai ke bagian utara.

Taman Senganen atau yang juga dikenal sebagai Isoteien adalah sebuah pemandangan taman gaya Jepang di sepanjang pantai utara pusat kota Kagoshima. Salah satu sudut taman yang menarik di tempat ini  adalah pemandangan Sakurajima dan Kagoshima Bay. Taman ini juga dihiasi dengan hiasan bunga-bunga yang sangat cantik. Tak pelak kamera ini pun ingin menikmati taman ini hehe…

       

Senganen dibangun pada 1658 oleh seorang bangsawan kaya bernama Klan Shimazu, bangsawan feodal yang paling kuat selama Periode Edo (1603-1867). Shimazu memerintah Satsuma (sekarang Kagoshima) selama hampir 700 tahun sampai akhir zaman feodal pada tahun 1868.

Di tengah-tengah taman berdiri sebuah rumah khas Jepang atau Iso Residence. Rumah ini dibangun pada 1658 yang kemudian mengalami rekonstruksi pada tahun 1880.

Menikmati kuliner di kota ini tentunya juga menjadi pilihan saya. Kali ini saya memilih salah satu tempat yang sangat khas sekali nuansa dapur Jepangnya. Sambil menikmati semangkok Soba, saya bisa menikmati para chef yang sangat terampil dalam menyajikan mie khas Jepang ini.. :) .Thanks pa Edi traktiran soba-nya.. :)

 

Sambil berjalan pulang menuju ke tempat menginap, tentunya saya juga tidak menyianyiakan kamera saya untuk mengabadikan pemandangan malam kota Kagoshima yang cantik dengan kerlap-kerlip lampu yang menghiasi sepanjang jalan.

  

 

Thanks pa Edi dan pa Lideman yang sudah menemani saya menikmati alam Kagoshima..

 

June 23, 2011

Tips Untuk Cegah Kista dan Mioma

Sumber : (Raymond R, Andrie Indradie)

Sedikit kaum hawa di negeri ini yang memahami perbedaan antara penyakit kista dan mioma (myom). Memang, kedua penyakit ini sama-sama semacam tumor yang menyerang organ reproduksi perempuan. Pada tingkat tertentu kista dan mioma bersifat jinak. Hanya saja, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Yang pertama adalah lokasi tempat tumbuhnya kista dan mioma. Lokasi pertumbuhan kista berada pada indung telur (ovarium). Dus, penyakit ini kerap disebut dengan istilah kista ovarium. Adapun mioma tumbuh pada otot rahim kaum perempuan. “Berbeda dengan kista yang tumbuh di luar rahim. Di sini letak perbedaannya,” kata Martin Walean, dokter kandungan RS Permata Bunda. Pertumbuhan mioma, atau istilah medisnya mioma uteri, dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain status hormonal. Hormon mempunyai peran yang sangat penting pada aktivitas rahim, khususnya hormon estrogen. Hormon estrogen dapat merangsang pertumbuhan tumor yang satu ini. Sebab, jaringan mioma memiliki jumlah reseptor estrogen yang lebih tinggi daripada jaringan otot kandungan. Jadi kerap tumbuh lebih cepat pada masa usia reproduksi, terutama pada masa kehamilan. Yang membuat mioma berbahaya adalah karena ia dapat tumbuh lebih dari satu lokasi di dalam rahim, dengan berat dan ukuran bervariasi. “Ini menyebabkan gangguan pada rahim,” ujar Mulyadi Tedjaprana, Direktur Klinik Medizone. Perbedaan kedua adalah wujudnya. Apabila kista ovarium berbentuk kantong yang berisikan cairan, mioma berbentuk padat. Menurut Boyke Dian Nugraha, ahli kandungan dari Klinik Pasutri Tebet, Jakarta, untuk bisa membedakan kista dan mioma dapat dilakukan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) empat dimensi. “Karena, cukup sulit membedakan keduanya dengan pemeriksaan konvensional,” katanya. Boyke menambahkan, saat ukuran kista dan mioma mulai membesar, diperlukan penanganan khusus, misalnya tindakan pengangkatan laparoskopi dan laparatomi. “Tindakan ini hanya disarankan kepada wanita, yang ukuran kista atau miomanya di atas 5 sentimeter,” ungkap Boyke.

Meski belum diketahui penyebab munculnya kista ataupun mioma, Mulyadi Tedjapranata menyatakan bahwa kedua tumor jinak itu dapat dihindari dengan penerapan pola hidup yang sehat dan berkualitas. Untuk menghindari kedua penyakit tersebut, saran Boyke, ada baiknya kaum wanita mengurangi asupan makanan yang dapat memicu produksi hormon estrogen, seperti tahu dan tempe, atau kacang kedelai.

PANTANGAN MAKANAN PENDERITA KISTA / MIOM:

- Hindari makan jeroan, ayam broiler, telur, gorengan, fastfood, durian.
- Hindari kacang kedelai dan produk dari kacang kedelai seperti tahu, tempe, susu kedelai
- Kurangi makanan / minuman yang manis-manis
- Perbanyak makan sayuran (kecuali kol) & buah-buahan (kecuali durian dan yang terlalu manis seperti rambutan, lengkeng).
- Hindari STRESS , cukup istirahat. “Itu bisa merangsang timbulnya mioma,” tandas Boyke. Pola hidup sehat lainnya, timpal Mulyadi, mengurangi konsumsi makanan berlemak dan sering mengonsumsi makanan kaya serat. Selain itu, hindari pemberian zat tambahan pada makanan. Yang paling penting adalah rutin berolahraga. “Kebiasaan rokok dan alkohol jelas harus dihentikan. Kalau bisa, juga hindari stres,” tegas Mulyadi. Meski hanya 0,1% dari total kasus tumor jinak ini yang berkembang menjadi kanker ganas, menurut Martin, bukan tidak mungkin ke depannya akan makin banyak perempuan yang mengidap kista atau mioma. “Jika tidak dicegah sedari dini, kista dapat tumbuh jadi kanker ovarium mematikan,” kata dia. Saat ini, menurut Martin, kanker ovarium merupakan penyebab kematian utama pada kasus penyakit ginekologi di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu, kanker ovarium merupakan penyakit kelima yang menyebabkan kematian perempuan setelah kanker paru-paru, kolorektal, payudara, dan pankreas. Catatan saja, di AS, sebelum tahun 1998, kasus kanker ovarium pada perempuan berusia di bawah 50 tahun mencapai 5,3 per 100.000 kasus. Angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 1998 tercatat merudi 41,4 per 100.000 kasus yang menimpa perempuan di atas 50 tahun. (Raymond R, Andrie Indradie)

Tags:
May 18, 2011

Damainya Cinta – Ayah Ibu Anak

Foto ini diambil dari potongan kayu di pinggir jalan..
Kayu itu tampak sudah tua dan hampir lapuk..
tapi lihat ada sisi indaha dari tepi kayu lapuk itu…
Jamur yang hidup dalam keluarga damai saling menaungi satu sama lain… Damainya Cinta..
itulah indahnya Cinta…

December 16, 2010

Filosofi Jalanan

Pernahkah Anda mengalami ban mobil atau motor Anda kena paku dijalan? Merasa sedih atau kesal karena ban menjadi kempes, itu hal yang wajar.. namun apakah kemudian anda bisa menyalahkan jalan atau orang lain sebagai penyebabnya? tentunya tidak bisa bukan.. paling-paling kita menggerutu… yah itu masih hal yang wajar.. Kita tidak mungkin menyalahkan jalan atau orang lain sebagai penyebab, karena ternyata kendaraan lain yang melalui jalan itu tidak mengenai paku itu dan aman-aman saja.. Mengapa? yah.. mungkin karena orang lain hati-hati dalam mengendarai kendaraan dan waspada sehingga bisa menghindari paku tersebut.. dan kita bisa terkena paku mungkin karena kita kurang waspada dan hati-hati… hmm.. mungkin anda juga bisa bilang… “Ah saya sudah hati2 kok…tapi tetap ajah kena..” dengan kenyataan itu, maka kita kita hanya bisa pasrah kepada Tuhan karena mungkin sedang diuji oleh Tuhan.. Daripada marah2 kan mending kita ganti ban yang kempes itu supaya bisa kembali berjalan… :) Sederhana bukan..? Namun bagi saya, maknanya tidak sesederhana itu.. inilah yang saya sebut dengan filosofi jalanan….

Pengalaman saya menempuh studi S2 dan S3 sama halnya seperti saya mengendarai mobil di jalan. Terkadang jalannya lancar, terkadang tersendat karena macet, dan pernah juga terkena paku di jalan.. dan kempes..pes.. Kejadiannya tengah malam pula dan sendirian… hmffhm.. Studi saya tidak selamanya lancar.. mengalami hambatan.. apalagi ketika mengerjakan penelitian s3 saya.. Tidak sedikit hambatan yang harus saya lalui…….

Anda juga mungkin pernah/sedang mengalami hal yang sama. Entah itu hambatan dengan tugas kuliah ataupun hambatan dengan dosen.. Apalagi ketika kita sedang melakukan penelitian, kita akan seringkali berinteraksi dengan dosen… dan mungkin bisa saja muncul masalah.  Ketika masalah itu muncul, apapun masalahnya.. saran saya hanya satu.. coba terapkan filosofi jalanan tadi.. Kalau kita mendapatkan masalah, maka coba intropeksi diri apakah kita sudah berhati-hati. Kalau anda sudah merasa berhati-hati, maka yakinkan diri bahwa masalah ini adalah ujian Tuhan. Mencobalah untuk tidak menyalahkan orang lain, sama seperti ketika ban mobil kita terkena paku, kita tidak bisa menyalahkan orang lain.. karena kendaraan yang lain aman2 saja melalui jalan itu. Yang justru harus kita lakukan adalah bangkit perbaiki ban itu kemudian berhati-hati dan selalu memohon petunjuk dan perlindungan Tuhan…

Semoga bermanfaat!

November 1, 2010

Sistem Imunitas Inspirasi Deteksi Spam Otomatis

Pernahkah anda dipusingkan dengan spam di account email anda..? pastinya anda dibuat tak nyaman dengan adanya spam ketika membuka email. Terkadang walaupun sudah menggunakan software spam filter untuk mendeteksi spam, masih saja ada spam yang lolos masuk kedalam account kita. Belum lagi jika spam filter tersebut malah justru menyaring email yang bukan spam.. Tentunya email tersebut tidak akan masuk kedalam inbox kita.

Sofware spam filter pun memerlukan bantuan pengguna untuk menuliskan daftar spam atau memberi tanda pada email spam. Makanya tidak heran jika spam tersebut belum ada didalam daftar, maka spam itu akan lolos masuk kedalam inbox. .. :)

Hmm… adakah solusi lain untuk mendeteksi spam email ..??

Coba anda bayangkan spam email adalah virus atau bakteri yang bisa masuk kedalam tubuh manusia. Tubuh kita tidak diberi daftar virus/bakteri oleh Tuhan. Bayangkan betapa repotnya kita jika harus selalu mengupdate daftar virus/bakteri itu secara periodik … :p

Jadi bagaimana tubuh manusia bisa mengenali virus/bakteri yang berbahaya bagi tubuh dan membunuh kuman tersebut sehingga tidak mengganggu kesehatan manusia…? Jawabnya ada pada keajaiban sistem imunitas (immune system).

Imunitas adalah kemampuan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit atau melawan infeksi dengan melawan substansi asing yang masuk kedalam tubuh seperti mikroorganisme (bakteri, virus, protozoa dan kuman), parasit seperti cacing dan sel kanker. Mikroorganisme ini disebut dengan patogen (infectious agents).

Cara kerja sistem imunitas adalah sebagai berikut: Patogen (infectious agents) bila mengintervensi tubuh mula-mula akan berhadapan dengan elemen sistem imunitas natural (innate). Bila sistem immune natural ini dapat dirusak, patogen akan berhadapan dengan sistem imun adaptif yang bereaksi secara spesifik untuk mengeliminasi dan menghancurkan patogen. Sistem imun adaptif menghasilkan imun memori untuk memberi reaksi sejenis yang lebih baik pada infeksi atau intervensi patogen yang sama berikutnya.

Sistem imunitas terdiri dari tiga lapisan. Lapisan pertama terdapat pada permukaan tubuh yang terdiri dari kulit membran mukosa (mucosal membrane), sekresi alami dan bakteri alami yang berfungsi melawan infeksi . Lapisan kedua adalah sistem imunitas non-spesifik (innate immune system). Lapisan kedua berfungsi untuk melawan infeksi yang mampu menembus pertahanan lapis pertama. Pada lapisan ini terdapat fagosit, macropage system, protein complement, fever, interferon, sitokinin dan inflamasi. Lapisan ketiga yaitu sistem imunitas spesifik atau adaptive immunitiy. Lapisan ini melibatkan dua jenis sel darah putih (limfosit) yang dihasilkan disumsum tulang belakang. Limfosit yang sudah matang akan berubah menjadi limfosit B (sel B) sedangkan yang belum dewasa akan menuju kelenjar timus dan terdeferensiasi menjadi imfosit T (sel T). Pada lapisan ini terdiri dari B-cell (humoral) dan T-Cell (cell-mediated).

Lapisan pertama dan lapisan kedua tidak dapat mengenali benda asing. Lapisan ini berperan sebagai lapisan pertahanan pertama terhadap invasi substansi asing masuk kedalam tubuh.

Lapisan tiga atau sistem imunitas spesifik/adaptive inilah yang dapat mengenali benda asing yang masuk kedalam tubuh. Sistem imunitas ini berkembang karena diinduksi/distimulasi oleh intervensi subtansi benda asing yang masuk kedalam tubuh. Substansi yang menginduksi imunitas spesifik disebut dengan antigen. Sistem imunitas spesifik atau adaptif dapat menghancurkan patogen yang lolos dari sistem kekebalan non-spesifik. Sifat dasar dari sistem imunitas spesifik yaitu menghasilkan “immune memoryyang mampu memberikan respon lebih efektif pada infeksi berikutnya. Bagian inilah yang mampu menyimpan informasi antigen yang pernah masuk sehingga bisa mengenali antigen tersebut dan dan akhirnya membunuh antigen tersebut ketika masuk kedalam tubuh sehingga tubuh dapat terlindungi.

Yang berperan pada sistem imunitas adaptif adalah sel T (imunitas selular) dan sel B (imunitas humoral). Jika ada benda asing masuk kedalam darah, maka sel B akan membelah dan berdeferensiasi menjadi sel B memori dan sel Plasma. Sedangkan sel T akan berdeferensiasi pada sel timus dan menghasillkan 4 sel  yaitu sel T penolong (sel T helper), sel T penekan, sel T sitotoksik dan sel T memori.

Sel B memiliki imunoglobin pada permukaannya yang dapat digunakan untuk mengenali  suatu antigen. Sel plasma akan terbentuk jika sel B telah berhasil mengidentifikasi antigen dan akan mensekresikan antibodi ke seluruh tubuh. Sel T yang telah matang (dewasa) akan berkembang menjadi beberapa jenis sel T yang dapat mengenali antigen.

Proses pengenalan antigen oleh sel B dan sel T inilah yang menginspirasi para peneliti untuk menemukan algoritme sistem imunitas buatan (artificial immune algorithm) untuk menyelesaikan masalah komputasi. Kemampuan sel B dan sel T untuk membuat sel memori menjadi insiprasi yang sangat berharga untuk membuat sistem bersifat adaptif terhadap munculnya antigen baru yang masuk kedalam tubuh sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan benda asing tersebut. Mekanisme inilah yang menginspirasi agar sistem mampu mendeteksi spam secara otomatis dan bersifat adaptif. Subhanallah…

Bagaimana mekanisme tersebut bekerja..? ..Nantikan buku yang sedang saya rampungkan mengenai Keajaiban Biologi – Inspirasi Algoritme… :)

Semoga bermanfaat…

October 29, 2010

Selamat Jalan Guruku….

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un …………..

Karangan bunga untuk guruku.......

Jumat, 29 Oktober 2010. Pagi itu terasa dingin dan sepi. Langit mendung dan hujan rintik membuat pagi itu terasa sangat mencekam. Usai sholat subuh, aku tiba-tiba mendengar suara sms. Setelah aku buka, tersentak aku membacanya.

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Jam 3 pagi ini pak Rambe telah berpulang ke Rahmatullah. Mohon doa buat almarhum. Semoga almarhum mendapat ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah. SWT. Amin. Smoga keluarga yg ditinggalkan almarhum diberi kesabaran dan kekuatan batin menghadapi musibah ini. Amin.”

Masih teringat dibenakku wajah beliau ketika terakhir kali aku menjenguk beliau di RS Persahabatan Jakarta, setelah lebaran yang lalu. Wajah beliau begitu lemah dan mencoba tegar menahan rasa sakit kanker itu. “Sakit Yen badan saya….” begitu ujar beliau sambil terus memijat bagian atas tangannya… Tak kuasa rasanya melihat sakit yang beliau rasa… :( . Terlebih setelah aku membaca tulisan beliau di facebook yang menceritakan betapa sakitnya beliau. Tak terasa menetes air mataku …

Inilah yang beliau sampaikan dalam tulisan itu selama menjalani terapi ……

Selasa, 3 Agustus 2010, dicoba untuk tidak mengkonsumsi pain killer yang sdh hampir 10 bulan dikonsumsi utk menghilangkan sakit di paha dan perut bagian bawah. Inilah ceritanya……

Mula-mula (4-5 bulan pertama) masih bisa mengandalkan jenis pain killer spt Celebrex atau Zaldiar untuk mengatasi efek syaraf yg terganggu oleh tumor di tulang Lumbal 3. Tetapi sejak 5 bulan lalu harus ditambah dengan MST Continuous (morfin), mula2 10 mg kemudian dinaikkan menjadi 15 mg. Sekarang pakai celebrex siang hari dan MST Cont malam hari.

Pada saat ini memang proses kemo belum selesai. Yang sudah selesai adalah radioterapi tulang Lumbal 3. Radioterapi menggunakan Linac 8 kali dan Cobalt 2 kali. Sedang untuk kemoterapi untuk mengejar kanker di paru kiri baru selesai siklus 3 (A dan B). Masih ada 1 siklus lagi, 10 Agust untuk sikulus 4A dan 19 Agust untuk siklus 4B. Seri A menggunakan Cytogen dan Carboplatin, seri B mengunakan Cytogen saja. Semuanya masuk melalui infus.

Kembali ke tgl 3 Agust kemarin. Di tengah-tengah rasa sakit di paha sempat tertidur kira-kira 1 1/2 jam tengah malam. Setelah itu tidak bisa bisa tidur lagi karena kesakitan terus. Akhirnya menyerah….. Pukul 4 pagi terpaksa ambil morfin 15 mg. Barulah bisa tidur sampai pukul 5, minum obat mag ranitidin dan inpepsa (baru sadar bahwa ini salah: seharusnya ranitidin dimakan dua jam sebelum inpepsa, bukan pada waktu yang bersamaan) . Sambung lagi tidur hingga pukul 8 pagi….. terus sarapan… Telur ayam rebus 3 butir dan semangkok bubur kacang hijau (Tukang buburnya sudah pulang kampung, mau agustusan dan puasa, jadi harus masak sendiri. Bubur kacang hijau bikinan rumah lebih padat dibanding yang dijual keliling, tetapi rasanya tidak lebih enak).

Mungkin akan diteruskan saja konsumsi pain killer sampai kemoterapi selesai. Setelah itu barulah dicoba lagi pengurangan dan kemudian penghentian pain killer ini…… Mudah2an bisa.

Ya Allah… kini Engkau telah bebaskan guruku dari sakit itu…

Lebih kurang setahun lamanya beliau sakit setelah selesai menunaikan tugas mulianya sebagai dosen di IPB. Beliau adalah sosok dosen yang sangat tegas namun masih tetap humoris.. Walaupun beberapa waktu terakhir tidak banyak waktu kebersamaan dengan kami, namun beliau masih menyempatkan hadir di kantor pada hari sabtu bahkan minggu.

Beliaulah yang pertama kali diberi amanah untuk memimpin Jurusan Ilmu Komputer IPB pada tahun1992. Pada awalnya Ilmu Komputer adalah program studi dari Jurusan Statistika. Adalah almarhum Bapak Prof. Andi Hakim Nasution yang pertama kali menginisialisasi Jurusan Ilmu Komputer di IPB.

Pa Rambe, beliaulah salah satu guru yang membimbing aku untuk menjadi guru seperti beliau.. Terima kasih pa atas ilmu dan bimbingan yang telah bapak berikan kepada kami.. Kami akan teruskan tugas muliamu untuk memberikan ilmu kepada murid-murid kami.. Dahulu bapak membina dan membimbing kami supaya bisa tumbuh menjadi “bunga” yang harum… kini kami telah berbunga pa, kami siap melanjutkan tugas mulia bapak.. semoga kami bisa menambah harum taman ilmu yang telah bapak rawat sejak dulu…

“Selamat jalan guruku, orang tuaku, sahabatku …. Semoga Allah melapangkan kubur, mengampuni segala khilaf dan menerima semua amal ibadah bapak… Amin…”

 

 

 

Saya mohon kepada seluruh sahabat, rekan alumni, mahasiswa Ilmu Komputer IPB untuk mendoakan beliau agar diterima di tempat yang baik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Amin

Kahuripan, 29 Oktober 2010.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.