Menjadi Profesor atau Pengusaha Hidroponik ?

Kahuripan, 25 Juni 2014

Menjadi Professor atau pengusaha hidroponik? hehehe pertanyaan lucu ini begitu saja keluar dari seorang teman dekat saya yang mengetahui kalau saya baru saja mendapatkan kenaikan jabatan dosen lektor kepala tertanggal 1 Juni 2014. Alhamdullilah.. :)

Perlu waktu tiga tahun untuk menunggu proses kenaikan pangkat ini… berawal dari semangat 45 mengajukan kenaikan pangkat ini sampai akhirnya pasrah ajah dah hehehehe… Tapi akhirnya Alhamdullilah, Allah masih mengijinkan. Lektor kepala adalah jabatan fungsional dosen ketiga setelah Asisten Ahli dan Lektor dan satu tahapan lagi untuk menjadi Profesor. Bukanlah hal yang mudah untuk menjadi seorang profesor. Selain angka kredit yang dipersyaratkan minimal 850,  seorang dosen dengan jabatan Lektor Kepala baru bisa mengajukan menjadi Profesor setelah tiga tahun memiliki ijazah Doktor dan empat tahun menjadi Lektor Kepala serta memiliki tulisan di Jurnal Internasional bereputasi, hmmmm…. tidak mudah dan prosesnya butuh kesabaran hehehe… Itulah sebabnya mengapa teman saya bertanya kepada saya mau jadi profesor atau pengusaha hidroponik? hahaha….Menurut perhitungan rekan saya yang saat ini menekuni usaha hidroponik, waktu Empat tahun merintis usaha hidroponik sudah bisa menghasilkan omset 20 jt/per bulan whaaaa…menggiurkan memang hahahah….

Bagi saya pribadi, menjadi akademisi dan berkebun dua-duanya merupakan pekerjaan yang menyenangkan.. saya hobi melakukan pekerjaan itu. Namun memang berkebun tidak banyak menghabiskan energi emosi dan pikiran…walaupun sayuran yang ditanam menjadi kuning dan terkena penyakit saya tidak merasa kecewa apalagi emosi.. biasa saja…. :) gagal, lalu tanam lagi hehehe…  berbeda dengan menjadi dosen :). Bukan pekerjaan mengajar dan menelitinya yang seringkali menguras emosi dan pikiran namun lingkungannya hehehe… (#eh kok jd curcol .. ;)

Saya bahagia dan senang menjadi seorang dosen.. :) Seperti yang pernah saya sampaikan pada tulisan saya yang berjudul  “Apakah saya menyesal menjadi dosen?” Walaupun tidak mudah untuk menempuh jenjang karir menjadi seorang dosen, dan begitu jauh jika dibandingkan secara materi dengan pekerjaan lainnya, namun merupakan kepuasan tersendiri bisa mengajar, membimbing dan menjadikan mahasiswa menjadi seorang sarjana … :)

Ah, biarlah saat ini dua pekerjaan tersebut saya coba tekuni… karena saya hanya ingin mengejar kebahagiaan bukan materi … :). Steve Jobs juga pernah berkata :

Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma – which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of other’s opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.

Bersyukurlah dan bekerjalah untuk dunia dan akhirat ….. :)

 

Indah itu dekat, bahagia itu mudah …..

Tags

,

Kahuripan, 25 Juni 2014

The most beautiful people we have known are those who have known defeat, known suffering, known struggle, known loss, and have found their way out of the depths. These persons have an appreciation, a sensitivity, and an understanding of life that fills them with compassion, gentleness, and a deep loving concern. Beautiful people do not just happen. – Elisabeth Kübler-Ross

This slideshow requires JavaScript.

Foto-foto ini diambil di kebun hidroponik saya dengan menggunakan kamera Canon 60D dengan lensa macro 100mm

Pantai Pasir Perawan

Jakarta, 24-25 Mei 2014

Pantai Pasir Perawan adalah sebuah tempat wisata di kawasan pulau Seribu Jakarta. Cuaca saat pengambilan foto ini agak sedikit mendung dan awan berwarna putih.

IMAG0772 IMAG0775 IMG_4857

IMAG0781

IMG_4858

 IMG_4853 IMG_4839

IMG_4824 IMG_4830 IMG_5014

Perjalanan menuju kawasan wisata ini tidaklah “seindah” pemandangan laut dan pantainya. Gubernur Jakarta saya pikir perlu membenahi jalur transportasi dan menata ulang kawasan Darmaga kapal agar tidak terlihat kumuh dan bau.. Saya mengambil beberapa foto kotor dan baunya lokasi darmaga kapal. Namun saya tidak ingin foto tersebut mengotori indahnya Pantai Pasir Perawan…. :)

Jakarta adalah ibukota negara, jadi saya membayangkan apa yang ada dipikiran wisatawan asing ketika melihat bagian dari  wajah ibu kota seperti itu…

Semoga saja gubernur yang akan datang membenahi Jakarta sampai tuntas :)

Workshop Pengembangan Teknologi Computer Vision di PT. Arara Abadi – Sinarmas Forestry Riau

Tags

Riau, 6 Mei 2014.

Melakukan aktivitas di luar kampus bagi saya merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengisi energi baru ditengah kepenatan kegiatan kampus. Selain mengajar, meneliti dan melakukan aktifitas rutin di kampus, menurut saya perlu juga menjalin networking dengan lingkungan di luar kampus.

DSC_0552Pada tanggal 5-7 Mei 2014, saya bersama dengan Prof. Lilik B. Prasetyo melakukan kunjungan ke PT. Arara Abadi, salah satu perusahaan HTI milik Sinarmas di Perawang Riau. Tujuan kunjungan tersebut adalah dalam rangka memenuhi undangan unit Research and Development (R & D) PT. Arara Abadi untuk menjadi narasumber pada acara Workshop yang bertema “Sistem Monitoring Hama dan Penyakit Hutan dan Tanaman Industri Berbasis Informasi dan Teknologi”. Dalam workshop tersebut saya menyampaikan materi “Computer Vision for IPM” dan Prof. Lilik menyampaikan materi “Hyperspectral for Plantation”. Acara workshop tersebut dihadiri juga oleh kantor PT. Arara Abadi di wilayah lain dengan menggunakan teleconference. Dalam kesempatan tersebut, saya bertemu dengan Direktur R & D yaitu Bapak Bambang Herdyantara, Kepala R & D Bapak Mardai dan Dr. Budi Cahyono.

DSC_0568 DSC_0574 DSC_0566 DSC_0581 DSC_0584 DSC_0551

Dalam acara kunjungan tersebut, kami juga mengunjungi hutan Eucalyptus dan Acacia untuk melihat jenis penyakit dan hama yang menyerang tanaman tersebut. Luas lahannya sangat luas sekali. Menurut Dr. Budi Cahyono, monitoring hama dan penyakit untuk kawasan yang sangat luas seperti ini membutuhkan teknologi komputer. PT. Arara Abadi berharap dapat bekerjasama dengan IPB khususnya dengan lab Computer Vision Dept Ilmu Komputer untuk mengembangkan teknologi berbasis computer vision untuk identifikasi dan monitoring hama dan penyakit. Sungguh ini merupakan kesempatan dan tantangan yang baik bagi kami. Sampai saat ini grup riset Computer Vision, Departemen Ilmu Komputer sudah melakukan riset dan mengembangankan beberapa aplikasi berbasis web dan mobile untuk monitoring hama dan penyakit tanamana holtikultura seperti padi, kubis, dan tomat.

DSC_0519 DSC_0520 DSC_0512 DSC_0509 DSC_0504 DSC_0728 DSC_0648 DSC_0629 DSC_0610 DSC_0525

Pada hari ketiga saya diberi kesempatan oleh pa Budi untuk mengunjungi nursery. Lokasinya terbilang jauh dari kantor R & D. Lebih kurang satu jam untuk tiba di tempat tersebut. Di lokasi nursery, pa Budi menunjukkan beberapa jenis penyakit yang menyerang bibit tanaman eucalptus dan acasia. Saya juga sempat memberikan pengarahan cara pengambilan foto penyakit untuk keperluan identifikasi penyakit berbasis citra.

DSC_0663 DSC_0666 DSC_0667 DSC_0668 DSC_0549 DSC_0546

Tidak jauh dari tempat nursery, saya mengunjungi Arboretrum milik PT. Arara Abadi. Disana ternyata dikembangbiakkan juga gajah :) menarik sekali dan cukup indah pemandangannya. Konon katanya gajah ini pandai menirukan manusia, karena dilatih oleh pawang gajah. Perjalanan ini cukup panas namun sangat menyenangkan dan menambah pengetahuan baru bagi saya. Kami sangat berharap bisa membantu mengembangan teknologi computer vision untuk monitoring hama dan penyakit pada lahan PT. Arara Abadi. Semoga. Terima kasih kepada pa Budi dan tim yang sudah mengantarkan saya mengunjungi PT. Arara Abadi.

DSC_0712  DSC_0704 DSC_0701  DSC_0708 DSC_0700

Fast Track itu sama dengan Fast Food. Tidak Sehat!

Tags

Fast track adalah program percepatan studi, dimana seseorang mahasiswa dapat menyeselesaikan program S-1 kurang dari 8 semester dan S-2 kurang dari 4 semester asal sks minimum tercukupi, mahasiswa tetap dapat ijzazah S-1 dan S-2 (Sumber: Panduan Program Beasiswa Unggulan DIKTI). Tujuannya adalah untuk memproduksi sarjana S1 dan S2 lebih cepat. Mahasiswa yang dapat mengambil program ini tentunya harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Saya ingin berbagi fenomena yang muncul dengan adanya program Fast Track ini. Alhamdullilah selama ini mahasiswa bimbingan saya, sebagian besar memiliki prestasi yang cukup baik. Sampai saat ini ada tiga mahasiswa bimbingan saya yang mengambil program Fast Track. Tentu saja mahasiswa tersebut memiliki prestasi akademik yang baik dan tentunya memenuhi syarat. Namun selama proses pembimbingan tugas akhir, saya mengamati beberapa dampak negatif yang muncul akibat program fast track tersebut.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa dalam pelaksanaanya, mahasiwa yang mengambil program fast track mengambil mata kuliah S2 pada tahun ke-4 bersamaan dengan dengan pengerjaan tugas akhir. Disinilah muncul pokok permasalahannya. Melakukan riset itu tidaklah sama dengan mengikuti perkuliahan. Melakukan riset memerlukan waktu yang banyak untuk melakukan eksplorasi membaca jurnal, buku, melakukan eskperimen dll. Melakukan riset itu perlu “Passion”. Tidaklah mudah mencerna penelitian orang lain dari jurnal/publikasi. Perlu waktu yang sangat banyak sekali untuk membaca berulang kali makalah/paper yang sedang dipelajari. Saya ingin katakan, membaca paper penelitian itu perlu “dinikmati”…

Selain membaca paper, mahasiswa saya setiap minggu perlu menyampaikan progress risetnya secara rutin. Namun dilain pihak mahasiswa tersebut terbebani juga dengan tugas-tugas perkuliahan S2. Ini tentu saja membuat mahasiswa “STRESS” !! dan pada akhirnya tidak lagi “menikmati” apa yang sedang dipelajari…. Apakah pembelajaran seperti ini baik!!?? tentu saja tidak.!!  

Proses pembelajaran itu harus “dinikmati”, tidak bisa dilakukan dengan “tergesa-gesa”!… Selain itu juga dalam melakukan riset harus banyak membaca literatur lalu mencerna literatur itu dengan baik. Sistem kerja otak itu sama rumitnya dengan sistem kerja pencernaan. Mengunyah makanan saja tidak boleh tergesa-gesa, agar sistem pencernaan dapat mencerna makanan dengan baik dan “TIDAK STRESS” akibat dipaksakan. Demikian pula dengan sistem kerja otak! … Jika prestasi mahasiswa tidak benar-benar “EXCELLENT” maka FAST TRACK sama dengan FAST FOOD. Tidak Sehat!

Nikmati “PROSES PEMBELAJARANNYA”. Jangan tergesa-gesa! Proses yang dilakukan secara paralel itu BELUM TENTU BAIK KOK!!…

Jika saya menjadi mahasiswa lagi, saya akan memilih menyelesaikan tugas akhir saya sebaik dan secepat mungkin , setelah itu baru melanjutkan studi lagi ke jenjang yang lebih tinggi.

 

 

Menyesal menjadi dosen..?

Tags

Somewhere over the rainbow, 29 Maret 2014

Siang ini saya mendapat pesan email dari seorang mahasiswa saya. Sebutlah dia Anton.

Assalamu’alaikum buk yeni.. maaf mengganggu.. pikiran saya terbuka atas ibu yang paparkan minggu lalu.. tp, jujur saya memang kurang motivasi buk karna belum mengetahui passion saya kemana.. gairah saya masih kurang untuk melihat sesuatu karna masih takut-takut kedepannya gmn.. jd, klu boleh bertanya buk.. baiknya apa yg saya lakukan?? metode belajar yang bagaimana baiknya saya terapkan.. soalnya dengan adanya ikut berorganisasi cukup membuat saya lelah dan tidak cukup waktu lagi buat belajar.. terima kasih buk atas waktunya.

Anton adalah salah satu mahasiswa yang saya tegur ketika kuliah karena dia tidak melakukan aktifitas apapun pada saat mengikuti perkuliahan. Dia hanya duduk di kursi dengan tangan melipat di meja dan menatap ke depan tanpa terlihat sedikitpun dia menikmati kuliah. Setelah melihat kondisi tersebut, maka saya sempatkan untuk menjelaskan sedikit mengenai “forgetting curve” kepada mahasiswa. Agar mahasiswa bisa membaca secara detail, selesai kuliah, malam harinya saya menyempatkan menulis secara detail mengenai “forgetting curve“. Silahkan dibaca di sini.

Pada kesempatan yang lain, saat diskusi riset mingguan di lab bersama dengan mahasiswa saya, ada seorang mahasiswa yang menangis karena merasa “dipaksa” kuliah di jurusannya saat ini oleh orang tuanya. Dari keterpaksaan itulah akhirnya dia tidak sungguh-sungguh menjalani kuliahnya dan terpaksa harus mengulang mata kuliah lagi….. Sungguh saya sangat prihatin sekali mendengarkan ceritanya :(

Hmmm…Berawal dari kisah itulah saya ingin menyampaikan pengalaman saya melalui tulisan ini… Ketika saya SMA saya ingin sekali menjadi dokter. Oleh karena itu saya pun masuk jurusan Biologi, walau guru saya menyarankan saya masuk Fisika. Saya keukeuh dengan keinginan saya  menjadi dokter.

Selepas SMA saya mendapat beasiswa PMDK (jalur masuk IPB tanpa tes)  dengan jurusan Ilmu Komputer.. saat itu bingung, bagaimana dengan passion saya menjadi dokter?? Tetapi saat itu orang tua saya menasihati saya untuk mengambil saja PMDK itu dan dengan bijaksana orang tua saya mengatakan, tahun depan, kalau kamu masih penasaran kamu bisa coba tes UMPTN untuk kuliah kedokteran. Saat itu pun saya patuh dengan orang tua karena saya tidak ingin mengecewakan mereka. Bisa anda bayangkan ilmu komputer dan kedokteran dua dunia yang berbeda… tetapi saya mencoba menekuni dengan baik melalui belajar sebaik mungkin. Salah satu pelajaran yang diberikan orang tua saya yang selalu saya ingat adalah “Allah tidak membuat kejadian yang sia-sia, sekecil apapun kejadian itu...”. Dari pesan itu saya meyakini, apa yang terjadi pada saya pada saat itu dan kini, itulah cara Allah menunjukkan saya jalan yang terbaik…. Maka waktu itu saya pun tidak lagi terlalu memikirkan passion saya menjadi dokter.. saya jalani saja dengan cara terbaik saya…

Saat ini, saya menjadi seorang dosen.. Apakah saya menyesal menjadi dosen ?!! Tentu saja tidak… :) Saya menikmati semua perjalanan hidup saya, termasuk juga menjalani pendidikan.  Saat ini saya sudah menyelesaikan studi S3 dengan bidang yang sama. S1, S2, dan S3 saya Ilmu Komputer… Saya mendapatkan banyak sekali nikmat melalui perjalanan hidup saya ini. Alhamdulillah…:)  Lalu kemanakah passion saya…?? Apa yang sudah saya kerjakan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, itulah passion saya..!!

Rahasia Daun Ubi Jalar

Tags

, , ,

Kahuripan, 17 Maret 2014

Ubi Jalar (Sweet potato – Ipomea batatas) adalah salah satu tanaman yang mudah kita temukan. Umumnya yang sering dikonsumsi oleh masyarakat adalah umbinya. Tidak banyak yang tahu (termasuk saya sendiri :p) bahwa ternyata daun umbi banyak memiliki khasiat. Berawal dari postingan foto rekan di grup hidroponik (pa Taufik Budiman) yang menampilkan foto ubi jalar yang ditanam secara hidroponik untuk hiasan, maka saya pun mencoba menanam ubi jalar ini juga secara hidroponik. Kebetulan ada sisa ubi :).  Dengan menggunakan nutrisi hidroponik, tanaman ini sangat cepat pertumbuhannya. Berikut ini beberapa foto yang saya ambil di rumah :)

DSC_0071 DSC_0076DSC_0073DSC_0075 DSC_0081

Setelah saya memposting foto ini ke FB ternyata ada comment dari teman yang menyatakan bahwa daun umbi bisa disayur atau dilotek.. Senang sekali saya mendengarnya, karena awalnya saya hanya ingin membuat hiasan saja :).

Setelah mengetahui bahwa daun ubi jalar bisa disayur, saya pun penasaran dan mencari informasi di internet terkait dengan khasiat daun ubi jalar. Ternyata daun ubi jalar pun bisa digunakan untuk medis, yaitu mengobati Demam Berdarah (sumber: m.detik.com/health/read/2013/01/25/140031/2152104/766/daun-ubi-jalar-bisa-usir-demam-berdarah).

Yang menariknya lagi adalah ternyata daun ubi sangat baik untuk kesehatan mata :) – Saat ini  mata kanan saya sering berair, menurut literatur, hal ini disebabkan iritasi, karena terlalu lama di depan layar komputer. Saya akan mencoba pengobatan mengkonsumsi daun muda dari ubi jalar ini… :)

Sweet potato leaves are high in Lutein and zeaxanthin (xanthophylls) which are said to have a number of benefits to the eye especially in the prevention of AMD (age-related macular degeneration) and cataracts. Lutein and zeaxanthin are the only carotenoids reported to be present in eye lens. They are widely distributed in tissues and are the principal carotenoids in the eye lens and macular region of the retina. Lutein has the ability to filter harmful short-wave blue light  and it is as an antioxidant which prevents oxidative damage to eye lens muscles which initiates age related cataracts. Xanthophylls may possess anti-mutagenic and anti-carcinogenic properties and play a role in the health of body tissues other than the eye as suggested by research studies related to carcinogenesis and the risk for cancer (http://foodtech.uonbi.ac.ke/node/1164).

Rasa penasaran saya pun bertambah, akhirnya saya pun mencari kajian ilmiah mengenai daun ubi jalar. Saya mendapatkan hasil penelitian yang menjelaskan mengenai kandungan dan manfaat daun ubi jalar. Ternyata banyak sekali manfaat daun ubi jalar… subhanallah!! – Sepertinya bermanfaat juga untuk latihan food combining saya :)

Berikut beberapa hasil penelitian yang saya peroleh mengenai manfaat daun ubi jalar. Saya tidak menerjemahkan tulisan ini karena khawatir ada kesalahan penerjemaahan kimia dan biologinya (maklum saya orang komputer :)…

Semoga ilmu ini bisa juga bermanfaat bagi anda…

Sweet Potato Leaves: Properties and synergistic interaction that promote health and prevent disease – http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20883418

Sweet potato (Ipomoea batatas) leaves provide a dietary source of vitamins, minerals, antioxidants, dietary fiber, and essential fatty acids. Bioactive compounds contained in this vegetable play a role in health promotion by improving immune function, reducing oxidative stress and free radical damage, reducing cardiovascular disease risk, and suppressing cancer cell growth. Currently, sweet potato leaves are consumed primarily in the islands of the Pacific Ocean and in Asian and African countries; limited consumption occurs in the United States. This comprehensive review assesses research examining the nutritional characteristics and bioactive compounds within sweet potato leaves that contribute to health promotion and chronic disease prevention. Research has affirmed the potential cardioprotective and chemopreventive advantages of consuming sweet potato leaves, thus indicating that increased consumption of this vegetable should be advocated. Since reducing the prevalence of chronic diseases is of public health concern, promoting the consumption of sweet potato leaves warrants further and more intensive research investigation.

© 2010 International Life Sciences Institute.

Nutritive Value and Inherent Anti-nutritive  Factors in Four Indigenous Edible Leafy Vegetables in Human Nutrition in Nigeria: A Review – Journal of Food Resources Science 1 (1): 1-14, 2012 ISSN 2224-3550/DOI: 10.3923/jfrs.2012.1.14 © 2012 Asian Network for Scientific Information 

The leaves in particular contain a large amount of protein with a high amino acid score. The leaves of sweet potato are highly digestible, fairly rich in protein, a dietary source of vitamins, minerals, antioxidants, dietary finer and essential fatty acids and free toxins.

The young leaves serves as a nutritious vegetable for man, contain several nutrients such as appreciable amount of zinc, potassium, sodium, manganese, calcium, magnesium, iron, vitamin C and fiber (Antia et al., 2006)

ENCOURAGING CONSUMPTION OF SWEET POTATO LEAVES AS A VEGETABLE IN KENYAN URBAN AREAS – http://foodtech.uonbi.ac.ke/node/1164

Sweet potato leaves are a by-product of the plant and good source of nutrients. They are high in potassium, beta carotene, fiber, lutein and xanthine. In Kenya, kales, cabbages and other indigenous vegetables are the most consumed vegetables. This study is aimed at encouraging the consumption of sweet potato leaves as a vegetable in urban areas in Kenya. In Africa sweet potato leaves are popular in countries like Senegal, South Africa and Ghana. However, in Kenya and Uganda sweet potatoes are mostly grown only for its tubers. Very few communities which are based in the rural region consume the sweet potato leaves as vegetables. There is therefore need to encourage its consumption given its multiple nutritional and health benefits. Sweet potato leaves are high in Lutein and zeaxanthin (xanthophylls) which are said to have a number of benefits to the eye especially in the prevention of AMD (age-related macular degeneration) and cataracts. Lutein and zeaxanthin are the only carotenoids reported to be present in eye lens. They are widely distributed in tissues and are the principal carotenoids in the eye lens and macular region of the retina. Lutein has the ability to filter harmful short-wave blue light  and it is as an antioxidant which prevents oxidative damage to eye lens muscles which initiates age related cataracts. Xanthophylls may possess anti-mutagenic and anti-carcinogenic properties and play a role in the health of body tissues other than the eye as suggested by research studies related to carcinogenesis and the risk for cancer. Lutein has been identified to be one of three anti-mutagenic pigments present in vegetables. In humans, plasma lutein has been inversely associated with cytochrome CYP1A2 activity, a hepatic enzyme responsible for the metabolic activation of a number of putative human carcinogens. Intake of these xanthophylls may reduce the risk of certain major cancers like breast cancer, prostate cancer and lung cancer among others. A growing body of experimental evidence and observational studies suggest that lutein and zeaxanthin may play a role in the prevention of coronary heart disease and stroke. In a coculture model of the arterial wall, a study found lutein to be highly effective in reducing oxidation of low-density lipoproteins (LDL) and inhibiting the inflammatory response of monocytes to LDL trapped in the artery wall. This study is based on the general analysis of the nutritional qualities of the sweet potato leaves as demonstrated in previous research. Observations made in the vegetable market suggest the absence of the sweet potato leaves in the market. Urban area residents have either not heard or eaten these leaves, thus I recommend awareness of the nutritional benefits of the sweet potato leaves. This would help improve general health of the consumers through reduction of several vitamin-related deficiency diseases such as vitamin Adeficiency, cataracts and age-related macular disease (AMD) among other diseases.

A continuously growing body of evidence suggests that lutein and zeaxanthin will contribute to the protection against several age-related diseases, including cataract, AMD, heart disease, and some forms of cancer. Thus, there is a need of awareness of the sweet potato leaves. Given that the sweet potato thrives in semi-arid areas it would improve on food security and public health because vegetables like kales and cabbages require a lot of water for cultivation as compared to sweet potato which both the tubers and leaves are edible.

JANGAN HANYA Minta Perbaikan Nilai Tapi Perbaiki Cara Belajarnya!

Tags

, ,

Bogor, 7 Maret 2014

Pada setiap akhir semester, selalu saja ada beberapa mahasiswa yang meminta perbaikan nilai. Dengan berbagai alasan mereka ungkapkan agar diberikan perbaikan nilai. Bahkan, permintaan perbaikan nilai ini bukan hanya dari mahasiswa, terkadang juga dari Departemen. Dengan dalih hak mahasiswa untuk mendapatkan perbaikan nilai yang tertulis pada buku panduan akademik, seringkali “memaksakan” dosennya untuk memberikan perbaikan nilai.

Saya setuju dengan hak mahasiswa untuk perbaikan nilai, tetapi ada baiknya kita perbaiki cara belajarnya. Bagaimana mahasiswa tersebut mengikuti kuliah di kelas. Sering kali saya menemukan mahasiswa di kelas hanya “duduk manis” tanpa ada sehelai kertas pun di meja, seolah  sedang menonton stand up comedy dan biasanya setelah “duduk manis” mahasiswa tersebut selanjutnya akan “tewas” tertidur…. zzzzzzzz

im01

Beberapa kali saya menegur mahasiswa yang seperti itu di kelas, dan ketika saya tanya apa isi tas yang dia bawa, ternyata hanya berisi laptop, bahkan ada juga yang tidak membawa satu pun buku tulis! Padahal coba kita ingat kembali ketika kita di sekolah. Pada umumnya siswa membawa buku teks dan pasti membawa buku tulis.

Kondisi ini tentunya tidak sejalan dengan banyaknya buku atau bahan bacaan yang harus dipelajari di bangku kuliah!

Screen Shot 2014-03-07 at 12.59.53 AM DSC00752

Forgetting Curve

Herman Ebbinghaus (1885) adalah seorang psikolog yang pertama kali mendefinisikan kurva pelupaan (Forgetting Curve). Ia menemukan bahwa semakin sering manusia mengulang informasi, maka dia akan lebih lama mengingat informasi tersebut. Ia juga mencoba menghafal tiga huruf yang tidak artinya dan dijedakan antara 20 menit hingga 31 hari. Hasil penelitiannya ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca di  “Memory: A contribution to Experimental Psychology“.

Salah satu penemuannya adalah forgetting curve, atau kurva pelupaan, yang menunjukkan relasi antara keterlupaan dan waktu. Nampak bahwa memori jangka panjang ternyata sangat stabil. Untuk mengingat sesuatu dalam waktu yang lama tak diperlukan pengulangan yang ditumpuk dalam satu waktu, tapi lebih kepada pengulangan setelah jeda yang optimum, pada waktu yang tepat. Memori yang diulang tersebut kemudian akan bertahan lebih lama dari sebelumnya, dan dengan demikian informasi tersebut tak perlu diulang lagi untuk waktu yang lebih lama dari sebelumnya. Sistem memorisasi ini kemudian disebut sebagai “spaced repetition system”, atau sistem pengulangan berjeda (SUJ).

Ini artinya jika belajar hanya dilakukan pada saat ujian, maka bisa dipastikan hanya bisa mengingat sedikit sekali informasi yang diberikan pada saat kuliah dan sesungguhnya informasi tersebut tidak disimpan dalam memori jangka panjang!. Coba perhatikan kurva dibawah ini. Berdasarkan kurva tersebut, kita hanya mampu mengingat 75% sesaat setelah kuliah selesai. Setelah itu akan terus berkurang!

Screen Shot 2014-03-11 at 9.01.11 PM

Jadi apa yang harus dilakukan agar bisa mengingat dalam waktu yang lama? Perhatikan kurva dibawah ini:

Screen Shot 2014-03-11 at 9.13.53 PM

Menurut kurva tersebut yang harus dilakukan agar bisa mengingat dalam waktu yang lama adalah:

  • 10 menit setelah kuliah selesai lakukan review dengan cara membaca catatan kuliah (notes) yang dibuat pada saat kuliah, merapikan dan menulis kembali catatn kuliah
  • 24 jam setelah kuliah baca kembali notes tersebut, temuakan “benang merah” dari materi kuliah, baca buku teks untuk melengkapi catatan kuliah dan buat pertanyaan untuk melihat sejauh apa pemahaman yang dikuasai.
  • Setelah satu minggu sebelum kuliah berikutnya dimulai, baca kembali notes dan lakukan self-test!
  • Jadi, sebelum UTS atau UAS, anda sudah mereview materi kuliah MIN 3 kali.

Bagaimana membuat catatan kuliah (notes)?

Berikut ini beberapa contoh style catatan kuliah (notes) yang dapat membantu untuk mengingat dan memahami materi kuliah.

Summary

im03 - summary

Outline

im04 - Outline

Concept Map

im05 - concept map

Mind Map

im06 - mind map

Notes

im07 - summary

Untuk lebih jelasnya silahkan baca “A Guide to University Learning”:

http://www.learningcommons.uoguelph.ca/guides/university_learning/accessibility/studying.html

Mudah-mudahan tulisan saya ini tidak hanya dibaca oleh SEMUA yang merasa mahasiswa. Tulisan ini utamanya saya tujukan untuk mahasiswa saya yang sering hanya “bengong” di kelas.

Sumber:

  1. Ebbinghaus, Herman (tr. Ruger, Henry; Busenius, Clara). 1885. “Memory: A Contribution to Experimental Psychology”.
  2. Matthews, Mark.  Effective Study Skills. Student Learning Development. Trinity College Dublin. http://student-learning.tcd.ie
  3. Lynn Husen. Developing Smart Study Skills. classroom.jcschools.net/guidance/powerpoints/study.ppt

Hidroponik, yang penting passion!

Tags

Kahuripan, 28 Februari 2014

Yang penting passion! Passion, itulah modal utama untuk belajar hidroponik :). Dengan passion, tidak ada alasan repot, sibuk, ga ada waktu, atau apapun alasannya. Dalam keterbatasan apapun, kalau sudah senang, maka tidak ada lagi hambatan .. Saya pernah sepulang kerja, malam hari jam 9 saya menyemai sayuran, hehehe… iseng bener emang :)

Saya orang yang sangat awam dengan hidroponik. Saya mulai berlangganan majalah Trubus dan mencari literatur di internet. Beberapa literatur yang saya baca “Basic Hydroponics System and How They Work“, “How to Hydroponics” dan lain-lain. Selain membaca literatur, saya pun mengunjungi Parung Farm, sebuah rumah produksi hidroponik di wilayah Parung. Kemudian saya bergabung dengan grup FB “Hidroponiku” dan “Komunitas Belajar Hidroponik”. Banyak sekali pelajaran yang saya perolah dari sana :). Dari sumber-sumber itulah saya mendapatkan gambaran bagaimana bercocok tanam secara hidroponik

Persiapan pun saya mulai dengan membeli benih sayuran, nutrisi, cocopeat, sekam, rockwoll, netpot dan peralatan hidroponik (pipa, besi, dll)

IMAG0214 IMAG0216IMAG02371554416_10152171008479841_1337861908_n

Sambil menunggu peralatan hidroponik selesai dirakit, saya mulai mencoba menyemai sayuran menggunakan dua media tanam, yaitu rockwoll dan cocopeat dicampur dengan sekam. Pengalaman pertama saya menyemai kurang baik, karena bibit kurang cahaya matahari akibatnya etiolasi (bibit menjadi tinggi/kutilang). Sebaiknya setelah bibit keluar (sprout) segera diperkenalkan dengan cahaya matahari.

 IMAG0283 IMAG0229  IMAG0221IMAG0461

Setelah 2-3 minggu menyemai, bibit sayuran dapat dipindahkan ke media hidroponik. Oya, karena bibit masih kecil, dan belum bisa menyentuh air nutrisi, maka saya menggunakan sumbu kain flanel sebagai kapiler untuk menyerap air. Jadi sistem yang saya gunakan saat ini sistem NFT (Nutrient Film Techniques) dan sistem sumbu (wick)

IMAG0276

Setelah tanaman disimpan dalam media hidroponik, maka perawatan tanaman tidak lagi merepotkan karena nutrisi secara otomatis sudah dialirkan oleh pompa. Di pagi hari sebelum berangkat ke kantor, saya hanya perlu mengecek aliran airnya saja :)

 IMAG0287

DSCN0381 DSCN0383DSCN0433 1507824_10152235646049841_1109044853_n

Setelah kurang dari sebulan Alhamdullilah sudah bisa dipanen :). Hasil panen kangkung, Pak Choi, dan salada sudah bisa dinikmati. Saat ini saya masih menunggu panen Sawi :)

1902086_10152250370099841_511515534_n 1598909_10152226172959841_117817386_o 

1912265_10152250223489841_344669928_n-2

1897668_10152244483284841_1605261780_n

Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat :)

Hidroponik : Panen Perdana

Tags

,

Kahuripan, 17 Februari 2014

Setelah lebih kurang satu bulan lamanya mencoba bercocok tanam menggunakan hidroponik, dari hari ke hari pengalaman dan pelajaran bertambah terus. Mulai dari menyemai, menyiram, mempersiapkan pot sampai merawat tanaman. Pengalaman terakhir yang saya alami adalah ketika menemukan belalang sedang menyantap dengan lahap daun muda pak choy… huhuhu…. geram sekali melihatnya… namun itulah seninya bercocok tanam, pasti selalu saja ada hama. Terlebih hidroponik saya belum menggunakan green house :).. biarlah saya ikhlaskan saja satu daun dimakan belalang, yang penting belalangnya sudah tertangkap basah :p

Sebagai percobaan awal, saya mulai menanam kangkung, selada, sawi dan pak choy. Bibit tanaman ini dapat mudah dibeli di toko pupuk dengan harga yang sangat terjangkau. Setelah dua minggu ditanam dalam pipa hidroponik, sayuran mulai tumbuh subur. Senang sekali melihatnya…:).

DSCN0355 DSCN0383 DSCN0381DSCN0362

Kangkung

Kangkung merupakan sayuran yang paling sering kita jumpai. Ternyata menanam kangkung itu tidak sulit dan sangat mudah tumbuh. Untuk menamam kangkung didalam sistem hidroponik, dapat memasukkan 4-5 bibit ke dalam pot. Lain halnya dengan tanaman salada, sawi dan pak choy, sebaiknya satu bibit saja dalam satu gelas. Dalam waktu 21 hari setelah tanam, kangkung sudah siap dipanen

Pada hari minggu, 16 Februari 2014, saya sudah bisa memanen kangkung hidroponik. Yeay…. ada sensasi tersendiri ketika memanen kangkung ini :).. Kangkung hasil tanam sendiri jelas tanpa pestisida, segar, dan rasanya lebih “crispy”… Sekarang tidak perlu lagi menyimpan stok sayuran kangkung di dalam kulkas.. tapi cukup memetik saja ketika akan memasak…. ah…. serunya :)

DSCN0409 DSCN0386 DSCN0340 DSCN0369 DSCN0334 DSCN0334

DSCN0412 copy

DSCN0414 DSCN0442

Sawi dan Pak Choy

Pak choy atau Chinese cabbage adalah sayuran sejenis sawi-sawian yang memiliki daun yang lebih pendek daripada sawi dan menggembung. Berdasarkan literatur, pak choy memiliki umur panen berkisar 30 – 40 hari setelah tanam (hst). Sebaiknya menanam bibit pak choy satu buah saja untuk setiap pot-nya.. Untuk saat ini saya masih salah, karena dalam satu pot terdapat 3-4 bibit..:).. Tak sabar rasanya menanti hari penen pak choy…

Khusus sawi, karena benihnya sangat kecil sekali, harus sabar menyemaikan. Sebaiknya gunakan pinset untuk mengambil benihnya. Kemarin saya masih terlalu banyak memasukkan benih ke dalam sekamnya :p..

DSCN0393 DSCN0433 DSCN0380 DSCN0389DSCN0339 DSCN0436 DSCN0418

Selada

Selada adalah jenis sayuran yang sering digunakan untuk salad. Untuk orang Sunda bisa dijadikan lalab :). Menurut literatur, selada memiliki umur panen 25-30 hari setelah tanam. Semoga dengan menanam selada sendiri, jadi tidak perlu lagi belanja selada untuk membuat salad :)

DSCN0395 DSCN0406 DSCN0352

Dengan belajar, semuanya menjadi lebih mudah…. :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,584 other followers